Detail Berita
KEBAKARAN..CEPAT HUBUNGI 113
08-04-2008

Kebakaran merupakan bencana  yang datangnya tidak kita tahu dan prediksi kapan dan dimana, sehingga perlu adanya kegiatan pencegahan dan penanggulangan dini. Oleh karena itu, kegiatan  pelatihan pcmadaman kebakaran dan pemberian pemahaman tentang ilmu penanggulangan bahaya kebakaran perlu diberikan kepada masyarakat luas. 

Menyadari  hal ini,  Kantor Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Kebakaran Kota Yogyakarta, di tahun 2007 ini,  memberikan pelatihan kepada  warga masyarakat kota Yogyakarta di 2 kecamatan  6 kelurahan, Sekolahan dan Satuan Polisi Pamong Praja. Sasaran kegiatan ini, tokoh masyarakat, masyarakat umum, Satpam dan Penjaga  sekolah yang memiliki mesin berat untuk praktek, guru, karyawan, dan Pol. PP.

Mengingat daerah rawan Kebakaran di Kota Yogyakarta khususnya,  dan Kabupaten lain pada umumnya, selalu bertambah seiring dengan lajunya pembangunan kota, perindustrian, padatnya pemukiman sehingga menyulitkan Unit Mobil Pemadam Kebakaran maka,  kemampuan Masyarakat sekitar untuk mengatasi Kebakaran awal sangat diharapkan. Hasil pelatihan ini, diharapkan melahirkan  Barisan Sukarelawan Kebakaran ( Balakar) di Tingkat wilayah.

 

TEORI DASAR API

            Sebelum melakukan pemadaman Barisan Sukarelawan Kebakaran ( Balakar) sedikitnya harus  mengetahui teori dasar api, agar tepat sasaran.

Pertemuan para ahli kebakaran di seluruh dunia telah menghasilkan suatu kesimpulan bahwa asal mula timbulnya api berasal dari  bertemunya ketiga unsur yakni BAHAN , UDARA dan PANAS pada suatu titik bakar tertentu. Penyebab terjadinya kebakaran dibagi  dalam  lima hal. 1. Manusia karena ada unsur kesengajaan  (dendam,ganti rugi),   tidak disengaja (lupa),  kecerobohan (nekad),  ketidaktahuan (masa anak-anak),  dan  lupa ingatan (gila).  2. Alam seperti petir,  gunung meletus, gempa bumi, cuaca panas. 3. Hewan, seperti kucing dan tikus. 4. Listrik seperti kabel,Skaklar (off/on) steker, NCB dan sekering. 5. Nyala Sendiri. 

Dari teori Dasar Api tersebut diatas maka, apabila terjadi kebakaran perlu dihilangkan salah satu unsur dasar tersebut sehingga api akan mudah dipadamkan.

 

KLASIFIKASI KEBAKARAN.

Kebakaran diklasifikasikan dalam 4 kelas.  Kebakaran Kelas A, disebut kebakaran benda-benda PADAT diakibatkan  karena terbakarnya kertas, kayu, plaslik, karet, dan lain-lain.  Pemadaman api yang  termasuk dalam klasifikasi ini,  bisa dilakukan dengan menggunakan peralatan tradisonal maupun moderen.

Kebakaran kelas B yakni  kebakaran benda CAIR dan GAS akibat minyak tanah, bensin, gas elpiji dan lain-lain. Pemadaman api  akibat kebakaran jenis ini tidak diperkenankan menggunakan air karena akan mengakibatkan kobaran api bertambah besar disebabkan  berat jenis Bahan Bakar Minyak lebih ringan dari air.

Kebakaran kelas C yakni kebakaran LISTRIK akibat travo, kabeL, dan atau tempat kebakaran yang masih ada arus listrik.  Jika terjadi kebakaran yang termasuk klasifikasi ini  atau kebakaran kelas A tapi masih mengandung Kelas C, proses pemadamannya jangan sekali-kali menggunakan air  karena akan membahayakan petugas  dan unit pemadam itu sendiri, karena air merupakan penghantar arus listrik yang mengakibatkan sengatan dari arus listrik.

Kebakaran kelas D disebut kebakaran KHUSUS / LOGAM yang terdiri Besi, Aluminium, dan  Bahan Kimia.  Kebakaran ini memang jarang terjadi dan apabila terjadi sangat sulit dipadamkan.

Berdasarkan klasifikasi ini, apabila terjadi kebakaran,  warga masyarakat dan petugas pemadam kebakaran harus terlebih dahulu memastikan jenis kebakaran yang sedang terjadi sebelum melakukan. Sehingga dalam mengatasi api tidak salah dan tepat sasaran.

 

SARANA DAN PRASARANA

Proses  pemadaman api bisa digunakan melalui dua yakni cara tradisional dan moderen. Cara tradisional, dengan menggunakan Pasir,  Tanah,  Daun-daunan, Karung goni,  Handuk,  Selimut,   Air, Gepyok, Ganthol, Kentongan, Senter, Ember. Peralatan ini hanya dipergunakan untuk mengatasi kebakaran awal.

Selain itu,  Sarana dan Prasarana Modern seperti  Unit Mobil Pemadam, Unit Mobil Tangga, Unit Mobil Snorkle, Unit Mobil Resque, Unit Mobil Tangker,  Unit Mobil Peralatan (RESCUE),  Unit Mesin Pompa portable (Treller), Hex 3000,  Hydrant dan Box Hydrant, APAR(Alat Pemadam ApiRingan),  Sprinkler,  Ditektor ( Alarm System ), Breathing Aparathus (BA), BajuTahan Api, Baju tahan Panas, Helmet, Masker, Tangga Darurat,   Lift Kebakaran, Besilorot, Bak Tandon Air (Falcon Hydrant), Helykopter, Fire Blangkct (SoUmut anti Api) juga digunakan .

 

TEHNIK PEMADAMAN

Ada 4  macam teknik pemadaman yang berlaku apabila terjadi bencana kebakaran, antara lain:

1. Sistim Urai adalah memadamkan api pada  benda yang terbakar dengan cara diganthol atau dirobohkan sehingga semua benda yang terbakar berada dibawah, dan  dapat mempermudah proses pemadaman. Sistim Urai ini biasa dipakai oleh masyarakat dengan sarana dan prasarana tradisional.  2. Sistim Pendinginan adalah pemadaman dengan cara mengurangi suhu panas benda yang terbakar dengan disiram air sehingga makin lama benda yang terbakar itu dingin dan api akan padam. (hanya untuk kelas A ) Sistim Pendinginan biasa dipakai oleh petugas pemadam kebakaran dengan menggunakan unit mobil yang sudah siap dengan airnya.

 

3. Sistim Isolasi yakni mengisolir benda yang terbakar sehingga tertutup permukaannya dan udara tidak dapat masuk ke benda itu, maka api akan padam. Sistim Isolasi ini biasa dipakai oleh Masyarakat atau petugas dalam pemadaman menggunakan sarana dan prasarana modern seperti APAR (alat pemadam api ringan). 4. Sistim Lokalisasi  yaitu dengan cara melokalisir areal kebakaran agar api tidak menjalar dan meluas ke wilayah kebakaran. Sistim lokalisasi biasa dipakai secara tradisianal maupun moderen yang intinya memadamkan kebakaran dari tepi agar tidak menjalar ke bangunan   atau bahan lain.

Salah satu faktor yang sangat menunjang keberhasilan tindakan pemadaman pada saat memadamkan kebakaran, adalah ketepatan pemilihan media pemadaman yang dipakai.

 

HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN

Hal penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemadaman :

1. PERHATIKAN ARAH ANGIN  dengan melihat lidah api.  Dalam melakukan  pemadaman petugas harus membelakangi  arah atau  menghadap searah  dengan arah angin.

2. PERHATIAN  JENIS KEBAKARAN. Petugas harus mengetahui jenis kebakaran termasuk dalam kelas  A,B,C, atau D. ( Lihat klasifikasi ).

3.  MASIH ADAKAH KORBAN YANG HARUS SEGERA DITOLONG ?

4. Boleh melakukan pengrusakan terhadap  bangunan yang ada untuk mendukung kelancaran pemadaman maupun evakuasi.

5.  AMANKAN BARANG YANG MASIH BISA DISELAMATKAN.

6. Laporkan   hasil   penanganan   penanggulangan   tersebut   kepada Pimpinan Tim untuk segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur tetap yang berlaku.

 

         Warga masyarakat yang memiliki alat pemadam api ringan  (APAR)  bisa digunakan apabila terjadi kebakaran. Namun, mengingat  alat itu sendiri bila digunakan tidak sampai 1 menit habis, maka perlu diperhatikan cara-cara penggunaan APAR secara efektip dan efision. Langka-langka penggunaan APAR  yang  benar adalah 1.  Cabut pen Pengaman  2.  Pegang Pengatup dengan telapak tangan  3.  Pegang Pemancar 4.  Tekan Pcngatup   5.   Arahkan Pancaran ke Titik  atau Pangkal Api sampai merata.  

         Hal-hal yang harus diperhatikan di saat menggunakan APAR adalah perhatikan arah angin (dengan melihat lidah api ) pemai harus  membelakangi arah angin dan  tidak berlawanan dengan arah angin.   Arahkan corong pada titik atau pangkal Api yang paling tipis.  Perhitungkan atau Perhatikan jalan keluar bila digunakan pada suatu ruangan,   Semprotkan pada sela-sela benda yang terbakar, Usahakan untuk menahan napas dan memakai masker,   Gunakan secara efisien dan efektip.

 

PELAPORAN

Setiap warga yang pertama kali mengetahui adanya kebakaran, segera menghubungi  Kantor Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Kebakaran Kota Yogyakarta dengan nomor telepon 0274-587101 atau 7474704, atau 113. Sebutkan nama terang dan alamat si pelapor.  Sebutkan  lokasi kebakaran dengan tepat.  Sebutkan  nomer telephone yang dipergunakan. Tunggu sebentar karena   akan  diadakan  pengecekan  langsung oleh Petugas Pemadam Kebakaran.

Jika  pelapor menggunakan Telephone  Umum  /  Wartel,  tolong sebutkan di sekitar anda yang ada pesawat telephon yang bisa dihubungi untuk  memudahkan Petugas  dalam pengecekan agar terhindar dari adanya pelaporan palsu.

Contoh:

Pelapor                  :  ( Putar nomer  (0274) 587101,  7474704   atau   113 )  Hallo Kantor Kebakaran Kota Yogyakarta......

Petugas                  :  Benar.... Apa yang dapat dibantu...

Pelapor                  :  LAPOR PAK....  nama saya Bambang,  alamat Dukuh Mj. 3 no. 234 Yogyakarta..... Ada kebakaran di Jl. Bantul, tepatnya selatan Pom Bensin, nomer yang saya pakai 578666. Terima kasih,  Pak .......

Petugas                  :  Ya...ditunggu sebentar ya, Pak....

Petugas                  :  ( Cek putar nomer 578666 ), Hallo pak Bambang, Apakah  betul ada kebakaran di jl. Bantul......

Pelapor                  :  Betul Pak...... (tutup )

Petugas                  :  ( Menuju ke lokasi kebakaran. )

 

POS-POS KEBAKARAN YANG ADA DISEKITAR DAERAH  ISTIMEWA YOGYAKARTA :

1). Kabupaten Sleman,  Telp. 868405 pesawat 220.    2). Kabupaten Bantul, Telp. 367310                      3). Kabupatel Gunung Kidul, Telp. 391113.   4). Kabupaten Kulon Progo, Telp. 773060.                       5). PGPS. Madukismo, Telp.  377049.  6). PT. Angkasa Pura Lanud. Adisucipto Telp. 564465-psw. 5339      7).  KotaYogyakarta Telp. 113 - 587101,7474704   

Apabila terjadi kebakaran cukup melaporkan ke salah satu pos pemadaman terdekat dengan lokasi kebakaran. Untuk pelayanan Pemadaman kebakaran tidak dikenakan biaya atau  GRATIS.  ( @mix)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer