Detail Berita
KOTA JOGJA GELAR MUSRENBANG RPJMD 2012-2016
07-03-2012

 KOTA JOGJA GELAR MUSRENBANG RPJMD 2012-2016

 

 

Rancangan akhir RPJMD 2012-2016 telah selesai dibahas dalam Musrenbang yang digelar di Ruang Utama Atas Balaikota Yogyakarta, Kamis (02/02). RPJMD merupakan
acuan pembangunan Kota Yogyakarta hingga lima tahun ke depan. Sebelumnya draft tersebut telah dirampungkan penyusunanya oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Program yang berhubungan dengan  pengurangan kemiskinan dan pengangguran menjadi priorotas dalam RPJMD ini.  Menurut Walikota Haryadi Suyuti, RPJMD 2012-2016 ini didasarkan pada komitmen mereka  ( Haryadi Suyuti  dan Imam Priyono) pada saat  kampanye pemilukada beberapa waktu lalu yakni pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

“Saya dan pak Imam kalau ditanya, pembangunan kita untuk apa.  Kita selalu bicara untuk rakyat..untuk rakyat dan untuk rakyat. Ini menjadi acuan kita. Sehingga saya berharap semua program pada lintas SKPD ini juga bisa berorintasi kepada kepentingan rakyat,” ujar Walikota.

Haryadi menjelaskan pula bahwa orientasi yang dimaksud adalah pengurangan kemiskinan dan pengurangan  pengangguran. Cara yang paling tepat menurutnya adalah dengan cara melakukan perputaran ekonomi yang dibarengi dengan meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan. 

“Saya juga berharap   apa  yang tumbuh dan berkembang di wilayah kelurahan  dan kecamatan dapat sinkron dengan RPJMD. Jangan sampai, nanti masyarakat maunya apa, kita maunya apa sehingga nanti tidak sinkron,” tambah Haryadi.

Haryadi berharap rumusan RPJMD ini benar-benar  bisa menampung aspirasi dari peserta yang hadir, dan bisa diimplementasikan dengan baik di masyarakat. “Bukan sebuah cita-cita di awang-awang, tetapi benar benar bisa terimplementasi dan terukur dari waktu ke waktu.  Poin  pentingnya adalah  bahwa RPJMD ini bisa diukur kinerjanya dari  tahun ke tahun,” imbuhnya. Haryadi juga berharap partisipasi mitra kerja pemerintah yakni legislatip dan komisi  agar program pembangunan  yang berorientasi   kepada kesejahteraan masyarakat ini  bisa benar – benar terukur.

Kegiatan Musrenbang ini diikuti Sekitar 100 orang pemangku kepentingan dari berbagai elemen masyarakat seperti Walikota  dan Wakil Walikota Yogyakarta,Pimpinan DPRD Kota Yogyakarta, Pimpinan Komisi DPRD Kota Yogyakarta, Bappeda Propinsi DIY, Sekretaris Daerah, Asisten, Staf Ahli  dan Tenaga Ahli, SKPD atau Unit kerja, Asosiasi LPMK, PKK, LSM, Perguruan Tinggi dan Tokoh masyarakat.

Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengungkapkan, ada 3 pilar yang harus dilalui dalam perumusan RPJMD yaitu  pilar politik, teknokratik dan partisipasif. "Pilar politik menyangkut visi misi walikota saat kampanye dulu. Sedangkan teknokratik sudah dilakukan bersama jajaran SKPD. Musrenbang merupakan bagian dari pilar partisipatif," terangnya.

RPJMD yang disusun Pemkot Yogyakarta tersebut bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Diakui Aman, setelah dikonsultasikan ke Gubernur, draft tersebut kemudian akan dikirim ke DPRD Kota Yogyakarta untuk disahkan sebagai raperda RPJMD 2012-2016. (@mix)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer