Detail Berita
PAWAI MOZAIK MERIAHKAN HUT KOTA JOGJA
15-11-2011

 Peringatan HUT Kota Yogyakarta ke 255 jatuh pada tanggal 7 Oktober dimeriahkan dengan defile dari berbagai unsur masyarakat. Acara bertajuk Pawai Mozaik Jogja ini diikuti ribuan unsur masyarakat, baik dari unsur TNI, POLRI, Aparatur Pemerintah, Camat, Lurah, Pelajar baik SD, SMP, SMA, SMK, Paskibra, Siswa Berprestasi, Prajurit Kraton, Unsur Pemuda seperti Karang Taruna, KNPI, FKPPI, Pramuka, Atlet, Komunitas Penggiat Pariwisata, Seniman dan Pelestari Seni Budaya, hingga berbagai komunitas masyarakat sipil. Route Pawai Mozaik Jogja mengambil start di alun-alun dan finish di Balaikota. Bendera start dikibarkan oleh Wakil Walikota tepat pukul 14.30 WIB tanda dimulainya defile mozaik. Berbagai atraksi dalam pawai mozaik ini menampilkan sekitar 43 kelompok pawai. antara lain :  komunitas penggiat pariwisata, komunitas malioboro, komunitas pasar, komunitas onthelis djadoel jogja, paguyuban becak wisata yogyakarta, para pasukan kuning pembersih kota, kesenian tari dan  drumband. Peserta defile diterima oleh Walikota Herry Zudianto di halaman Balaikota dan disaksikan tamu undangan dan ribuan masyarakat. “Inilah wujud kebersamaan seluruh komponen warga Yogyakarta sebagai  ungkapan rasa syukur dan bangga pada kota tercinta dengan karya nyata melalui bidang masing-masing”, kata Herry.Lebih lanjut, Walikota mengajak seluruh komponen warga, melalui HUT Ke-255 Kota Yogyakarta untuk bersama ajur ajer beriring menggapai asa membangun Kota Yogyakarta yang semakin berprestasi dan berbudaya dengan landasan Segoro Amarto.Nilai-nilai kearifan budaya lokal yang tumbuh subur berupa semangat gotong royong, guyub rukun, saiyeg saekoproyo, harus semakin melekat dalam jiwa dan diri setiap warga. Hal menjadi kekayaan tak ternilai sebagai dasar pijakan dalam melakukan karya berupa menjaga dan merawat persaudaraan di antara warga Jogja, serta menjaga harmonisasi dengan lingkungan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada anak cucu kita kelak. Lebih indah lagi karena semua ini ditunjang dengan pemahaman dan apresiasi warga yang ditunjukkan dengan kedalaman cita rasa di bidang seni dan budaya, mewarnai citra Kota Yogyakarta sebagai Kota Budaya yang hidup dan menghidupi. Pawai mozaik Jogja dimeriahkan pula pagelaran sendratari boyongan Mangkubumi dan menek jambe sebanyak 45 tiang  untuk masing-masing kelurahan. Acara menek jambe ini berlangsung di halaman Balaikota Yogyakarta memperebutkan hadiah menarik dari panitia.(Tim)

abi is agusbudi | Tanya Komputer