Detail Berita
Kolom Walikota
05-11-2012

Mudahkan Pelayanan

 

Paradigma pemerintah sebagai pelayan masyarakat, menjadi amanat yang harus kami jalankan untuk melayani seluruh lapisan masyarakat Yogyakarta. Sebagai bentuk cerminan dari pelaksanaannya, seyogyanya kami harus mendahulukan segala bentuk pelayanan masyarakat dalam setiap kebijakan dan kesempatan tugas sebagai Walikota Yogyakarta.  Hal itu juga sepaham dengan motto “Dahulukan Masyarakat, Mudahkan Pelayanan, Utamakan Pencapaian untuk Indonesia.”

Beberapa terobosan kebijakan kita terapkan untuk mengotimalkan upaya pelayanan ini. Salah satunya adalah penataan parkir di kawasan Balaikota Yogyakarta. Banyaknya warga masyarakat yang akan mengakses pelayanan di Balaikota terpaksa memarkir kendaraannya di jalan. Selain menimbulkan kemacetan juga sering terjadi kecelakaan. Lahan parkir yang terbatas dan banyaknya kendaraan yang ada  menyebabkan pada setiap hari Jumat di sekitar komplek Balaikota terjadi kesemrawutan jalan yang cukup mengganggu lalu lintas dan mengganggu kenyamanan penduduk sekitar.

Banyak masukan dari masyarakat berkaitan dengan keadaan itu. Selain kondisi jalan di luar komplek Balaikota yang terlihat semrawut, juga banyaknya warga masyarakat yang enggan mengakses pelayanan di Balaikota pada hari Jumat. Mereka enggan berjalan kaki dari parkiran ke Balaikota cukup jauh. Mereka juga khawatir akan keamanan kendaraan mereka yang diparkir di luar. Karena itu kawasan parkir Balaikota Yogyakarta kita tata sehingga pelayanan masyarakat bisa lebih optimal.
Penataan parkir ini ini dilakukan semata-mata untuk memperlancar pelayanan di kompleks Balaikota.

Alasan inilah yang mengilhami kami untuk memperbolehkan kendaraan bermotor masuk kompleks Balaikota Yogyakarta pada hari Jum'at. Mengutamakan pelayanan kepada masyarakat itu lebih utama bagi kami para abdi masyarakat. Kebijakan ini kita lakukan bukan tanpa kajian sama sekali. Intinya, memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat itulah yang ingin kita lakukan.

Apalagi jam kerja di Pemkot Yogyakarta adalah lima hari dari Senin hingga Jum'at. Karenanya dengan lima hari kerja ini kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa terkecuali. Selain itu memberikan kenyamanan dan ketenangan kepada masyarakat terhadap kendaraan bermotornya yang diparkir di Balaikota Yogyakarta. Bagaimanapun spirit pelayanan maksimal ini yang terus kita jaga dan pupuk secara terus menerus. Hal ini juga membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama seluruh PNS dan karyawan Balaikota Yogyakarta.

Kebijakan kendaraan bermotor diperbolehkan masuk ke kompleks Balaikota bukanlah untuk menghapus gerakan Sego Segawe. Sebagai sebuah gerakan, Sego Segawe tidak akan bisa dihapus oleh Pemerintah, karena Sego Segawe bukan program pemerintah, namun milik seluruh masyarakat Yogyakarta. Gerakan Sego Segawe telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang mengakar dalam budaya lokal. Sego Segawe juga tidak bisa disamakan dengan funbike atau sejenisnya. Karenanya saya akan terus melanjutkan dukungan untuk Gerakan Sego Segawe.

Di Balaikota Jogja, sepeda tetaplah mendapat tempat yang istimewa setiap hari Jumat. Kawasan utama Balaikota yaitu sekitar halaman air mancur tetap tertutup untuk kendaraan bermotor. Hanya sepeda atau kendaraan tak bermesin saja yang diperbolehkan mengakses di lokasi strategis seputaran air mancur.

Kebijakan pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendukung gerakan Sego Segawe masih terus saya lanjutkan. Diantaranya penyediaan infrastruktur seperti jalur alternatif sepeda, ruang tunggu sepeda, fasilitas parkir sepeda di tempat umum, dan juga pengaspalan kembali jalur-jalur sepeda.

Kegiatan bersepeda di lingkungan Pemkot Yogyakarta juga terus digerakkan, baik sebagai alat transportasi dari rumah menuju tempat kerja maupun sebagai sarana olahraga. Setiap Jumat seluruh pegawai dilarang menggunakan kendaraan dinas jabatan baik roda 2 maupun roda 4 untuk transportasi ke tempat kerja. Jika dilanggar, sanksi akan diberikan yaitu kendaraan dinas jabatan dipool di kantor selama 1 bulan. Sedangkan kendaraan dinas operasional setiap Jumat juga harus dipool di masing-masing SKPD/Unit Kerja.

Kami juga mewajibkan pegawai yang tempat tinggalnya berdasarkan KTP berjarak kurang lebih 5 (lima) km dari tempat kerja, wajib menggunakan sepeda, atau kendaraan umum, atau diantar sebagai alat transportasi ke dan dari tempat kerja. 

Mari kita bahu membahu dan bersama-sama  meningkatkan dan mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat menuju Yogyakarta yang damai, maju dan sejahtera.

 

Salam Indonesia,

Salam Yogya,

Salam Haryadi Suyuti.

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer