Detail Berita
JOGJA TERMUDAH MENDIRIKAN USAHA : SURVEY IFC 2012
07-03-2012

JOGJA TERMUDAH MENDIRIKAN USAHA : SURVEY IFC 2012

 

 

Kota Jogja masih menduduki peringkat teratas dan peringkat ke-4 dunia dalam kemudahan mendirikan usaha dari Survey Doing Business tahun 2012. Peringkat ini diraih Kota Jogja untuk keduakalinya sejak 2010 dalam survey yang dilakukan oleh IFC (International Finance Corporation – Bank Dunia) di 20 kota di Indonesia dan 183 negara ini. Survey dilakukan untuk membandingkan kebijakan usaha di 20 kota dan 183 perekonomian dunia. Dalam survey ini Indonesia berada di posisi 129 dari 183 negara. Survei ini juga membuktikan kemajuan pesat di 20 kota dalam upaya mempermudah pengusaha untuk merintis bisnisnya.

Mendirikan usaha di Kota Jogja dalam survey ini hanya membutuhkan waktu 29 hari dan melalui 8 prosedur, hal jauh lebih sedikit dari rata-rata Indonesia pada indeks global pada indicator sama yang mencapai 117 hari. Biaya yang dibutuhkan kurang lebih 18,5 persen dari pendapatan perkapita. Hal ini karena di Kota Jogja sudah tersedia layanan terpadu satu pintu.

Dalam kemudahan mengurus izin mendirikan bangunan Kota Jogja berada pada posisi ke-5, dibutuhkan waktu selama 51 hari dan melalui 7 prosedur dengan biaya 85,5 % dari pendapatan perkapita.

Sedangkan dalam pendaftaran property di Kota Jogja berada pada peringkat ke-6 yang memakan waktu selama 36 hari dan melalui 6 prosedur. Untuk hal ini dibutuhkan biaya sebesar 10,88% dari nilai property.

Ketiga layanan tersebut dilakukan oleh Dinas Perizinan Kota Yogyakarta dengan motto-nya ’Bukan Janji Tapi Pasti’, dan selalu mengedepankan visi pelayanan : Terwujudnya Pelayanan Yang Pasti Dalam Biaya, Waktu, Persyaratan dan Akuntabel di Bidang Perizinan.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti Kamis (2/2) di Balaikota mengatakan, Hasil survey ini menjadi tantangan bagi Kota Jogja untuk terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik. Bagi Saya tata kelola pemerintahan ini menjadi penting bukan sekedar trend tapi memang selayaknya harus diberlakukan.

Dalam hal kemudahan berusaha di Kota Jogja pada hasil ini akan menjadi referensi badan-badan dunia untuk membentuk layanan perizinan. Dengan adanya berbagai kemudahan terhadap pendirian usaha hal ini juga akan menjadikan rekomendasi bagi IFC untuk berusaha di Indonesia.

Di Kota Jogja saat ini investasi cenderung meningkat, ada sekitar pengajuan 1000 IMBB dalam setahun meskipun peningkatan nilainya tidak terlalu tajam. Pemerintah mempunyai peran sebagai fasilitator dalam memberikan kemudahan. Di Jogja juga sudah tersedia layanan Gerai Investasi, Advice Planning, dan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang memudahkan untuk itu.

Sementara Menpan dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengatakan, Survei Doing Business ini telah mempu berperan dan mendorong reformasi kebijakan usaha, karenanya pihaknya akan menindaklanjuti survei untuk meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan bagi calon pengusaha.

Selain Kota Jogja peringkat kedua dan seterusnya adalah Palangkaraya, Surakarta, Semarang, Banda Aceh, Gorontalo, Balikpapan, Jakarta, Denpasar, Mataram, Palembang, Bandung, Pontianak, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Makassar, Jambi, Medan dan Manado. Demikian seperti dirilis IFC Selasa (31/01). Menurut Augusto Lopez-Claros Direktur Global Indicators and Analysis Departement Bank Dunia, Survey Doing Business yang dilakukan tahun ini merekam reformasi usaha di berbagai kota. (ism)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer