Detail Berita
kolom walikota
07-03-2012

MENUJU YOGYAKARTA YANG SEJAHTERA DAN HUMANIS

 

 

Mengolah Kota Yogyakarta yang sejahtera, berwajah lebih humanis dan bersahabat, dimana perilaku warga saling menghargai, didukung tata kota yang baik dan terarah hingga membuat warganya hidup nyaman akan tercapai dengan menerapkan konsep pembangunan yang peduli terhadap rakyat kecil dan tidak melupakan unsur-unsur lokal.

Kota Yogyakarta yang multikultur adalah gambaran miniatur Indonesia seutuhnya. Disinilah seluruh warga kota Yogyakarta dengan berbagai latar belakang dapat hidup rukun, damai, tanpa membeda-bedakan suku, agama, maupun status sosialnya. Yogyakarta menjadi kawah candradimuka bagai pemimpin-peminpin bangsa, disini mereka belajar mengasah ilmu dan tumbuh manusia kualitas terbaik. Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan, namun lebih karena semangat juang dan kesadaran kebudayaan yang begitu kental. Kultur dan kepemimpinan Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono Ingkang Jumeneng  dan Sri  Paduka Pakualam Ingkang Jumeneng yang mengakar adalah cerminan tahta untuk rakyat, manunggaling kawulo Gusti.

Kota Yogyakarta 2011– 2016 akan dibawa untuk menuju  “Terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Berkarakter, dan Inklusif;  Pariwisata Berbasis Budaya;  dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan”. Spirit dasar untuk menggerakkannya adalah Gotong Royong memenangkan hati rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Yogyakarta yang  berdasar Pancasila”.

Hal itu mampu menggambarkan keberpihakan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Sebuah pembangunan yang tidak digerakkan oleh motif ekonomi semata yang sering terjebak pada pertumbuhan tanpa keadilan namun lebih mencerminkan watak pembangunan yang digerakkan oleh kekuatan ekonomi rakyat, dan bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal.

Menuju keadaan ideal di masa depan ada langkah yang sistematis yang harus dijalankan yaitu :

1.      Memperkuat Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan  inklusif

2.      Memperkuat dan mengembangkan  keterpaduan Kota Yogyakarta sebagai Kota Pariwisata, Kota Budaya dan Kota Perjuangan

3.      Memperkuat daya saing Kota Yogyakarta yang unggul dalam pelayanan jasa

4.      Memperkuat Kota Yogyakarta yang nyaman dan ramah lingkungan

5.      Memperkuat masyarakat Kota Yogyakarta yang toleran, inklusif, bermoral, bermartabat, beretika, beradab dan berbudaya

6.      Memperkuat tata kelola pemerintahan Kota Yogyakarta yang baik, bersih, berkeadilan, demokratis dan berlandaskan hukum.

7.      Memperkuat Kota Yogyakarta yang aman, tertib, bersatu dan damai

8.      Memperkuat pembangunan sarana dan prasarana yang berkualitas dan aksesibel bagi seluruh warga Yogyakarta termasuk warga yang mempunyai perbedaan kemampuan (difabel).

9.      Mewujudkan Kota Yogyakarta Sehat.

10.  Mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berpihak kepada masyarakat yang kurang mampu.

Adapun strategi pembangunan yang akan dijalankan untuk memastikan tercapainya visi dan terlaksananya misi adalah:

1.    Meningkatkan kualitas dan kapasitas kinerja Pemerintah Daerah agar mampu menjalankan kewajiban konstitusionalnya, yaitu memberikan perlindungan dan pelayanan, serta memberdayakan segenap warga masyarakat kota Yogyakarta. Suatu Pemerintah Daerah yang baik adalah Pemerintah Daerah yang terbuka, dapat dipercaya, partisipatif dan senantiasa berjalan di atas prinsip-prinsip demokrasi, mendapat kepercayaan kepercayaan dari rakyat serta bersedia untuk membangun kemitraan yang luas. Hal ini akan menjadi modal dasar bagi terciptanya pembangunan yang mensejahterakan masyarakat, dan memastikan masyarakat mendapatkan hak-hak dasarnya.

2.    Meningkatkan kualitas dan kapasitas sumberdaya manusia di Kota Yogyakarta. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia menjadi dasar bagi pembangunan dan bersifat sangat strategis bagi pembangunan Kota Yogyakarta di masa kini dan akan datang. Pengalaman membuktikan bahwa kualitas SDM-lah yang menjadi penentu tingkat peradaban manusia. Singapura adalah gambaran nyata, bagaimana kualitas manusia membangun sistem pemerintahan dan perekonomian yang berorientasi pada jasa.

3.    Mendorong dan memfasilitasi berjalannya ekonomi kerakyatan yang berkualitas, berkelanjutan, berbasis kewilayahan, dan berpihak kepada masyarakat Kota Yogyakarta. Ekonomi kerakyatan adalah pilihan terbaik bagi pemerintahan Kota Yogyakarta. Ekonomi rakyat adalah tatanan ekonomi di mana rakyat menjadi pelaku ekonomi yang utama, bukan perekonomian yang dikuasai oleh modal dari luar atau modal asing.  Itulah kunci keberhasilan rakyat Yogyakarta menghadapi bencana alam beberapa waktu yang lalu, dan karena itulah mengapa Yogyakarta berhati nyaman. Pemberdayaan pasar tradisional harus menjadi skala prioritas. Selain itu, ekonomi rakyat yang tumbuh secara berdikari harus terus kita perkuat.

Konsistensi dan kontinuitas pembangunan yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan akan terus diwujudkan, dengan disesuaikan dengan kondisi dan tantangan yang selalu berubah. Saya sebagai pendamping Pak Herry Zudianto selama 5 tahun terakhir ini sudah banyak belajar bagaimana melakukan tata kelola bagi Kota Yogyakarta. Segala program kebijakan yang selama ini telah dilakukan akan terus dikembangkan dan dijaga kontinuitasnya dengan memadukan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan. Banyak keberhasilan yang telah terbukti dengan diraihnya berbagai penghargaan tingkat nasional maupun internasional.

Program-program kedepan yang akan dijalankan adalah :

Pertama, program pemberantasan korupsi.

Pemberantasan korupsi harus dilakukan terus menerus melalui penataan birokrasi; melalui perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dan memberi ruang bagi partisipasi masyarakat.

Kedua, program jaminan pelayanan publik tanpa komersialisasi.

Adanya pelayanan publik tanpa komersialisasi menjadi ciri terpenting agar pemenuhan kebutuhan pokok rakyat di bidang pendidikan, kesehatan, perumahan dan jaminan terhadap penghidupan yang layak dapat dipenuhi sesuai perintah konstitusi.

Selanjutnya di bidang kesehatan adanya pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk seluruh rakyat Kota Yogyakarta. Antara lain dengan mewujudkan rumah sakit tanpa kelas di Kota Yogyakarta, mewujudkan pelayanan Puskesmas 24 jam di 18 Puskesmas di seluruh Kota Yogyakarta, dan penyediaan dokter spesialis di Puskesmas.

Di bidang pendidikan, program diarahkan untuk mewujudkan prinsip  pendidikan untuk semua, memperbanyak fasilitas belajar nonformal di kampung-kampung. Harus diupayakan Kota Yogyakarta tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah, termasuk anak difabel. Pada intinya  pelayanan publik harus bertumpu pada upaya memanusiakan rakyat Kota Yogyakarta.

Ketiga, program penciptaan lapangan kerja bagi rakyat yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan. Ke depan kita arahkan Kota Yogyakarta menjadi kota yang tidak pernah tidur dan senantiasa bergerak satu arah untuk kemakmuran rakyatnya. 

Keempat, program seni, budaya dan pariwisata yang bertopang pada budaya Jawa.

Kota Yogyakarta yang sejahtera dan humanis akan terwujud dengan totalitas yang dibangun bersama pemerintah dan masyarakat. Tentunya saya berharap dukungan dari media untuk dapat menjadi penyalur aspirasi dan komunikasi yang transparan, terlebih dengan diterapkannya UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dimana masyarakat berhak mendapatkan informasi secara transparan.

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer