Detail Berita
HERRY ZUDIANTO BINTANG KETHOPRAK “SATRIO PININGIT“
29-11-2011

 

 

Pentas Seni Kelurahan Se-Kota Yogyakarta sebagai rangkaian acara HUT Ke – 255 Kota Yogyakarta berlangsung mulai tanggal 8 hingga 21 Oktober 2011 di 45 kelurahan. Pentas seni paling akhir dilaksanakan di Kelurahan Terban, dengan mementaskan Kethoprak dengan lakon “Satrio Piningit”, yang diikuti Warga masyarakat terban, mulai dari anak-anak, pemuda, tokoh masyarakat, anggota dewan, seniman sampai dengan Walikota Yogyakarta. Walikota Yogyakarta dalam pentas Kethoprak tersebut berperan sebagi Juru Taman.

Dikisahkan, Kerajaan songgo Langit yang mempunyai seorang raja bernama Prabu Songsong Manggaling sudah mulai tua dan sakit-sakitan, namun pengganti atau putra mahkota “Pangeran Alit” yang kelak Nglintir kalenggahan ramandanya, masih berusia sangat muda, untuk menggantikan tahta ayahandanya. Melihat carut marut Kerajaan songgo Langit yang semakin tidak menentu, pepatih kerajaan Songgo langit melakukan Kraman atau makar, dengan menggulingkan pemerintahan Songsong Manggaling. Prabu songsong Manggaling diusir dari Istana Songgo langit, dan putra Mahkota Pangeran Alit, berusaha untuk dibunuh. Melihat Majikannya hendak dibunuh oleh musuh, Ki Juru Taman yang diperankan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, bersama kerabat di Kerajaan Songgo langit menyelamatkan Pangeran alit, dengan cara mengungsi ke daerah yang lebih aman. Kerajaan Songgo langit diperintah oleh Patih Beling Lampit, yang mulai saat itu menobatkan dirinya sebagai penguasa penuh Kerajaan songgo langit.

Pemerintahan Patih Beling Lampit yang mengendalikan kerajaan Songgo langit, semakin hari semakin tidak menentu, kerusuhan, kejahatan mulai marak bahkan korupsi terjadi didalam pemerintahan Patih Beling Lampit, suasana demikian berjalan selama 20 tahun. Seiring dengan dewasanya Pangeran alit semua kerabat Kraton Songgo langit yang dulunya menyelamatkan pangeran alit, menuntut haknya, untuk kembali memerintah Kerajaan Songgo langit agar kembali makmur dan berpihak pada rakyat. Pangeran Alit yang menuntut haknya bersama dengan rakyat, kembali dapat memerintah songgo Langit dengan Gemah Ripah Loh Jinawi, setelah saling ajur ajer dengan rakyat serta asah asih asuh dengan berbagai kalangan, Pangeran Alit Bergelar Adipati Anom Nuswanjowo.

Pentas Kethoprak yang disutradarai Supriyanto, S.Sos warga kelurahan terban ini digarap dengan suasana segar, denga banyolan-banyolan seputar Politik yang sedang hangat, sebab para pemain pendukung banyak yang dari anggota DPRD Propinsi DIY maupun DPRD Kota Yogyakarta yang semuanya Warga Kecamatan Gondokusuman

Ditemui disela-sela pentas Kethoprak, Walikota Yogyakarta Herry Zudianto Mengatakan, pihaknya hanya memberikan contoh dan Tut Wuri Handayani untuk ngleluri kebudayaan daerah yang merupakan khasanah Budaya Nasional. “Saya hanya berusaha dengan warga masyarakat untuk melestarikan budaya warisan anak cucu kita, sudah sewajarnya kita untuk melestarikan agar anak cucu kita kelak dapat belajar dinegerinya sendiri”, ujarnya.

Hal senada dikatakan Subarjilan Lurah Terban, antusias warga untuk pentas dilingkungannya sendiri sangat kuat, sehingga dari kelurahan maupun kecamatan sudah sepantasnya untuk mendukungnya. “Sesuai dengan yang di slogankan Walikota Yogyakarta, bahwa kita adalah pelayan masyarakat, sudah sewajarnya kita selain melayani harus ngemong dan mendukung apa yang diinginkan warga. Untuk mengundang penonton kita memberikan Doorprize, berupa 5 buah televisi berwarna 17 inc, kipas angina, DVD Player serta hadiah menarik lainnya”, katanya. (and)



 

abi is agusbudi | Tanya Komputer