Detail Berita
BANGUN KOMITMEN BERSIHKAN JOGJA DARI NAPZA
07-04-2008

BANGUN KOMITMEN BERSIHKAN JOGJA DARI NAPZA

Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto bersama Wakil Walikota Haryadi Suyuti, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Arif Noor Hartanto, Kapoltabes Kombes Agung Budi Mariyoto dan Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta Agus Riswanto,SH belum lama ini melakukan pemusnahan barang bukti perkara penyalahgunaan narkotika maupun psikotropika, dan makanan kadaluwarsa, bertempat di Taman Parkir Abubakar Ali. Tampak hadir pada acara pemusnahan antara lain perwakilan DPD GRANAT DIY, FPPN, CBN, NCC dan KCC.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut meliputi jenis narkotika golongan I berupa ganja seberat 384.557 gram dan serbuk putaw seberat 2.419 gram serta jenis psikotropika golongan II, III, dan IV dalam bentuk shabu-shabu seberat 2.788 gram. Juga terdapat pil extasy seberat 0.046 gram, pil lexotan seberat 667 butir dan miras dari berbagi jenis sebanyak 2179 botol.

Pemusnahan barang bukti meskipun secara substansi tidak akan langsung mengurangi atau menghilangkan permasalahan pernyalahgunaan dan peredaran gelap napza. Tetapi acara ini merupakan media untuk memperlihatkan kepada publik bahwa Kota Yogyakarta memiliki komitmen dan tindakan nyata dalam penanganan masalah napza.

Ketua Badan Narkotika Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutannya mengatakan, ”Permasalahan napza bagi Kota Yogyakarta merupakan isu yang sensitif terutama dalam upaya menjaga dan membangun Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang berkualitas. Wacana public tentang rawannya permasalahan napza di Kota Yogyakarta terlanjur sudah terbangun. Meskipun demikian secara obyektif kita masih bisa menyimpulkan bahwa permasalahan napza sebetulnya belum separah kota-kota lain yang telah sampai pada tahapan wilayah produksi. Dari berbagai kasus yang terjadi belum pernah ditemukan kasus produksi napza diwilayah Kota Yogyakarta atau Propinsi DIY. Kebanyakan kasus adalah lebih pada penyalahgunaan dan peredaran”.

Lebih lanjut dikatakan oleh Haryadi, ”Merupakan tugas bersama dalam mengeliminir peredaran gelap dan penyalahgunaan napza dan membangun wacana publik bahwa Kota Yogyakarta masih sangat ideal sebagai pilihan untuk pendidikan putra-putri dari seluruh penjuru daerah Indonesia. Perlu ditumbuhkan gerakan-gerakan massa atau gerakan-gerakan moral dalam skala yang luas untuk menyuarakan dan mengaktualisasikan dalam semua tindakan upaya-upaya bersama untuk melawan peredaran gelap dan penyalahgunaan napza. Mari kita bangun komitmen untuk membersihkan Kota Yogyakarta dari semua jenis dan bentuk Napza,” ajak Haryadi. (windut)

abi is agusbudi | Tanya Komputer