Detail Berita
Untuk Kenyamanan Pemakai Jalan, Pemkot Terbitkan Perwal No. 81/2007
28-02-2008

UNTUK KENYAMANAN PEMAKAI JALAN PEMKOT TERBITKAN PERWAL 81 / 2007

 

Untuk mewujudkan ketertiban, keselamatan dan kenyamanan warga masyarakat berlalu lintas, Pemkot menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 81 Tahun 2007 tentang Alat Pengendali Dan Pengaman Pemakai Jalan. Perwal yang ditandatangani Walikota Yogyakarta Herry Zudianto tanggal 15 Desember 2007, juga mengatur tatacara pelaksanaan, perencanaan, pemasangan, dan pemeliharaan alat pengendali dan pengaman pemakai jalan, demikian dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Budiono, SH belum lama ini di Balaikota.

“Perwal tidak hanya mengatur tatacaranya saja tapi  juga mengatur tentang larangan dan sanksi. Selain itu, perwal ini sebagai jawaban adanya keluhan masyarakat mengenai polisi tidur yang dibangun tanpa mengindahkan standar pembuatan yang dirasa mengganggu  perjalanan pengguna jalan,” terang Agus.

Jika masyarakat ingin membangun alat pengendali dan pengaman jalan di jalan lingkungan pemukiman dapat mengajukan permohonan ijin ke Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, beralamat di Jalan Magelang 41 telp 561787. Untuk yang terlanjur membangun akan dikeluarkan ijin susulan apabila sudah memenuhi standar” tandasnya.

Agus mengatakan, pemasangan alat pembatas kecepatan (polisi tidur) dapat ditempatkan pada jalan di lingkungan pemukiman, jalan lokal yang mempunyai kelas jalan III C, dan  pada jalan-jalan yang sedang dilakukan pekerjaan konstruksi. Alat pembatas kecepatan berfungsi agar pengemudi mengurangi kecepatan kendaraannya. Kelengkapan tambahannya antara lain berupa peninggian sebagian badan jalan yang melintang terhadap sumbu jalan dengan lebar, tinggi, dan kelandaian tertentu. Penempatan dilakukan pada posisi melintang tegak lurus dengan jalur lalu lintas.

Lokasi penempatan berjarak minimal 25 meter dari persimpangan sedang pengulangan penempatan berjarak minimal 100 meter. Penempatan alat pembatas kecepatan dapat didahului pemberian tanda dan pemasangan rambu-rambu serta harus diberi tanda garis serong berwarna putih. Pemasangan rambu dan pemberian tanda sebagai peringatan kepada pengemudi kendaraan bermotor adanya alat pembatas kecepatan di depannya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam perwal juga mengatur tentang portal yang mempunyai fungsi membatasi tinggi dan lebar kendaraan beserta muatannya yang memasuki ruas jalan tertentu. Portal atau sepasang tiang dapat ditempatkan pada sisi kiri dan sisi kanan jalur lalu lintas. Ukuran portal ditentukan dengan lebar bagian dalam sekurang-kurangnya 2,00 meter dan tinggi bagian atas paling bawah sekurang-kurangnya 2,00 meter dan harus dilengkapi pengunci yang dapat dibuka sewaktu-waktu. Sedangkan untuk tiang ukurannya ditentukan dengan lebar bagian dalam sekurang-kurangnya 2,00 meter dan tinggi tiang sekurang-kurangnya 1,50 meter diatas permukaan jalan.(ism) 

abi is agusbudi | Tanya Komputer