Detail Berita
UPAYA PEMKOT WUJUDKAN JOGJA BERSIH DARI GERAKAN KEBERSIHAN SUNGAI SAMPAI LOMBA PENATAAN PKL
08-04-2008

Berbagai upaya senantiasa dilakukan Pemkot Yogyakarta bersama masyarakat dan dunia usaha untuk mewujudkan Jogja Bersih. Bersama masyarakat dan kalangan dunia usaha pemkot menggelar Gerakan Kebersihan Sungai dan Lomba Penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di seputar kota.
Kawasan bantaran sungai merupakan tempat tinggal bagi ribuan kepala keluarga, bahkan bantaran sungai Code di  Tegalpanggung merupakan kawasan yang sangat padat, beberapa industri berlokasi di tepi sungai. Hal ini berimplikasi timbulnya beberapa masalah pada sungai seperti pembuangan sampah, air limbah rumah tangga, limbah perusahaan, pendirian bangunan di atas sungai, yang semuanya bermuara pada penurunan kualitas air dan daya dukung lingkungan. Ini menjadi tantangan bagi pemkot untuk mengembalikan fungsi sungai dan meningkatkan kembali daya dukung sungai terhadap beban lingkungan.
Gerakan kebersihan sungai sebagai upaya Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta untuk menindak lanjuti peraturan pemerintah dalam perlindungan sungai. Gerakan kebersihan sungai terdiri dari beberapa kegiatan yang saling menunjang antara lain: Penilaian lomba kali bersih di tiga sungai yaitu Winongo, Code, dan Gajah Wong. Penilaian dilakukan dengan melihat obyek dan  parameter seperti badan air (sampah, gulma, saluran  limbah ke sungai). Kondisi fisik dan kualitas air sungai, bantaran (pemanfaatan, tempat sampah, volume sampah, pohon peneduh), sempadan (jenis tajuk, keragaman flora, penutup tanah), fungsi pelayanan umum (rekreasi, ruang publik, olah raga), dan peran aktif partisipasi masyarakat (swadaya, lembaga/komunitas peduli sungai, rutinitas pertemuan, rutinitas pembersihan sungai).
Terkait Jogja Bersih, Kantor Depag Kota Jogja juga mengadakan lomba kebersihan tempat ibadah, yang dilaksanakan dari tanggal 3 hingga 6 September 2007. Adapun instrumen aspek penilaian lomba meliputi kebersihan, kesehatan dan kemakmuran tempat ibadah. Untuk kebersihan masjid yang dinilai antara lain Masjid Mubarok Kec. Danurejan, Masjid Al Hasanah Kec. Gedongtengen. Untuk kebersihan gereja dan vihara, diantaranya GKJ Brayat Kinasih Umbulharjo, GBI Ngadinegaran Mantrijeron, Gereja Kristus Raja Baciro, Budha Prabha Gondomanan.
Di bidang pendidikan, guna menanamkan gerakan kebersihan dan cinta lingkungan pada anak sejak dini, juga diselenggarakan lomba sekolah sehat. Adapun indikator yang dinilai meliputi aspek manajemen, fisik sekolah dan pemberdayaan warga sekolah. Dari aspek manajemen, komponen yang dinilai antara lain kelembagaan, peraturan, program kerja, unit kegiatan siswa, monitoring dan evaluasi. Dari aspek fisik sekolah komponen yang dinilai antara lain kebersihan ruangan, kamar mandi/WC, halaman, ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah cair. Dari aspek pemberdayaan warga sekolah komponen yang dinilai antara lain kepedulian dan partisipasi warga sekolah serta ketersediaan informasi.
Sementara itu, dalam rangka memberikan motivasi kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) mewujudkan Kota Yogyakarta yang Berhati Nyaman, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, pada tahun 2007 akan melaksanakan Lomba Penataan Pedagang Kaki Lima antar Kecamatan se-kota. Lomba Penataan PKL ini akan dilaksanakan akhir Agustus - awal September 2007.
PKL yang akan dinilai adalah PKL yang melakukan kegiatan usaha di ruas-ruas jalan tertentu pada masing-masing Kecamatan yang sebelumnya telah ditentukan oleh Tim Lomba Penataan PKL. Ruas-ruas jalan tersebut adalah : JL Dr. Wahidin Sudiro Husodo (Kec. Gondokusuman ) Jl. Jend. Sudirman (Kec. Jetis) Jl. Magelang (Kec. Tegalrejo)  Jl. RE. Martadinata (Kec. Wirobrajan) JL. Wakhid Hasyim (Kec. Ngampilan ) Jl. Majend. Sutoyo (Kec. Mantrijeron) Jl. Taman Siswa (Kec. Mergangsan)   Jl.  Ngasem (Kec. Kraton) JL. Masjid (Kec. Pakualaman) JL. Kusumanegara (Kec. Umbuhardjo)   JL. Kemasan (Kec. Kotagede) JL. Hayam Wuruk (Kec. Danurejan ) JL. Letjend. Suprapto (Kec. Gedong Tengen )
Untuk kriteria penilaian Lomba Penataan PKL meliputi perijinan, ketertiban lokasi usaha, peralatan dagangan dan kebersihan lingkungan usaha. Dari aspek perijinan dilihat dari kepemilikan ijin dan dapat menunjukkan (ditempel) di lokasi kegiatan usaha; kesesuaian jenis dagangan dengan yang tertera dalam ijin; keluasan tempat usaha maupun waktu menjalankan kegiatan usaha harus sesuai dengan ketentuan peraturan. Dari aspek lokasi usaha dilihat dari kondisi lokasi usaha dalam penyediaan akses bagi pejalan kaki dalam memanfaatkan trotoar serta keberadaan lokasi usaha untuk tidak berada pada daerah larangan. Untuk peralatan dagangan dilihat dari persyaratan bongkar pasang, tidak meninggalkan peralatan dagangan setelah selesai melakukan kegiatan usaha serta kondisi tenda maupun tali-tali pengikat penutup. Sedangkan dari aspek kebersihan dilihat dari ketersediaan tempat sampah di lokasi kegiatan usaha serta penanganan sampah tersebut pada saat maupun setelah melakukan kegiatan usaha.
Untuk memajukan pariwisata, Dinparsenibud menyelenggarakan Lomba Foto Pariwisata 2007, tema lomba Foto Pariwisata tahun 2007 ini adalah “Jogja Dalam Lensa-Jogjaku Bersih Kotaku Asri” dengan menekankan pada semua aspek pariwisata Kota Yogyakarta baik living momentnya, kekayaan hasil seni budaya, arsitektur, maupun beragam obyek lainnya yang dapat mengangkat citra pariwisata Kota Yogyakarta, dengan hadiah total Rp 22.000.000,-
Sementara itu, untuk memberikan penghargaan kepada insan pers yang telah membantu membangkitkan semangat warga Kota Yogyakarta dalam mendukung gerakan Jogjaku bersih dan hijau, Pemkot berencana memberikan Walikota Award 2007 di Bidang Media. Walikota Award merupakan penghargaan Pemkot Yogyakarta yang dianugerahkan kepada seseorang, sekelompok orang, lembaga, badan atau organisasi yang berjasa dibidang tertentu khususnya insan pers yang secara nyata melakukan aktifitas sesuai fungsi dan perannya serta mempunyai kontribusi terbanyak dalam upaya Pemkot Yogyakarta mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Kota yang  bersih dan hijau.
Dalam bidang media cetak, akan dipilih media yang memuat penulisan terbanyak tentang Jogjaku Bersih dan Hijau, yang memuat iklan layanan masyarakat secara rutin, yang melakukan gerakan bersama masyarakat, yang memuat artikel/opini terbaik, yang memuat berita foto terbaik, serta penulis artikel terbaik tentang Jojgaku bersih dan hijau.
Sedangkan untuk bidang media elektronik TV dan Radio, akan dipilih Radio dan televisi yang rutin memuat iklan layanan masyarakat/spot, yang  menayangkan berita terbaik tentang Jogjaku Bersih dan Hijau , Reporter Radio dan TV terbaik, serta media elektronik yang melakukan gerakan bersama masyarakat untuk mendukung Jogjaku bersih dan hijau.

abi is agusbudi | Tanya Komputer