Detail Berita
“BUKA BUKU, MATIKAN TVMU PADA JAM BELAJAR” DI TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) ”EMBUN”
29-11-2011

 

 

Siapa menyangka sepetak ruang untuk perpustakaan di RW 16 Prawirodirjan ini sebuah petak bangunan bekas kamar mandi milik keluarga alm Bp Suparman. Beliau pengemar buku, untuk mengenangnya kamar mungil seluas 2 x 3,5 M2 itu menjelma menjadi ’taman bacaan masyarakat’ bernama ’embun’.

Taman Bacaan Embun merupakan wahana belajar masyarakat di wilayah RW 16 Prawirodirjan. Pondok baca ini awalnya merupakan suatu kegiatan yang sudah empat tahun sebelumnya memiliki kegiatan bimbingan belajar (bim-bel) di pos ronda RW 16. Adanya kegiatan ini memberikan semangat dan memunculkan kesadaran baru bahwa belajar, buku dan penambahan wawasan merupakan hal yang penting.

Dirintis oleh Andi Purnawan Putra pada 12 Mei 2007. Pondok baca ini mengawali dengan adanya pengelolaan titipan buku dari program KKN UGM tahun 2006 dan sumbangan dari pondok baca “sregep moco gelis pinter” di wilayah Yudonegaran (binaan Rotary). Embun terlahir dari kelompok ’bim-bel’ (bimbingan belajar) pada tahun 2003, untuk anak kampung sekitar, karena 50% warga merupakan pendatang (urban) di tepi kali Code yang sewa/kontrak rumah dengan ukuran sempit dan kurangnya kepedulian orangtuanya terhadap pendidikan anak-anaknya. Pelaksanakan kegiatan bimbingan belajar untuk anak-anak di gardu ronda ditiap RT (ada tiga RT) dengan gratisan.

Para relawan adalah warga yang telah lulus SMU atau anak kuliahan. Tujuan awal sekedar ingin turut membantu anak warga kurang mampu diwilayah pinggir kali Code dapat kesempatan bimbingan belajar. Idealismenya ingin turut memberikan semangat belajar agar warga nantinya mendapatkan generasi cerdas yang akan mengangkat derajat kehidupannya sendiri, keluarga, lingkungan dan wilayahnya.

Di ruangan kecil itu terdapat misi besar dari para pengelolanya untuk menciptakan lingkungan sosial yang sehat dengan menanamkan budaya gemar membaca pada masyarakat. Dengan keterbatasan yang ada mereka berusaha memfasilitasi dan menyediakan sarana pendidikan khususnya anak-anak dan remaja untuk memperluas wawasan dan pengetahuan bagi warga kampung.

Kini TBM embun mempunyai koleksi buku sebanyak 1964 judul, terdiri dari Buku Pelajaran SD, SMP, SMA sebanyak 124 judul, Buku Pengetahuan Umum 259 judul, Buku Cerita Anak dan Remaja 381 judul dan buku lainnya 1200 judul. Sebanyak 200 orang anggotanya setia menyambangi pada jam buka pelayanan setiap hari pukul 19.00 s/d 21.00 WIB.

Kampanye ”buka buku, matikan tvmu pada jam belajar” saat ini menjadi program kegiatan terbarunya. Selain kegiatan sebelumnya seperti membaca film setiap selasa malam, workshop reportase anak, Talkshop ‘menciptakan suasana belajar dirumah’, dongeng untuk anak, pembuatan mural, family day, membuat reading corner di pos ronda, lomba menggambar, dan lomba menulis surat untuk anak. Untuk mengembangkan programnya Embun juga bekerjasama dengan Perpustakaan Kota Yogyakarta, beberapa penerbit buku, serta rubrik Kompas Muda.

Masih ada obsesi besar dari para pengelolanya bahwa nantinya TBM Embun tidak sekedar mengelola pinjaman dari RW setempat. Akan tetapi juga mengelola pembaca dari luar wilayah RW bahkan luar kelurahan. Dengan cara layanan terbuka setiap hari pada pukul 6 sampai jam 8 malam. Embun punya bersemboyan; ”buku adalah jembatan antara cita-cita dan kenyataan” Semoga “Embun” memberikan “oase” diantara dahaga warga kampung yang membutuhkan kesegaran akan ilmu dan informasi. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer