Detail Berita
JEMBATAN AMARTA DIRESMIKAN SULTAN HB X
06-03-2012

 

 

JEMBATAN AMARTA DIRESMIKAN SULTAN HB X

 

 

 

Jembatan Amarta  yang melintang di Kali Code wilayah Kleringan diresmikan Gubernur DIY Sultan HB X, Selasa (03/01), ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan buntal bunga melati secara bersama-sama oleh Sultan HB X, Walikota Yogyakarta H. Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono dan Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta Sinarbiyat Nujanat. Jembatan baru yang berdampingan dengan jembatan kewek itu menghubungkan kecamatan Jetis dan Gondokusuman.  

Menurut Sultan, Jembatan Amarta belum bisa menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi kemacetan di Kota Yogyakarta khususnya, arus lalulintas yang menuju Malioboro. Untuk itu Pemerintah Kota Yogyakarta segera melakukan pembangunan infrastruktur. Sultan juga memprediksi penduduk Kota Yogyakarta akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2025. “Hal ini harus segera dipikirkan, jika ditunda maka kepadatan akan semakin parah dan warga semakin tidak nyaman,” tandasnya.

Sultan juga menyarankan agar ada pembangunan kantong-kantong parkir baru yang ada di sepanjang Malioboro, bahkan Sultan juga mengusulkan Malioboro untuk dijadikan pedestrian. “Untuk mewujudkan pedestrian memerlukan area sekitar 3 ribu meter persegi, untuk mengganti lahan parkir, selain Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul harus ikut memikirkan hal ini,” pintanya.

Seusainya penandatanganan prasasti, Sultan meminta kepada Mantan Walikota Yogyakarta, Herry Zudiato untuk membuka selubung yang melintang di Jembatan Amarta. “Saya meminta kepada Pak Herry untuk menamai jembatan ini, oleh Pak Herry jembatan ini diberi nama Amarta. Nama Amarta ini sebagai kenangan Pak Herry Zudianto yang pernah menjadi Walikota, jadi saya juga perlu mengucapkan terimakasih pada Pak Herry,” kata Sultan.

Sementara itu Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, menyambut baik usulan Sultan HB X, dimana pihaknya sudah melakukan kajian tentang lalu lintas di Malioboro sehingga mulai tahun ini Pemkot akan melakukan penataan Malioboro. “Secara bertahap akan kami lakukan, salah satunya dengan optimalisasi sirip-sirip Malioboro sebagai kantong parkir,” katanya.

Haryadi Suyuti juga berharap agar pembangunan Jembatan Amarta ini akan turut memperlancar arus lalu lintas menuju Malioboro. Menurut Haryadi penamaan Amarta ini diharapkan menjadi simbol Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta.

Kadinas Kimpraswil Toto Suroto mengatakan Jembatan Amarta ini dibangun sejak 13 Juni hingga 16 Desember 2011, biaya yang dianggarkan sebesar Rp 12 Milyar dengan perimbangan antara dana Pemerintah Propinsi DIY Rp 8 Milyar dan Pemkot Yogyakarta Rp 4 Milyar. Panjang jembatan 37 meter dan lebar 18 meter dengan kekuatan hingga 20  ton dan ketahanan selama 50 tahun.  (and)

 

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer