Detail Berita
KOLOM WALIKOTA
02-11-2011

KOTA JOGJA SIAP MENJUAL KAMPUNG WISATA

 

Baru saja Kota Yogyakarta meraih penghargaan bidang pariwisata. The Most Improved Award pada ajang Travel Club Tourism Award (TCTA) 2011. Kota Yogyakarta berhak untuk mendapat penghargaan tersebut karena telah menjalankan fungsinya sebagai fasilitator dan regulator dengan baik di bidang pariwisata sehingga hasilnya dapat mempercepat pengembangan destinasi pariwisata setempat,  ini adalah kebanggaan bagi warga Jogja.

Potensi pariwisata Yogyakarta berpusat pada budaya Jawa. Kebijakan pembangunan bidang pariwisata berporos untuk mempertahankan predikat Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata berbasis budaya dengan keragaman obyek dan daya tarik wisata. Pengembangan Kota Yogyakarta sebagai kota pariwisata berbasis budaya dilakukan untuk mempertahankan predikat tersebut. Pemerintah Kota Yogyakarta terus berusaha menciptakan terobosan baru yang tetap berlandaskan pada wisata budaya, wisata bangunan bersejarah, wisata pendidikan dan wisata belanja dengan tetap mempertahankan dan mengembangkan norma-norma religius/agama di dalam kehidupan masyarakat. Sektor pariwisata telah menjadi basis pertumbuhan ekonomi di Kota Yogyakarta  karena industri ini menyerap banyak tenaga kerja dan memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan pariwisata terbaru justru telah dilakukan dengan menyiapkan potensi kampung-kampung wisata. Kota Yogyakarta dengan luas wilayah yang sangat terbatas sangat tidak memungkinkan untuk menambah obyek wisata baru. Sektor pariwisata yang diunggulkan setidaknya memenuhi beberapa hal yang diinginkan wisatawan yaitu apa yang dapat dilihat, yang dapat dimakan, yang dapat dibeli, dan yang unik untuk dinikmati, sehingga dibutuhkan peran kreatif masyarakat untuk mengoptimalkan potensi wisatanya. Kampung wisata mampu menonjolkan keunikan lokal sebagai tujuan wisata. Diharapkan hal ini mampu menjadi destinasi pariwisata baru di Kota Yogyakarta.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama masyarakat setempat telah mengembangkan 5 (lima) kampung wisata dengan keunikannya masing-masing yaitu Dipowinatan, Cokrodiningratan, Purbayan, Tahunan dan Brontokusuman. Dari jumlah tersebut 2 (dua) diantaranya yaitu Dipowinatan dan Cokrodiningratan telah benar-benar siap jual dan telah berkembang sejak beberapa tahun terakhir. Sedangkan saat ini masih dipersiapkan lagi 3 (tiga) kampung wisata lain yaitu Tahunan, Suryatmajan dan Sosromenduran. Semakin berkembangnya kampung-kampung pariwisata ini sungguh membanggakan bagi saya. Masyarakat dari luar Yogyakarta semakin punya banyak pilihan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, selain destinasi yang sudah ada sebelumnya. Kraton, Tamansari, Taman Pintar, Benteng Vredeburg, Kebun Binatang Gembiraloka selama ini telah menjadi ikon destinasi wisata Kota Yogyakarta. Hadirnya kampung wisata tidak akan menggeser keberadaan posisi Kraton Ngayogyakarta sebagai obyek wisata utama, kampung wisata bisa menjadi alternatif kedua.

Saya mengajak agar roh dari masing-masing kampung wisata selalu dijaga, karena setiap kampung wisata mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri. Peningkatan kualitas pengelolaan kampung wisata baik fisik maupun non fisik terus dilakukan agar membawa kesan mendalam bagi wisatawan yang mengunjungi. Sadar wisata bagi warga masyarakat di wilayah menjadi sumber  daya penting yang harus dilakukan bersama. Kampung wisata juga akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian warga. Jogja Java Carnival yang sudah terselenggara sejak beberapa tahun terakhir, perhelatan royal wedding Kraton Ngayogyakarta, dan hari ulang tahun Kota Yogyakarta pada bulan Oktober menjadi event penting untuk membangun jaringan kerjasama, meningkatkan potensi wisata dan mempromosikan kampung wisata di Kota Yogyakarta. Semua daya tarik Kota Yogyakarta beserta kampung wisatanya semoga kedepan akan menjadikan sebagai tujuan wisata terkemuka di Asia Tenggara. (ism)

 

abi is agusbudi | Tanya Komputer