Detail Berita
SD Tegalrejo 1 Kota Yogyakarta Peduli Lingkungan
22-12-2011

 

 

SD Tegalrejo 1 Kota Yogyakarta Peduli Lingkungan

KECIL MENANAM BESAR MEMANEN



 Kiprah Sekolah Dasar Negeri Tegalrejo 1 Yogyakarta dalam mensikapi Global Warning patut diperhitungkan. Gerakan Kemanusiaan ini dimulai tahun 2008 silam dengan menanam tanaman keras di lingkungan sekolahan. Sekolah yang berdiri tahun 1950 ini memiliki luas 4678 m persegi, ini berada di Jalan Bener 40 Yogyakarta.
Sekolah rintisan ini selain mengutamakan proses belajar mengajar, juga banyak kegiatan diluar jam sekolah, diantaranya berkebun dengan menanam Warung hidup maupun apotik hidup.
“Pada awalnya untuk memulai kegiatan ini kami mengadakan studi banding di hutan Bunder di daerah Gunungkidul, disana kita mendapatkan beberapa ilmu, diantaranya cara penyemaian, pensapihan kedalam Polibag, cara pemupukan, selain tanaman musim, kita juga ngangsu kawruh mengenai tanaman keras, sebab yang dapat menyaring udara di Kota Seperti Kota Yogyakarta ini adalah tanaman keras. Hal ini juga yang mendasari kita untuk mendukung program pemerintah tentang Global Worming”, kata Dra. M. Rini Widarti Kepala Sekolah SD Tegalrejo 1 Yogyakarta.
Dikatakan, untuk memperbanyak koleksi tanaman hias, semua siswa diwajibkan membawa satu tanaman dalam pot diberi nama masing-masing siswa agar memudahkan siswa untuk merawatnya. Selain wajib membawa tanaman, siswa juga berkewajiban menyirami tanamannya masing-masing. “Pada musim kemarau ini semua siswa membawa air, cukup satu botol air mineral kecil dari rumah, guna menyiram tanamannya masing masing, hal ini kami lakukan, selain menghemat air disekolah, siswa tidak antri untuk mengambil air, serta halamn tidak kotor oleh ceceran air. Sebelum siswa masuk kelas harus menyiram tanamannya dulu, dan ini sudah berjalan sejak tahun 2008 yang lalu”, katanya.
Diluar jam pelajaran sekolah para siswa kelas satu, dua, dan tiga belajar menyemai tanaman dalam polibag, tanaman yang disemai jenis sayur-sayuran, serta menanam beberapa tanaman obat. Sedangkan untuk kelas empat, lima, dan enam berkewajiban merawat tanaman- tanaman keras, serta siswa yang putra membuat biopori. Jenis Tanaman keras yang di tanam dibelakang sekolah awal tahun 2008 yang lalu, sekarang telah menjadi hutan sekolah yang benar-benar rindang.
“Tanaman keras yang disemai dalam polibag diantaranya, Akasia, Jati, trembesi, munggur, pule. Kecil Menanam Besar Memanen. Artinya tidak memanen buah atau pohonnya itu sendiri, tetapi sambil belajar kita bisa melihat hasil dari kegiatan tersebut dan nantinya apabila pohon itu besar hasilnya untuk semua orang, sebab selain untuk perindang juga mengurangi masalah Global Warning. Karenanya semua tanaman keras yang disemai nantinya diberikan kepada siswa yang telah lulus, pemberian tanaman ini disaksikan orang tua untuk ditanam dimana saja, agar nantinya selain sebagai tetenger juga bisa menghijaukan bumi ini”, papar Rini.
Pupuk yang digunakan untuk pemupukan dibuat oleh para siswa dengan cara memilah sampah organic dan an organic. Dari sampah organic dimasukkan dalam bak sampah khusus yang telah dimodifikasi, dicampur dengan kotoran kambing, kemudian difermentasi menggunakan air cuciah beras (leri). Setelah beberapa bulan difermentasi diaduk-aduk, ini sekaligus mengayak, dan hasil ayakkan ini digunakan untuk memupuk tanaman, baik tanaman keras, dan sayur mayor. Kehebatan fermentasi dari air leri ini tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. (and)
Melalui program ini SD Tegalrejo I meraih beberapa prestasi sebagai Juara I Lomba Pengelolaan Sampah (3R) Tingkat Propinsi Tahun 2009, Juara 1 Lomba KMDM (Kecil Menanam Dewasa Memanen) tingkat Propinsi Tahun 2010, Juara 1 PKAN-Kecil Menanam Dewasa Memanen (KMDM) tingkat Propinsi Tahun 2010 dan Juara III Evaluasi Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan/Nasional tingkat Propinsi Tahun 2010. (and)

abi is agusbudi | Tanya Komputer