Detail Berita
6 Parpol Terima Bantuan Rp. 665 Juta
28-02-2008

6 PARPOL TERIMA BANTUAN Rp. 665 JUTA

 

Pemerintah Kota Yogyakarta memberi bantuan Rp. 665 juta kepada 6 Partai Politik. Penyerahan dilakukan di Ruang Utama Bawah Balaikota belum lama ini. Penandatanganan berita acara serah terima dilakukan masing-masing ketua DPD/DPC disaksikan oleh Walikota Yogyakarta Herry Zudianto, Ketua DPRD Arif Noor Hartanto SIP, dan Ketua KPUD Kota Yogya Miftachul Alfin.

Bantuan keuangan diberikan berdasar jumlah keterwakilan anggota partai politik di DPRD Kota Yogyakarta, masing-masing kursi menerima Rp. 19 juta. Keenam parpol penerima bantuan antara lain DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebesar Rp. 209 juta (11 kursi), DPC Partai Amanat Nasional Rp 171 juta (9 kursi), DPD Partai Keadilan Sejahtera Rp 95 juta (5 kursi), DPD Partai Golongan Karya Rp 95 juta (5 kursi), DPC Partai Demokrat Rp 76 juta (4 kursi), dan DPC Partai Persatuan Pembangunan Rp 19 juta (1 kursi).

Dikatakan Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Pemuda dan Olahraga (kesbangpora) Kota Yogyakarta, Drs Agus Purwanto, dana bantuan berasal APBD tahun 2007 diberikan kepada parpol sesuai dengan Peraturan Daerah No.11 tahun 2006 tentang bantuan keuangan kepada Partai Politik bab VI pasal 9 dan pasal 10. Dana ini dimaksudkan untuk membantu kegiatan dan kelancaran administrasi kesekretariatan dalam rangka mewujudkan kehidupan demokrasi. Lebih lanjut dikatakan, bantuan keuangan diserahkan dengan cara mentransfer melalui rekening bank masing-masing parpol dan nantinya bukti transfer segera akan disampaikan kepada ketua DPD/DPC Partai Politik yang bersangkutan.

Sementara itu Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto mengatakan, sebagai kota pendidikan dan kota budaya, masyarakat Jogya dikenal sebagai masyarakat yang telah memiliki kedewasaan dan kematangan berpolitik. Didalamnya demokrasi tumbuh dan berkembang menampilkan mozaik yang indah di tengah komposisi masyarakat yang menunjukkan tingkat heterogenitas yang tinggi. Tapi alhamdulillah selama dalam perjalanan demokrasi tidak pernah ada gejala disintegrasi, bahkan disharmonipun tidak tampak terjadi. “Karena masyarakat Jogja dalam berdemokrasi lebih mengedepankan keselarasan. Dalam berpolitik masyarakat memiliki tujuan yang sama yaitu bagaimana akhirnya bangsa ini dapat menuju bangsa yang merdeka dalam arti sesungguhnya, berdaulat adil dan makmur.” kata Walikota.

Walikota selaku institusi Pemerintah Kota Yogyakarta berharap dengan lancarnya kesekretariatan maka tugas dan fungsi politik parpol dapat berjalan lancar. Bantuan keuangan parpol juga diharapkan penggunaannya tepat sasaran untuk meningkatkan kiprah partai.(isma)

abi is agusbudi | Tanya Komputer