Detail Berita
RW 2 SOSROWIJAYAN BEBAS ASAP ROKOK
05-11-2012

RW 2 SOSROWIJAYAN BEBAS ASAP ROKOK

 

Sebagai salah satu perkampungan di tengah kota yang banyak dikunjungi wisatawan, warga RW 2 Sosrowijayan menyadari pentingnya lingkungan yang sehat bebas asap rokok. Kini warga di RW 2 Sosrowijayan dengan 399 KK atau jumlah penduduk sebanyak 1500 jiwa bahu membahu saling menyadarkan orang-orang di sekitarnya akan pentingnya kawasan bebas asap rokok.

Kampung ini bertekad dapat menyusul 15 kampung lainnya di Kota Jogja yang sudah mendeklarasikan sebagai wilayah bebas asap rokok. Ipung Purwandari, ketua RW 2 Sosrowijayan menjelaskan bahwa program rumah bebas asap rokok akan dapat berjalan jika ada kesepakatan dengan warga. Karena program ini sifatnya pemberdayaan masyarakat sehingga pihaknya terus berupaya untuk mengajak masyarakat di wilayahnya. Warga diajak bicara dari hati ke hati untuk diberikan penjelasan akan bahaya asap rokok, hingga diharapkan tumbuh kesadaran sendiri.

Menuju kawasan bebas rokok di kampung ini dimulai dari program rumah bebas asap rokok. Perokok aktif dilarang merokok di dalam rumah, solusinya RW akan menyediakan tempat khusus untuk merokok.  Tak hanya bagi warga saja, bagi wisatawan yang berkunjung di kampung ini juga harus ikut mendukungnya. Warga harus dapat memberikan contoh yang baik kepada para tamu wisatawan.

“Menghentikan perokok secara langsung tidak mudah, namun pelan-pelan diberi penyuluhan dan tempatnya yang diatur,” jelas Ipung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tuty Setyowati menjelaskan bahwa program rumah bebas asap rokok sudah diterapkan sejak 2010 lalu. Sudah ada 15 RW yang mendeklarasikan diri sebagai rumah bebas asap rokok. Program ini merupakan kerjasama Pemkot Yogyakarta dengan Quit Tobacco Indonesia Fakultas Kedokteran UGM. Bertujuan untuk melindungi perokok pasif dari dampak perokok aktif. Ditargetkan pada 2014 semua RW sudah menerapkan program ini.

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer