Detail Berita
PROFIL WAKIL WALIKOTA YOGYAKARTA IMAM PRIYONO DWI PUTRANTO
07-03-2012

PROFIL WAKIL WALIKOTA YOGYAKARTA IMAM PRIYONO DWI PUTRANTO

 

 

Sosok Wakil Walikota Yogyakarta periode 2011-2016 ini bukan orang asing bagi masyarakat Kota Yogyakarta. Kiprahnya telah dikenal sejak tahun 80-an ketika Imam masih remaja. Imam kecil hingga dewasa tumbuh sebagai anak kampung di lingkungan Kemetiran Kidul bersama orangtua dan 3 saudaranya.

Ayahnya alm wardoyo Sastrosudirjo yang wafat pada 1986 bukan orang besar yang kaya materi, untuk menghidupi keluarganya segala pekerjaan dilakoni. Menjadi penjual jamu bahkan pernah bekerja sebagai penjaja ramalan di pinggir jalan. Ibunya Sudarini seorang ibu rumah tangga yang teguh dalam mendidik anak-anaknya. Buyut dari Kyai Haji Johar seorang ulama Kauman ini dididik dengan dasar ilmu agama yang kuat. Imam remaja pun dikirim orangtuanya untuk nyantri di Pesantren Kyai Marjuki Imogiri.

Pendidikan formalnya dimulai di SD Netral C Yogyakarta, SMPN 5 Yogyakarta, SMPPN 10 Yogyakarta (SMA 8),  STIE YKPN Yogyakarta dan Pasca Sarjana FE Akuntansi UGM.  Semasa kuliah di STIE YKPN ini pula Imam ketemu tambatan hatinya, gadis manis bernama Suryani teman satu angkatannya. Gayung bersambut, ikatan cintanya berlanjut ke pelaminan pada 11 April 1992.

Di rumahnya yang asri di Karangjati Bantul pria yang gemar membaca dan berolahraga bilyard ini tinggal bersama istrinya Suryani dan kedua putranya Lafrant Ilham Putra Priyono (18 thn) kuliah di Fakultas  Hukum UII dan Vinsa Risqi Putra Priyono (9 thn) sekolah di SD Jetisharjo.

Dengan terpilihnya Imam menjadi Wakil Walikota Yogyakarta, Ibu Suryani siap untuk mendukung penuh sang suami mengemban amanah tersebut. Dirinya akan menempatkan diri secara proporsional sebagai pendamping suami. Karena ia juga sudah terbiasa  menjadi teman diskusi yang baik untuk mendorong sang suami selalu bersikap bijaksana.

Meskipun sekilas Imam tampak orang keras, namun dibalik itu kelembutan hatinya selalu tercurah untuk anak dan istrinya. Baginya keluarga adalah segala-galanya, dia tidak pernah mendahulukan kepentingan pribadi diatas kepentingan keluarganya. Kelembutannya terhadap keluarga dibuktikan Imam dengan kepindahannya dari luar kota ke Jogja hingga masuk PDAM Tirtamarta meski dengan konsekuensi penurunan penghasilan. “Saya ingin berkumpul dengan keluarga”.

Disinggung mengenai sikapnya sebagai orang nomor dua dibawah Pak Haryadi, Imam mengatakan, “Saya nanti sebagai AB 2 akan sangat loyal terhadap Pak haryadi, saya akan dukung kebijakan AB 1 dengan tambahan-tambahan pemikiran. Mungkin orang kadang melihat saya keras dalam pengambilan keputusan, namun saya mohon untuk selalu diingatkan.”

Saya juga mendoakan simbol Kota Jogja yang baru ‘Haryadi Suyuti’ untuk dibersihkan hatinya agar menjadi pemimpin yang tidak memiliki rasa benci, iri dan dengki, sehingga dapat melakukan amanah ini dengan baik dan adil di masyarakat serta adil untuk bawahannya, segala keputusannya selalu didasarkan atas pemikiran-pemikiran dan amanah. Bersama Pak haryadi saya juga akan mengawal agar jalannya pemerintahan di kota Yogyakarta berlangsung menjadi pemerintahan yang baik dan bersih.

Riwayat Pekerjaan :

1.      Asisten Dosen di Akademi Akuntansi YKPN

2.      Asisten Dosen STIE YKPN

3.      Staf Pengajar AKA Semarang

4.      Staf Pengajar Universitas Janabadra

5.      General Manager High Life (Gulas) Semarang

6.      Manajer Nayati Semarang

7.      Depot Account Executive ICI Paints

8.      Audit and Tax Consultan

9.      Ketua DPD PERPAMSI Propinsi DIY

10.    Sekjen Dewan Pengawas DAPENMA PAMSI Jakarta

11.    Direktur PDAM Tirtamarta Yogyakarta

 

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer