Detail Berita
SEPEDA MOTOR BUKAN UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR
28-12-2012

SEPEDA MOTOR BUKAN UNTUK ANAK DIBAWAH UMUR

 

 

Menjadi korban kecelakaan lalu lintas bukanlah takdir yang harus diterima dengan pasrah. Paradigma yang terlanjur melekat di masyarakat itu perlu diluruskan sebagaimana pesan keselamatan dari Kementerian Perhubungan bahwa ”Kematian memang takdir Tuhan, tetapi meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas karena lalai dan ceroboh sama saja menyongsong takdir dalam keadaan menzalimi diri sendiri.”

Komitmen penurunan angka korban kecelakaan hanya akan bisa terwujud dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat luas.  'Bersama, Selamatkan Anak Bangsa' - 'Saatnya Bertindak'.

Tingkat kesadaran berlalu lintas yang rendah ditambah kecerobohan yang umum dilakukan oleh masyarakat, menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan. Kecerobohan tersebuat diantaranya membiarkan anak dibawah umur mengendarai sepeda motor, tidak mengunci tali dagu helm, juga menelepon atau sms saat berkendara, dsb.

Seringkali menjadi hal jamak di masyarakat kita melihat pelajar dibawah umur (usia SMP) yang membawa sepeda motor ke sekolah. Hal ini menjadi keprihatinan bersama, dimana angka kecelakaan yang terjadi 60% diantaranya melibatkan sepeda motor, dan kebanyakan adalah anak-anak usia produktif.

Secara psikologis anak di bawah umur belum memiliki mental, fisik, ketrampilan dalam mengendarai sepeda motor dan sangat berbahaya untuk keselamatan, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta menghimbau, sebaiknya para orang tua yang memiliki putra/ putri untuk memberikan bimbingan, arahan, pengertian pada anak-anak kita yang belum cukup umur untuk tidak menggunakan sepeda motor karena membahayakan keselamatan mereka.

Berdasarkan data WHO tahun 2010, saat ini di seluruh dunia kecelakaan lalu lintas telah merenggut nyawa 1,3 juta orang per tahun atau 3.000 jiwa per hari. Jumlah tersebut melebihi angka korban perang. Sedangkan di Indonesia, menurut data kepolisian tahun 2011, jumlah korban meninggal dunia mencapai 31.186 jiwa per tahun atau setiap satu jam empat nyawa melayang.

Menilik tingginya angka korban meninggal dan luka-luka serta miliaran rupiah kerugian materi, mendesak adanya gerakan penyelamatan anak bangsa dari kematian sia-sia di jalan raya.

 

Sepeda motor bukan untuk anak dibawah umur, keselamatan lebih utama..!!

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer