Detail Berita
MENGELOLA SAMPAH ALA TEGALKEMUNING
05-01-2012

 

Usaha untuk memerangi sampah, Pemerintah Kota Yogyakarta tidak Pernah surut. Hal ini dilakukan agar keindahan Kota semakin tertata dan rapi. Sampah yang selama ini dianggap musibah bagi beberapa orang yang bukan pemerhati, namun sampah juga sebagai berkah bagi mereka yang peduli. Sebagian orang yang memperhatikan sampah baik cara mengolah maupun mendaur ulang sampah tersebut bukan sebagai mesibah lagi melainkan berkah yang mendatangkan rupiah.

Sebut saja kelompok tegal kemuning 10 beralamat di Tegal Kemuning DN II / 806 Yogyakarta, yang giat mengolah sampah dengan mendaur ulang sampah an organic. Sampah yang dihasilkan rumah tangga ini sangat banyak dan bahkan tidak akan habis untuk dijadikan barang kerajinan untuk menambah penghasilan. Berawal banyaknya sampah yang dihasilkan dari minuman yang berserakan disekolah, timbul niat untuk mendaur ulang.

“Saking banyaknya bungkus minuman berserakan membuat saya berpikir untuk mendaur ulang, sedangkan saya sendiri juga mengkonsumsi kopi siap seduh, dan bungkusnya banyak sekali. Selain dari beberapa sekolah yang menghasilkan sisa bungkus minuman, saya juga mengajak warga untuk mengumpulkan sampah yang bersifat an organic, semisal bungkus kopi, deterjen, minuman bersoda, ternyata ada tanggapan dari warga. Dengan berbekal ketrampilan yang ada ibu-ibu saya ajak untuk membuat kerajinan dari bahan dasar daur ulang sampah”, kata Djoko sulistio ketua kelompok Kemuning 10.

Dikatakan, untuk mengolah sampah an organic ini, Joko harus mengumpulkan sampah dari semua warga yang ada di Rw 10, setelah sampah dikumpulkan kemudian di cuci dan dikeringkan, setelah kering dipilah dan dipilih, dipilah antara jenis yang satu dengan jenis yang lainnya, dipilih sesuai dengan kondisi sampah daur ulang untuk dijadikan barang kerajinan. Joko mengaku pihaknya telah memiliki anggota tetap untuk mengolah sampah tersebut berjumlah 20 orang yang semuanya ibu-ibu, dari jumlah tersebut Joko mampu menghasilkan barang kerajinan 10 hingga 20 jenis. Barang kerajinan yang dihasilkan diantaranya, sarung HP, tas laptop, tas-tas belanja sampai dengan Baju hujan.

Barang hasil kerajinan yang dihasilkan, menurut Joko dipasarkan masih sebatas lokal saja, karena untuk menembus pasar yang lebih besar, masih memerlukan pelatihan kepada anggotanya. “Kami masih berkutat di pasar lokal saja, sebab ketrampilan kami masih belum memenuhi setandar pasar, namun kami bangga dapat mendukung program pemerintah untuk mengurangi sampah dengan memberdayakan warga sekitar. Pemasarannya kami lakukan melalui event-event yang diselenggarakan Pemerintah Kota, dalam event tersebut kami ikut memamerkan hasil kerajinan kami, ternyata tanggapan warga cukup Positip”, katanya.

Untuk meningkatkan kualitas produknya, Joko mengaku sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah untuk memberikan pendampingan, agar kualitas produknya sesuai dengan standard dipasaran. (and)



 

abi is agusbudi | Tanya Komputer