Detail Berita
Mantan Walikota Yogyakarta Berpulang
28-02-2008

MANTAN WALIKOTA YOGYAKARTA BERPULANG

           

Yogyakarta kehilangan salah satu putra terbaiknya. H Ahmad, mantan Walikota Yogyakarta berpulang ke rahmatullah dalam usia 83 tahun pada hari Sabtu 8 Desember 2007 pukul. 06.30 WIB. Almarhum meninggal setelah sejak 18 November lalu dirawat di RS Bethesda karena menderita komplikasi jantung.

Almarhum menjabat Walikota Yogyakarta periode November 1975 sampai Mei 1981, dimakamkan di pemakaman keluarga belakang Masjid Agung Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur Minggu 9 Desember 2007. Sabtu (8/12) siang pukul 12.00 almarhum disemayamkan di Pendopo Balaikota, kemudian diberangkatkan ke Sidoarjo.

Ratusan takziah mengiringi prosesi pemberangkatan jenazah yang dilakukan secara militer. Hadir dalam kesempatan itu Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto, Wakil Walikota H. Haryadi Suyuti, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Arif Noor Hartanto dan segenap pejabat dan karyawan jajaran Pemkot Yogyakarta. Selain itu tampak hadir la mantan Walikota R. Widagdo dan Djatmikanto, serta mantan Bupati Bantul Sri Roso Sudarmo, kerabat dan sahabat almarhum.

Walikota Yogyakarta Herry Zudianto dalam sambutan upacara pemberangkatan jenazah mengungkapkan rasa kehilangan sosok yang sederhana. ”Beliau sangat sederhana. Beliau selalu memberikan nasehat bagi saya dalam melaksanakan tugas sebagai kepala pelayan masyarakat.” katanya. Nasehat almarhum yang dilakukan Walikota adalah kebijakan penghijauan kota.

Almarhum meninggalkan seorang istri Hj Mamik Parmiyadi, 9 putra-putri, 26 cucu, dan 18 buyut. Menurut Mamik, almarhum dikenal sebagai pribadi yang ramah dan dekat dengan keluarga. ”Bapak berpesan kepada kami untuk menjaga kerukunan keluarga” ujarnya. Almarhum lahir di Sidoarjo 26 November 1924, punawirawan TNI AD pangkat terakhir Kolonel, tinggal di Jalan Dr Wahidin Yogyakarta.

Selama menjabat sebagai Walikota antara kurun waktu 1975 – 1981, kiprah beliau  memantapkan administrasi pemerintahan dan pembangunan seperti kelembagaan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kemampuan PAD terus ditingkatkan dengan mengefektifkan berbagai pajak dan retribusi serta partisipasi masyarakat. Almarhum H. Achmad pada waktu itu memperhatikan prasarana yang mendukung perekonomian masyarakat seperti jalan tembus, pembangunan terminal bus, renovasi pasar, dan perumahan karyawan. Kerjasama antara eksekutf dan legislatif dimantapkan untuk menggali potensi daerah dan partisipasi masyarakat.(ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer