Detail Berita
WAWALI BERSAMA WAMEN PERTANIAN RI KUNJUNGI PENANGKARAN BIBIT DI BINJAI
22-10-2012

 

Wawali bersama Wamen Pertanian RI kunjungi Penangkaran Bibit di Binjai

 

Wakil Menteri Pertanian RI, Dr Rusman Heriawan Se, M.Si bersama Wakil Walikota Yogyakarta, H. Imam Priyono DP, M.Si lakukan kunjungan lapangan ke kebun penangkaran bibit dan lakukan memanen buah-buahan di Keluarahan Paya Roba Kecamatan Binjai Barat, Minggu (24/6)  dimana masyarakatnya sangat peduli mengembangkan tanaman holtikultura. Wawali bersama Wamen Pertanian berkunjung bersama setelah pada Sabtu (23/6) malam menghadiri makan malam perpisahan peserta Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) Pekan Pasar Tani Sumatera Utara dan Bazaar UMKM Kota Medan Wawali diajak untuk bergabung dengan rombongannya keesokan harinya. Pemkot Yogyakarta turut diundang karena Propinsi DIY akan menerima tongkat estafet menjadi tuan rumah PF2N 2013 dan nantinya akan diselenggarakan di kota Yogyakarta.

Dalam kunjungan lapangan Rombongan diterima langsung oleh Walikota Binjai, Idaham dalam peninjauan ini Wamen Pertanian, Wawali Yogyakarta dan Walikota Binjai secara simbolis memanen tanaman holtikultura unggulan jambu biji tak berbiji dan karena melihat banyaknya macam tanaman yang telah dikembangkan Wamen Pertanian menjadikan Kota Binjai sebagai Kota Buah. "Karena bukan hanya dikenal kota Rambutan tapi buah apapun ada disini.  Setiap masyarakat hendaknya menanam satu pohon buah-buahan di depan rumahnya masing – masing. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Kota Binjai bisa panen buah–buahan setiap saat tanpa membutuhkan musim panen sehingga tidak perlu impor buah", demikian ungkap Rusman Heriawan.

Sorenya dilangsungkan ceremonial penutupan PF2N 2012 yang bertempat di lapangan luas di samping Plaza Medan Fair yang terletak di Jalan Gatot Subroto Medan. Dalam penutupan acara tingkat Nasional ini dilakukan serah terima tongkat estafet secara simbolis penyelenggaraan PF2N 2013 dari Walikota Medan, Rahudman Harahap kepada Wamen Pertanian RI yang kemudian diserahkan kepada Propinsi DIY yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten II Provinsi DIY dr. Andung Prihadi S, M.Kes dan didampingi Imam Priyono.

Dalam sambutannya Wamen mengungkapkan apresiasi kepada penyelenggara dan para pemenang mensukseskan kegiatan ini. Holtikultura merupakan ilmu yang bernuansa seni yang tinggi jika penanganannya baik bisa mendatangkan keuntungan ekonomi yang tinggi.

Pelaksanaan PF2N 2012 dan Pelaksanaan Departemen Pertanian akan mengevaluasi terhadap  pengembangan holtikultura di setiap daerah. Diharapkan para peserta bisa saling bertukar informasi dan best practice sehingga produk yang dihasilkan dapat meningkat kualitas maupun kuantitasnya, selain itu akan terbangun jaringan yang baik antara penggiat dan pusat. "Diharapkan kesuksesan pelaksanaan PF2N  bisa pula terjadi di daerah lain yang diharapkan dapat meningkatkan variasi varietas tanaman holtikultura. Pelaksanaan PF2N 2013 dikota Yogyakarta nantinya harus lebih meningkat kualitasnya", demikian pesan Rusman Heriawan.

Setelah acara, terpisah Imam Priyono mengungkapkan selamat atas keberhasilan kota Medan menyelenggarakan kegiatan ini hingga bisa mendatangkan pengunjung 3 kali lipat dari yang ditargetkan. Diharapkan nantinya Yogyakarta bisa belajar keberhasilan penyelenggaraan di kota Medan ini. Direncanakan Kota Yogyakarta akan mengemas acara dengan menggabungkan jamu tradisional. Juga kebetulan acara hampir bertepatan dengan hari lahirnya Pemkot dan akan dipadukan dengan pelaksanaan Jogja Java Carnival yang juga merupakan event nasional di kota Yogyakarta.  Sehingga PF2N ini nantinya bisa menjadi momentum yang baik untuk mempromosikan pentingnya holtikultura, dimana ketahanan pangan itu menjadi hal yang pokok dan wajib dilakukan semua daerah.

Tambah Imam Priyono, Yogyakarta memang bukan kota penghasil pangan tetapi Yogyakarta sebagai kota budaya dan kota pelajar diharapkan mampu menciptakan intelektual-intelektual yang mampu menciptakan bibit-bibit tanaman varietas unggul. "Pemkot dalam hal ini Disperidagkoptan, nantinya bisa mulai menggalakkan masyarakat kota meskipun sempit lahannya dapat ditanami tanaman holtikultura dan pengembangan yang sifatnya pembibitan.

Pekan holtikultura bukan hanya menjadi milik Yogyakarta nantinya tetapi milik Nasional diharapkan agar semuanya ikut memeriahkan acara di Yogyakarta", demikian ungkap Imam Priyono. (byu)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer