Detail Berita
KECAMATAN UMBUL HARJO DINILAI TIM GERAKAN SAYANG IBU DIY
28-12-2012

KECAMATAN UMBUL HARJO DINILAI TIM GERAKAN SAYANG IBU DIY

 

 

Tim evaluasi Kecamatan Sayang Ibu Daerah Istimewa Yogyakarta  yang diketua ibu dr. Siswatiningsih, melakukan evaluasi Kecamatan Sayang Ibu (KSI) di Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta. Evaluasi ini dilakukan dikelurahan Semaki, salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Umbulharjo (UH), Senin, (15/10/2012) siang. Rombongan tim evaluasi diterima langsung oleh Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti,  Ketua Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta ibu Anna Haryadi Suyuti, Camat Umbulharjo Agus Winarno, tujuh  lurah yang ada di kecamatan UH, para ketua Rukun Warga (RW) dan Rukun Tangga (RT), serta para kader PKK dan Posyandu.

Walikota Haryadi Suyuti mengatakan kegiatan Kecamatan Sayang Ibu merupakan sebuah gerakan untuk mewujudkan masyarakat sehat, sejahtera, bahagia. Gerakan ini juga merupakan tujuan dari Kecamatan Sayang ibu.  Sedangkan komponennya adalah menekan angka kematian ibu, menekan angka kematian bayi, angka kematian kehamilan,  dan angka kematian paska kelahiran. Keempat komponen ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam  rangka mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bahagia. “Kalau  keluarga sehata sejahtera, bahagia, inikan harapan mewujudkan generasi penerus bangsa yang memiliki kualitas sumber daya manusia  yang baik.” Ujar Walikota. 

Dikatakan untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat dan tangguh butuh sebuah proses.  Salah satu proses awalnya, menurut walikota adalah dengan mengadakan gerakan  Kecamatan Sayang Ibu (KSI). Walikota berharap KSI  yang sudah digerakkan di semua kecamatan yang ada di Kota Yogyakarta ini dapat pula dilanjutkan sampai tingkat kelurahan. Melalui gerakan KSI diharapkan proses awal kehamilan, persalinan sampai pendidikan usia anak usia dini (PAUD) dapat berjalan dengan baik. Kota pendidikan juga sangat tergantung dari supplay  sumber daya manusia yang mulai dibentuk sejak  sekarang. Program Keluarga Berencana (KB) juga  harus mendapatkan perhatian. Berbicara KB bukan saja sebuah program bagaimana membatasi jumlah anak menjadi dua orang anak tetapi bagaimana merencanakan sebuah keluarga. “Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk mendukung visi kota Yogyakarta menjadi kota pendidikan yang berkualitas, dan yang memiliki karakter,” tambah Haryadi.

Sementara itu, ketua tim evaluasi Kecematan Sayang ibu Dr. Siswatiningsih mengatakan kemampuan perempuan untuk hamil, melahirkan dan menyusui merupakan kodrat yang unik dan mulia bagi kelangsungan hidup umat manusia. Namun kemampuan ini sering menjadi beban bagi perempuan mengingat kaum perempuan sering termarginalisasi dan menjadi subordinasi pria sehingga perempuan sering dirugikan  dalam akses dan perolehan pelayanan  kesehatan yang berkualitas. Namun Siswatiningsih percaya hal ini tidak terjadi di  kota Yogyakarta terutama dalam hal pelayanan kesehatan. Permasalahan ini membutuhkan penanganan yang menyeluruh, terpadu dan kontinyu, dengan pendekatan pemberdayaan dan kemandirian. Untuk mendukung upaya tersebut, perlu dikembangkan sebuah kegiatan terpadu antara berbagai sektor baik pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam suatau gerakan sayang ibu.

Menurut Siswatiningsih, Gerakan Sayang Ibu merupakan gerakan masyarakat bersama pemerintah yang dilaksanakan untuk membantu masyakarat dan keluarag melalui peningkatan pengetahuan sikap dan perilaku agar dapat memamhami dan berperan serta  dalam  usaha penanggulangan masalah  yang dihadapi perempuan. Gerakan Sayang Ibu pertama kali dicanangkan pada tahun 1996 oleh  presiden RI, Suharto dan revitalisasi tahun  2007 oleh Hj. Ani Bambang Yudhoyono.  GSI perlu dikembangkan dengan perluasan jangkauan program  dan peningkatan variasi kegiatan yang  terintegrasi  dan upaya memperluas jaringan pelayanan yang bergerak  dalam GSI. Siwatiningsih berharap, di usia GSI yang hampir 20 tahun ini,  GSI sudah digerakkan hingga ke kelurahan. “Saya berharap 14 kecamatan yang ada di kota Yogyakarta  sudah melaksanakan GSI, setidaknya sepertiga dari kelurahan yang ada di Kota Yogyakarta,”ujar Siswatiningsih.

Ketua Kecamatan Sayang Ibu, Ir. Wawan Edy, B.Sc mengatakan  para kader dan semua elemen masyarakat di Umbulahrjo sudah siap untuk melaksanakan Kecamatan sayang ibu dengan berbagai programnya.

Usai upacara penyambutan di kelurahan Semaki, tim dibagi dalam tiga kelompok melakukan penilaian di tiga tempat yakni RW 04, 06 dan 07.  Apabila berhasil keluar sebagai juara KSI kecamatan Umbulharjo akan mewakili DIY ke tingkat nasional. (@mix)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer