Detail Berita
WARGA MERGANGSAN SIAP ANTISIPASI BENCANA LAHAR DINGIN CODE
07-03-2012

WARGA MERGANGSAN SIAP ANTISIPASI BENCANA LAHAR DINGIN CODE

 

 

Warga masyarakat Mergangsan khususnya yang tinggal di dekat aliran Kali Code menyatakan siap menghadapi ancaman bencana lahar dingin, kesiapan ini terlihat jelas saat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Mergangsan dan Tagana Kota Yogyakarta  bekerjasama dengan  Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta instansi terkait mengadakan simulasi penanganan bencana banjir lahar dingin Kali Code, simulasi dipusatkan di sebelah selatan Jembatan Tungkak, Sabtu (4/2).

Hadir dan mengikuti simulasi penanganan bencana ini, Walikota Yogyakarta, H Haryadi Suyuti dan Kepala Kantor PBK Linmas Kota Yogyakarta, Sudarsono, Muspika Kecamatan Mergangsan dan warga masyarakat dari RW 20, 21 dan RW 10 Brontokusuman.

Diskenariokan, sebanyak 5 penambang yang sedang mengambil pasir di Kali Code hanyut karena datangnya air bah dari arah hulu Kali Code, padahal aparat sudah memperingatkan mereka untuk naik karena telah diinformasikan bahwa di hulu Kali Code hujan lebat. Berkat kesiapan warga masyarakat khususnya Taruna Siaga Bencana yang telah berjaga di tempat tersebut maka warga yang hanyut bisa diselamatkan dan mendapatkan perawatan medis.

Karena situasi semakin mengkhawatirkan, maka penduduk di sekitar tempat tersebut diungsikan ke tempat yang lebih aman. Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti juga ikut mengungsi menggunakan Mobil RTU Dinas Sosial ke pusat penampungan pengungsi di Posyandu Tempuyung RW 10.

Di Posyandu Tempuyung RW 10 ini digunakan sebagai dapur umum yang dilengkapi dengan berbagai pelayanan posyandu, PAUD, Warung Gizi, Deteksi Dini Tumbuh Kembang Bayi/Anak, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang, Demo Memasak dan Inspeksi Sanitasi Lingkungan Banjir.

Seusai simulasi, H. Haryadi Suyuti menyampaikan apresiasinya kepada warga Brontokusuman yang telah menyiapkan diri menghadapi bencana dengan baik dan menghimbau agar simulasi yang telah dilakukan menjadi sebuah prosedur tetap yang harus dilakukan manakala terjadi bencana yang sesungguhnya.

“Karena namanya pelatihan penanggulangan bencana kita melihat secara langsung apa yang terjadi manakala terjadi bencana, ini merupakan sebuah kegaiatan yang terus menerus kita lakukan, dan dengan mengikuti simulasi ini diharapkan masyarakat benar-benar paham apa yang harus dilakukan manakala terjadi bencana sehingga pada saat bencana tidak timbul kepanikan dan korban jiwa, kemana harus meninggalkan tempat bencana, mampu mengkonsolidasi keluarga dan warga masyarakat sekitar, dan mampu mengelola bantuan yang ada ” kata H. Haryadi Suyuti.

Turut mendukung dalam simulasi penanganan bencana ini, personil dan peralatan dari Puskemas Mergangsan, Yes 118, Dinsosnakertran, Mobil Kelurahan Siaga, dan Kantor Penanggulangan Kebakaran Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Yogyakarta dan Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta dan TP PKK Kecamatan Mergangsan.

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer