Detail Berita
MENTERI AGAMA CANANGKAN GEMMAR MENGAJI JOGJA
05-11-2012

MENTERI AGAMA CANANGKAN GEMMAR MENGAJI JOGJA

 

Menteri Agama Republik Indonesia, Drs.H. Suryadharma Ali, M.Si canangkan Gerakan Masyarakat Maghrib Mengaji (Gemmar Mengaji) di kota Yogyakarta. Kegiatan launching diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta pada hari Rabu (26/9) bertempat di Masjid Diponegoro Balaikota.

Dalam laporan, kegiatan Ketua Baznas Kota Yogyakarta sekaligus Sekda Kota Yogyakarta, dra. Titik Sulastri mengungkapkan bahwa tema kegiatan ini adalah 'Menumbuhkan semangat cinta. pemahaman dan pengamalan Al Qur'an dalam rangka menciptakan masyarakat Yogyakarta yang agamis dan berbudaya'.

Maksud dan tujuannya adalah meningkatkan semangat cinta membaca, memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Al Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.  Menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat akan fungsi dan peran Al Qur'an bagi kehidupan manusia dan Menghidupkan kembali tradisi membaca/mendaras Al Qur'an setiap selesai shalat Maghrib di masjid, langgar, mushola dan rumah.

Peserta yang hadir saat itu adalah ustad dan santri TPA/TKA dan remaja masjid sebanyak 5.000 peserta. Dari para peserta inilah yang diharapkan bisa menjadi penggerak tradisi yang mulia, kebiasaan membaca al quran dari ba'da maghrib sampai dengan waktu isya. Baznas Kota Yogyakarta juga telah mencetak 10 ribu stiker gemmar mengaji, selain tiu akan bekerja sama dengan TPA dan TKA wilayah untuk monitoring ke rumah-rumah santri atau jamaah. Demikian laporan Titik Sulastri.

Dalam sambutannya Haryadi Suyuti mengungkapkan suatu kebahagiaan bagi umat muslim apabila mampu mengqatamkan al quran dan bisa mengamalkan, baik yang tersirat maupun yang tersurat dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta tatanan negara yang Baldatun toyyibatun warobun ghofur. Pemkot menyambut baik kegiatan pencanangan gemar mengaji dengan harapan terciptanya kembali kebiasaan mengaji ba'da magrib hingga menjelang Isya.

Ungkap Haryadi, keberhasilan kegiatan ini memerlukan peran serta berbagai pihak. Pemkot telah sepakat menetapkan bahwa rapat akan berhenti saat maghrib dan dilanjutkan setelah shalat isya. Pada saat ini Pemkot juga akan membantu kegiatan pencetakan al quran oleh Kraton Yogyakarta yang diperuntukkan dibagikan kepada masyarakat.  Forum Komunikasi Pimpinan

Daerah Forkompinda Kota Yogyakarta juga sepakat mengadakan semakan quran yang akan dilasanakan secara rutin dikuti oleh segenap pegawai. Selain menjalin silaturahmi, ini dimaksudkan untuk menggalakkan kebiasaan membaca dan mempelajari al quran sehingga pegawai yang mengamalkannya diharapkan bisa menjadi teladan bagi masyarakat. Diharapkan gerakan-gerakan yang dimotori oleh Pemkot ini bisa dikembangkan lagi oleh masyarakat.

Dalam sambutan Suryadharma Ali mengungkapkan apresiasi disampaikan kepada Pemkot Yogyakarta karena memprakarsai gerakan Gemmar Mengaji hingga menyebarkan banyak stiker Gemar Mengaji. Saat ini kita gelisah karena ada kejadian-kejadian seperti tawuran pelajar ada di masyarakat. Ini merupakan akibat tidak diberikannya pendidikan karakter kepada anak. Mengapa harus ada seminar, pertemuan-pertemuan ilmiah padahal orang tua sejak jaman dahulu telah mewariskan kebiasaan mengaji setelah maghrib. Kebiasaan seperti itu telah hilang karena anak-anak malah disuguhi tayangan televisi pada jam yang sama, acara yang bagus tetapi sama sekali tidak memiliki nilai edukasi. Acara yang berbau horor dan klenik bisa mempengaruhi keimanan dan kejiwaan anak. Maka mengaji setelah magrib bisa menjadi solusi pendidikan karakter anak dan yang paling baik adalah dilaksanakan

abi is agusbudi | Tanya Komputer