Detail Berita
Ibu Hamil Perlu Pendampingan
28-02-2008

IBU HAMIL PERLU PENDAMPINGAN

 

Ketidaktahuan ibu hamil menjaga kesehatan selama masa kehamilan serta kurangnya perhatian keluarga dan masyarakat, menyebabkan masih adanya angka kematian ibu (AKI) yakni 2 / 3404 di Kota Yogyakarta yang notabene fasilitas kesehatan di kota cukup representatif. Data tahun 2006 menunjukan terjadi 3 kasus per 4855 kelahiran hidup sedang tahun 2007 sampai Oktober terjadi 4 kasus per 4184 angka kelahiran. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Penggerak PKK Kota, Ibu Anna Haryadi Suyuti, ketika membuka  sarasehan  kader pendamping ibu hamil dan kiat sehat bagi ibu hamil, di kompleks Balaikota belum lama ini.

Anna menambahkan, merupakan kewajiban seorang ibu dan dukungan seluruh keluaga untuk menjaga anak sejak dalam kandungan. “Setiap ibu hamil memerlukan perhatian dan kasih sayang keluarga dan masyarakat agar dapat melakukan persalinan secara sehat dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas,” ujar Anna.

Istri Wawali berharap para kader tetap memberi pengertian dan pendampingan ibu hamil secara intensif untuk menjaga dan merawat kehamilan sampai melahirkan serta merawat bayi secara benar. Disamping itu, semua kader hendaknya mendampingi dalam pemenuhan gizi dan memberi pengertian tentang makanan yang sehat. Lebih dari para kader dapat mensosialisasikan dan sebagai fasilitator bagi ibu hamil dalam menggunakan fasilitas pemerintah seperti voucher ibu hamil, gerakan sayang ibu dan lain-lain. “Voucher ibu hamil dari pemkot belum banyak diakses  masyarakat, karena ada yang belum tahu voucher tersebut. Untuk itu para kader diharapkan bisa membantu para ibu hamil untuk mendapatkan voucher tersebut,” harap Anna.

Mengenai merawat anak, Anna Haryadi mengatakan, setiap ibu hamil harus memperhatikan anak dalam kandungannya. Karena proses perkembangan anak dimulai dari masa pranatal yakni sejak berada dalam rahim ibu perkembangan fisik dan mental maupun kecerdasan mulai tumbuh. “Oleh karenanya memperhatikan perkembangan pranatal bagi anak sangatlah penting. Dicontohkan, ibu hamil jangan selalu tegang tapi harus sering rileks, mendengarkan musik klasik agar anak yang dikandungnya kelak tumbuh cerdas,” imbuhnya.

Sementara itu Dr. H. Hasto, Sp.OG tampil sebagai pembicara, mengatakan ada beberapa komplikasi bahaya persalinan harus diantisipasi setiap ibu hamil yakni, pendarahan, preeklampsia atau keracunan kehamilan dan infeksi. Untuk menghindari, Dr. Hasto mengingatkan agar hamil dan melahirkan pada usia reproduksi sehat yakni usia 20 sampai 35 tahun, mengenal pertumbuhan kehamilan termasuk letak dan posisi janin, ari-ari, ukuran bayi serta mengetahui perkiraan dokter, apakah bisa melahirkan atau tidak.

Disamping itu lakukan kontrol secara rutin ke bidan atau dokter, melahirkan di tempat yang aman seperti di rumah sakit dan rumah bersalin terutama mereka yang tergolong beresiko tinggi. Dr. Hasto menambahkan yang penting adalah kesiapan keluarga dan suami ketika persalinan dilaksanakan.(@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer