Detail Berita
DINAS PERHUBUNGAN KOTA SIAPKAN ANGKUTAN LEBARAN
07-04-2008

Menghadapi lebaran 2007 kemarin Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta telah menyiapkan rencana operasi angkutan lebaran. Kesiapan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Agus Budiono, SH di Balaikota beberapa waktu lalu (8/10).
“Berkaitan dengan pelaksanaan operasi angkutan lebaran, untuk meningkatkan pelayanan angkutan dan ketertiban serta kelancaran angkutan lebaran, kami telah menyiapkan rencana operasi angkutan lebaran, kami berharap rencana operasi ini bisa membantu masyarakat dalam menyambut lebaran” kata Agus Budiono
Dijelaskan, kesiapan angkutan lebaran khususnya di terminal Giwangan, dinas Perhubungan mengoperasikan berbagai pos untuk membantu masyarakat. Pos tersebut antara lain Pos Pengawasan Lalu Lintas, Posko Gabungan Pemantauan Angkutan Lebaran, Pos Informasi Calon Penumpang dan Pos Pelayanan Kesehatan Penumpang dan Sopir.
Kesiapan ini menurut Agus Budiono dilaksanakan untuk mengantisipasi prediksi kenaikan penumpang di terminal Giwangan yang diperkirakan mencapai 34.598 penumpang atau naik 4% dari jumlah penumpang tahun 2006 sebanyak 33.259 penumpang.
Disampaikan pula , periode angkutan lebaran dimulai pada Sabtu 6 Oktober 2007 (H-7) s/d Minggu 21 Oktober (H+7), perkiraan puncak arus mudik pada hari Kamis 11 Oktober (H-2) dan perkiraan puncak arus balik terjadi pada hari Sabtu 20 Oktober (H+6)
Sementara itu, kesiapan sarana angkutan, meliputi angkutan AKAP berjumlah 915 armada, AKDP 913 armada, angkutan perkotaan 555 armada, angkutan pariwisata 414 armada sebagai potensi bus bantuan dan taksi sejumlah 800 armada.
Ditambahkan, guna memperlancar arus lalu lintas di dalam kota, Dinhub juga mengeluarkan larangan bagi angkutan barang berdimensi besar non sembako beroperasi di dalam kota selama masa lebaran (H - 4 s/d H + 7), serta melarang parkir bagi kendaraan roda empat di sepanjang Jalan Malioboro, dan telah membuat rute-rute alternatif dalam kota untuk mengurangi potensi kemacetan lalu lintas.
Dalam kesempatan ini, Agus Budiono juga menjelaskan daerah-daerah yang rawan kemacetan sehingga para pengguna jalan diharapkan dapat mengantisipasi atau mengambil jalur alternatif lain untuk memperlancar perjalananya. Daerah rawan kemacetan antara lain, kawasan Malioboro, jalur lintas pemudik seperti Jl. Adisucipto, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Sudirman,  dan Jl. Diponegoro yang merupakan jalur mudik dari arah timur.
Sedangkan dari arah barat diperkirakan kemacetan terjadi di Jl. Kusumanegara, Jl. Sultan Agung, Jl. Senopati dan Jl. KHA Dahlan. Daerah lain yang diperkirakan macet yaitu simpang empat Pingit dan ruas jalan yang masih terdapat galian antara lain Jl. Batikan, Jl. Cokroaminoto, Jl. Atmosukarto, Jl. Emplasemen Lempuyangan, Jl. Yos Sudarso, JL. Abubakar Ali, Jl. Ngampilan, dan Jl. Veteran.

abi is agusbudi | Tanya Komputer