Detail Berita
Gejala Dan Pencegahan Penyakit Flu Burung Pada Manusia
18-10-2007

Di Indonesia pada bulan Januari 2004 dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali, Bogor, Tangerang, Bekasi, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh virus new castle, namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung. Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 Propinsi di Indonesia sangat besar. Pada bulan Juli 2005, penyakit flu burung telah merenggut tiga nyawa manusia warga Tangerang Banten. Hingga kini telah puluhan nyawa manusia melayang akibat keganasan penyakit flu burung ini di Indonesia. Hal ini didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong.

Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat harus mewaspadai adanya penyakit flu burung. Namun tidak perlu sampai timbul kepanikan. Virus ini dapat menular melalui udara maupun kontak langsung. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang tinggi. Oleh karena itu daging, telur dan hewan harus dimasak dengan matang untuk menghindari penularan. Kebersihan tubuh dan pakaian perlu dijaga, mencuci tangan dengan antiseptik. Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah masak atau menyentuh bahan makanan mentah.

Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal. Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan. Membersihkan kotoran maupun kandang unggas setiap hari. Menghindari kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi dan menggunakan pakaian pelindung diri saat bekerja dengan unggas. Tinggalkan pakaian kerja di tempat kerja. Serta lakukan imunisasi pada unggas yang sehat.

Tidak selamanya jika tertular virus akan menimbulkan sakit. Namun demikian hal ini dapat membahayakan di kemudian hari karena virus selalu bermutasi sehingga memiliki patogen pada suatu saat. Oleh karena itu jika ditemukan unggas yang mati mendadak pihak otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, unggas lain disekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.

Gejala umum pada manusia yang terindikasi terkena virus flu burung adalah demam tinggi dengan suhu badan diatas 38 º C, keluhan pernafasan dan (mungkin) perut. Batuk dan nyeri tenggorokan, pneumonia, infeksi mata serta nyeri otot juga terkadang menyertai. Replikasi virus dalam tubuh manusia dapat berjalan cepat sehingga pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis. Masa inkubasi pada manusia berkisar antara 1 - 3 hari, masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3 - 5 hari sesudah timbul gejala.pada anak bisa sampai 21 hari.

Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang berwenang. Oksigenasi bila terdapat sesak nafas. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral  (infus). Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti virus. Diantara anti virus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor) antara lain Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir. Pemberian obat anti virus oseltamavir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. Amantidin diberikan pada awal infeksi, sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3 - 5 hari dengan dosis 5 mg/ kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari.

abi is agusbudi | Tanya Komputer