Detail Berita
KELURAHAN PRINGGOKUSUMAN MILIKI 15 UNGGULAN KESENIAN
29-12-2011

 

Dalam melakukan pengembangan pariwisata dibutuhkan berbagai pendukung antara misal sumberdaya manusia yang berkualitas, dana yang cukup memadai, sarana dan prasarana serta kebijakan pemerintah yang berpihak pada pariwisata. Dengan dukungan tersebut diharapkan dapat mencapai hasil yang optimal.

Dikatakan Lurah Pringgokusuman, L. Daning Krisnawati, S.IP, bahwa keberadaan objek wisata tidak bisa dipisahkan dari sarana dan prasana pendukung. Ketersediaan agenda wisata yang bersifat tahunan, apalagi sudah menjadi tradisi, setidaknya bisa mendongkrak kunjungan wisatawan. Kelurahan pringgokusuman memiliki beberapa potensi kesenian. Melalui penyelenggaraan beberapa kesenian tradisional ini, kelurahan Pringgokusuman dan masyarakat bukan hanya terlibat langsung dalam pelestarian budaya lokal, tetapi juga berperan dalam menarik kunjungan wisatawan.

“Kelurahan Pringgokusuman kaya akan kesenian tradisional, tercatat ada 15 kesenian yaitu; Jathilan surengpati, Nadela (Band Tembang kenangan), Jathilan Turonggo Krido Tomo, Quenns Dance, Al Athirah (Qosidah), Hadrah RW 02, Isaku Iki (Naga Barongsay), Langen Carito, Sapanyana, Sabilal Muhtadin, Gemes Ringkes (Krongcong), Kembang Arum (Karawitan), Sekar Arum (Qosidah), Nunggal Laras (Keroncong) dan PSSN (Sholawat). Kami bersama warga masyarakat selalu berusaha untuk mejaga kelestarian budaya lokal, dengan cara mengadakan latihan. Sekalipun pentas kami hanya sebatas pada waktu acara tertentu, terangnya di ruang kerjananya beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan Daning, kesenian Jathilan Surengpati merupakan unggulan kesenian tradisional di antara 15 kesenian yang ada di kelurahan Pringgokusuman. Bermula dari dua anak menari jathilan yang mengisi acara peringatan HUT RI ke 53 Agustus 1998 di RW 03 kampung Jlagran yang hanya diiringi kaset, kemudian pada tahun 2009 kelompok ini diberi nama Surengpati, yang artinya Panglima perang Sakti dan Gagah Berani. Kesenian tradisional jathilan ini pada tahun 2010 dengan swadaya masyarakat dan bantuan dari Pemerintah Kota Yogyakarta melengkapi alat yang ada dengan seperangkat gamelan dan kostum.

“Penampilan perdana Jathilan surengpati secara full team dilakukan saat memperingati 12 tahun kelompok Jathilan ini, sekaligus pengukuhan kelompok kesenian tradisional tersebut yang di kukuhkan oleh LPMK kelurahan Pringgokusuman. Secara rutin seminggu sekali kesenian ini mengadakan latihan yang dipimpin oleh bapak Miskijo dan “Humana” lembaga pendamping”, kata Daning. (and)



 

abi is agusbudi | Tanya Komputer