Detail Berita
GUBERNUR HALAL BI HALAL DI PEMKOT YOGYAKARTA
15-11-2011

 

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubowono X  hadiri syawalan dan halal bi halal bersama Walikota, Wakil Walikota, Muspida, pejabat Pemkot dan tokoh masyarakat Kota Yogyakarta pada hari Selasa (27/9) bertempat di Pendopo Balikota. Gubernur didampingi Wakil Gubernur, Sri Paduka Pakualam IX disambut oleh Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto. Dalam acara ini Gubernur dan Wakil Gubernur menerima hatur sungkem dengan menerima jabat tangan seluruh hadirin.Dalam ikrar syawalan Walikota mengungkapkan rasa syukur atas berbagai keberhasilan yang dicapai Pemerintah Kota Yogyakarta. Dalam kurun waktu 10 tahun ada 79 penghargaan tingkat nasional yang diberikan Presiden, Menteri dan lembaga-lembaga lain baik lembaga nasional maupun lembaga internasional. Prestasi ini berkat asah, asih, asuh seluruh jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta serta peran aktif dari masyarakat. Selain itu, Walikota juga berpamit bahwa Halal bil halal tahun ini merupakan yang terakhir dalam masa jabatannya. Dikatakan, “Selama 10 tahun sebagai kepala pelayan masyarakat, sebagai hamba Allah yang tak sempurna kami merasa penuh kekurangan dan kekhilafan meskipun telah berusaha untuk benar-benar “tenanan” menjadi pelayan masyarakat Kota Yogyakarta dan sekaligus sebagai pembantu Bapak Gubernur Dengan motto : Dahulukan masyarakat, mudahkan pelayanan, dan utamakan pencapaian”, kata Herry Zudianto. “Maka dalam kesempatan yang mulia ini, kami mohonan maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, rekan-rekan Muspida, rekan-rekan kerja di jajaran Pemkot dan seluruh masyarakat Kota Yogyakarta”, ungkap Walikota dalam ikrar syawalan didampingi oleh Ibu Dyah Suminar. Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa syawalan bisa bernilai inspiratif karena menghadirkan pandangan yang segar untuk memperbaharui hubungan menjadi lebih baik, reflektif yaitu mendudukkan dan memaknai peristiwa sejarah dengan benar dan transformatif, yaitu memaknai setiap peristiwa sejarah agar bisa menjadi panutan bagi generasi untuk menjadi penggerak perubahan menuju peradaban baru yang lebih berkualitas dalam semua dimensinya.

Syawalan adalah sebuah ikhtiar untuk mengingat kembali pesan Sayidina Ali, untuk tidak melupakan dua hal yang penting, sementara harus melupakan dua hal lain, yang seharusnya dianggap tidak  penting. Dua hal yang tidak boleh dilupakan ialah kesalahan kita kepada orang lain dan kebajikan orang lain kepada kita. Sebaliknya dua hal yang tidak boleh kita ingat-ingat adalah kesalahan orang lain kepada kita dan kebaikan kita kepada orang lain. Demikian sambutan Gubernur yang kemudian berhalal bi halal dengan para hadirin. (ted/byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer