Detail Berita
Kolom Walikota
26-06-2012

SUMBER DAYA MANUSIA (sdm)  Berkarakter

Tentukan Masa Depan JOGJA

 

Tanggal 2 Mei 2012 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tonggak bersejarah bagi pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia ini dimulai dari Yogyakarta, atas peran Ki Hajar Dewantara kala itu. Artinya sudah sejak lama peran pendidikan di Kota Yogyakarta menjadi bagian penting bagi Indonesia.

Pembangunan sebuah kota ditentukan oleh oleh dua hal yaitu kemampuan Sumber Daya Manusia dan kemampuan Sumber Daya Alam. Namun, dalam hal ini kemampuan SDM menjadi penentu sebesar 80%, baru 20% lainnya ditentukan oleh kemampuan SDA-nya. Karena untuk kemajuan Kota Jogja ini saya konsentrasikan pada pembangunan SDM. Dengan harapan SDM yang baik bermula dari Kota Jogja akan mampu membawa kemajuan bagi negara.

Pembangunan SDM di Kota Jogja, dilandasi dengan pembangunan SDM yang berkarakter. Membangun karakter sangat penting agar menghasilkan SDM yang mempunyai nilai kokoh, beradab dan berbudaya. Saya ingin pelajar lulusan Kota Jogja adalah lulusan yang berkarakter. Hal ini dimulai dengan  membangun rasa percaya diri setiap manusia. Percaya diri untuk terus memiliki nilai dasar kemanusiaan seperti kebersihan, menghargai, kepedulian, kedisiplinan dan kasih sayang.

Menjadi pintar cerdas secara otak bukanlah segala-galanya jika tanpa diimbangi dengan karakter diri yang kuat. Orang pintar tidak bisa menjamin bisa berbuat apa saja. Dalam melakukan segala hal semua orang terikat oleh sistem. Sebagai contoh, dalam lingkungan keluarga ia akan terikat oleh sistem keluarga termasuk menghormati orang tua dan lainnya, juga dalam lingkungan sosial masyarakat ia harus mematuhi sistem sosial yang ada. Begitu pula di sekolah seorang pelajar akan terikat oleh sistem yang ada di sekolah. Dari sini pelajar ditempa, dididik dengan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi, yaitu nilai karakter pribadi dan juga nilai karakter bangsa.

Prosesnya di sekolah seorang pelajar harus menghargai aturan sekolah, menghargai sistem pendidikan, menghargai teman, dan guru. Kata kunci pendidikan karakter adalah menghargai bukan hanya orang lain tetapi juga sistem yang ada dan apapun yang ada`di sekitarnya.

Saya mencontohkan dalam hal menjaga nilai kebersihan. Dibandingkan Singapura, jumlah tempat sampah kita ini lebih banyak. Tetapi kenapa tingkat kebersihan di negeri kita jauh tertinggal dibandingkan Singapura ? Hal ini kembali pada nilai-nilai dan karakter manusianya. Nilai ini yang harus kita bangun pada anak-anak kita sedini mungkin, di keluarga, di masyarakat maupun di sekolah. Sedangkan peran pemerintah adalah berkewajiban untuk menyediakan infrastruktur yang mendukung hal itu.

Pendidikan karakter telah menjadi landasan dalam pembelajaran di sekolah-sekolah di Jogja. Jati diri dan perilaku anak-anak sekolah di Jogja diasah agar membentuk individu yang matang karakternya. Membentuk karakter yang baik ini juga penting sekali perlunya dukungan lingkungan masyarakat dan juga keteladanan dari orang-orang lain di sekitarnya.

 

Saya berharap dukungan dari masyarakat untuk berperan dalam membentuk karakter anak-anak Jogja. Dimulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat, ajari anak-anak kita untuk biasa saling membantu, saling menghormati, disiplin, taat peraturan dan lainnya.

Kekuatan dan kemajuan bangsa kita akan ditentukan karakter SDM-nya. Negara maju bukan terletak pada besarnya SDA tetapi lebih pada kualitas SDMnya. Begitupula kemajuan sebuah kota yang bukan ditentukan seberapa besar pendapatan asli daerah (PAD)nya tetapi ditentukan oleh kualitas SDM-nya yaitu SDM yang berkarakter.

 

Salam Jogja Salam Indonesia,

Salam Haryadi Suyuti.

 

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer