Detail Berita
KANTOR KECAMATAN DANUREJAN MENANGI PENGHARGAAN BEBAS ASAP ROKOK
29-11-2011

 

 

 3Rw jadi percontohan kawasan bebas asap rokok

KANTOR KECAMATAN DANUREJAN MENANGI PENGHARGAAN BEBAS ASAP ROKOK

“Wes-hewes-hewes bablas asap rokok e” merupakan slogan tiga RW percontohan kampung bebas asap Rokok di Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta. Tiga RW yang menjadi percontohan tersebut adalah RW 08 Kelurahan Tegal Panggung, Rw 02 Kelurahan Suryatmajan, dan RW 02 Kelurahan Bausasran. “Kampung ini memang menginginkan sendiri untuk menjadi percontahan, dan ini murni dari kemauan warga itu sendiri, saya rasa warga mulai mengerti akan berapa besar bahaya merokok”, kata Ockto Nur Araffat Camat Danurejan Beberapa waktu lalu di Kantornya.

Untuk memulai gerakan ini, dikatakan Ockto, warga memulai dengan rumah bebas asap rokok, hal ini dilakukan agar mempermudah menjalankan gerakan yang lebih besar. Bagi warga yang anggota keluarganya masih merokok diharapkan merokok diluar rumah, sebab efek dari asap rokok menyisakan aroma yang kurang sedap. “Selain nguyo-nguyo anggota keluarganya yang merokok para ibu-ibu juga tidak segan-segannya untuk mengingatkan bahaya merokok. Selain dari masing-masing keluarga, Ketua RW yang menjadi percontohan benar-benar mendukung gerakan tersebut. Hal ini dapat dilihat pada rumah ketua RW, di depan pintu masuk disediakan tempat cecegan (untuk mematikan rokok), serta memberikan himbauan tidak merokok kepada mereka yang datang untuk meminta kelengkapan administrasi. Diawali dari Rumah Bebas asap rokok diharapkan nantinya menjadi kawasan bebas asap rokok, minimal satu gang masuk”, katanya semangat.

Guna mendukung gerakan yang diinginkan warga tersebut pihak Kecamatan Danurejan tidak tinggal diam, dengan memasang himbauan disetiap sudut yang mudah dibaca, agar para tamu yang datang di Kecamatan Danurejan tidak merokok, atau mematikan rokok sebelum memasuki area Kantor Kecamatan. Ini ternyata sangat efektif, sebab mereka yang datang tetap mematikan Rokoknya.

Ditanya mengenai tamu yang datang masih tetap merokok di kantornya, Ockto tidak segan-segan menegur karena hal ini demi kebaikan bersama. “Pada awalnya kami sangat pesimis dengan gerakan ini, namun karena dukungan dari rekan-rekan, akhirnya berhasil juga, bahkan dari 45 pegawai di Kecamatan Danurejan, sekitar 15 orang adalah perokok setelah adanya gerakan ini tinggal 8 orang yang masih merokok, hasil yang sangat luar biasa, bagi mereka yang akan merokok diwajibkan untuk keluar dari kantor kecamatan. Kami sengaja tidak menyediakan Area Merokok, sebab sama saja tidak mendukung gerakan ini, hanya pindah merokok saja bukan mengurangi atau berhenti merokok, bahkan telah ada laporan dari warga masyarakat ada 2 Masjid yang telah bebas asap rokok, diantaranya Masjid Al Amna RW 09 Bausasran serta Masjid komplek DPRD Propinsi DIY”, ujarnya.

Kenyamanan di Kantor Kecamatan Danurejan memang dapat dirasakan oleh semua pihak yang berkunjung, terbukti selama pelaksanaan E KTP tampak tidak ada satupun warga yang merokok. Suasana semacam ini tidak saja berlangsung pada waktu jam kerja, namun dirasakan selama 24 jam. Beberapa keuntungan yang didapat dengan gerakan ini lingkungan tidak Sumpek, derajat kesehatan dari bebas asap rokok mulai dirasakan, serta ekonomi semakin bisa dikendalikan. Suasana yang nyaman seperti ini karena semua pihak telah mendukung dan sadar akan lingkungan. Kegigihan Kecamatan Danurejan untuk memerangi bahaya merokok memang patut diacungi jempol, ditengah kota yang hingar bingar dengan kendaraan disertai polusi asap kendaraan, masih ada warga masyarakat yang sadar akan lingkungan sekitar. Gerakan yang dimulai sejak 15 Maret yang lalu tersebut telah mendapatkan penghargaan dari walikota Yogyakarta yang disampaikan pada kegiatan Family Day beberapa waktu yang lalu. (and)



 

abi is agusbudi | Tanya Komputer