Detail Berita
Kolom Walikota
15-11-2011

JOGJA RUMAH SENI BAGI SEMUA

Jogja adalah kota budaya. Roh kebudayaan akan lebih abadi jika dinikmati oleh wisatawan. Pariwisata dikembangkan untuk menikmati budaya. Kemasan budaya Jogja yang adiluhung dipersembahkan bagi masyarakat untuk memperingati HUT Kota Yogyakarta ke-255. Selain Jogja Java Carnival yang telah menjadi ikon utama, penyelenggaraan acara HUT ini didukung berbagai gelaran event di seluruh wilayah Kota Yogyakarta yang dimulai 6 hingga 22 Oktober.Untuk keempat kalinya kita menggelar Jogja Java Carnival, tahun ini dengan mengangkat tagline “Celebration of Cultural Unity” dan mengusung tema “Magnificence World” atau “Magniworld”.  Tontonan seni kreatif berbentuk pawai ini menjadi satu-satunya karnaval budaya yang diselenggarakan pada malam hari di Indonesia. Saya harapkan sebagai sebuah perhelatan kreatif untuk mengundang dunia datang ke Jogja.Jogja Java Carnival memberi suguhan kreatif yang indah dan mengagumkan. “Magniworld” mengandung arti tempat yang mengagumkan yang muncul dengan spirit celebration of cultural unity. Street performance sepanjang jalan Malioboro hingga alun-alun utara didukung efek cahaya yang atraktif membawa Jogja lebih mendunia. Semua penampilan dalam arak-arakan membawa tema dan pesan khusus. Jogja Java Carnival bukan semata-mata carnival fashion saja tapi sebuah carnival art and culture. Karena Jogja adalah rumah seni, rumah kreativitas untuk kita semua. Dimana semua masyarakat bisa menuangkan kreatifitas seluas-luasnya.  Ratusan seniman Jogja terlibat dalam proses kreatif ini, mereka membuat replica delapan keajaiban dunia Patung Liberty, Menara Eifell, Pyramids+Sphinx, Kota Terlarang, Sleeping Budha, Taj Mahal, Menara Pisa serta Akropolis & Kuda Troya.  Keajaiban dunia ada di Jogja melambangkan Jogja sebagai kota multikultur dan pluralis yang dibangun dari pondasi guyub rukun. Kota Jogja bukan sekedar tempat bermukim dari berbagai suku di Indonesia, tetapi juga dari berbagai bangsa. Karnaval Jogja Java Carnival juga diikuti oleh beberapa peserta dari Jakarta, Semarang, Salatiga, Bandung  dan beberapa peserta dari negara asing, seperti Singapura, Jepang dan Inggris.

Jogja Java Carnival akan menjadi ikon pariwisata yang bisa dinikmati dan mempunyai multiplayer effect makro. Nanti ke depan akan menjadi tujuan turis, orang datang ke Jogja untuk melihat Jogja Java Carnival. Bagi saya tolok ukur utama kesuksesan adalah semakin banyaknya masyarakat Jogja yang terlibat dalam rangkaian HUT Kota Jogja. Harapan saya gelaran Jogja Java Carnival akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya baik secara kemasan maupun multiplayer efek yang ditimbulkan saya harapkan akan lebih terasa di masyarakat. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer