Detail Berita
TERBAN KELURAHAN JAWARA KOTA JOGJA 2011
02-11-2011


Kelurahan Terban terpilih menjadi terbaik pertama dalam evaluasi pembangunan kelurahan tingkat kota Yogyakarta maupun tingkat propinsi DIY 2011. Kelurahan Terban yang terbagi dalam 12 RW dan 59 RT ini memiliki 4 kampung yaitu Purbonegaran, Sagan, Resonegaran dan Terban. Pembangunan partisipatif yang dilakukan masyarakat beserta aparat setempat telah teruji keberhasilannya dan mampu menjadi referensi bagi wilayah lain.  

 

Lurah Terban Subarjilan memaparkan, di wilayahnya pengembangan pembangunan dibagi dalam 3 zonase yaitu barat, tengah dan timur. Pengelompokan ini didasarkan dari titik kecenderungan potensi pengembangan masing-masing. Zona barat yang meliputi wilayah RW 1, RW 4, RW 5 dan RW 6 berada di tepi bantaran sungai Code. Di wilayah ini dikembangkan potensi wisata sungai Code yang didukung oleh beberapa organisasi masyarakat, diantaranya warga yang tergabung dalam Komunitas Pinggir Kali. Mereka beraktifitas di bidang kebersihan sungai dan kegiatan sosial lainnya. Didukung juga oleh Masyarakat Code Utara dengan kegiatan Merti Code yang telah menjadi agenda wisata di Sungai Code. Zona barat ini didukung juga dengan berkembangnya berbagai usaha kuliner oleh warga.

 

Zona tengah meliputi wilayah RW 2, RW 6, RW 7, RW 8, RW 9 dan RW 12. Wilayah ini didominasi pengembangan ekonomi dan gedung perkantoran, sekolah, bank, rumah sakit serta hotel. Zona ini memiliki space untuk kegiatan pembinaan seni sehingga memungkinkan untuk kegiatan pembinaan seni khususnya pada event-event perayaan. Zona ini juga merupakan pengembangan jasa seperti sepanjang jalan C Simanjutak, Jl Jend Sudirman, Jl Cik Di Tiro dan sebagian Jl Prof Yohannes.

 

Zona timur terdiri dari RW 10 dan RW 11 yang menitikberatkan pada pengembangan dan pilot project kegiatan yang berwawasan lingkungan hidup. Kali Belik terdapat di zona ini. Pengembangan lingkungan hidup menjadi kegiatan andalan di wilayah ini, seperti pembuatan pergola, tanaman hias, pemeliharaan SAH yang disertai upaya penyelamatan air berupa biopori. Gerakan 3P (penghematan air, pendayagunaan air, pelestarian lingkungan) menjadi unggulan di wilayah ini.Selain itu ada juga BELIK HIBSA (Budaya Eling Lingkungan Idaman Kita Hijau nan Bersih Sehat dan Aman).

 

Lebih lanjut Subarjilan menjelaskan bahwa warga di Kelurahan Terban memiliki beberapa kegiatan unggulan yang dilakukan oleh warga dan untuk warga sendiri. Selain program unggulan Gerakan 3P, masyarakat yang berkesadaran untuk melestarikan lingkungan sungai mempunyai kegiatan berupa Merti Code. Kemudian ada kelompok masyarakat yang sadar tertib pertanahan yang membentuk ’Pokdartibnah’. Mereka adalah warga masyarakat yang menghuni di tanah eks bong cina. Sebagian masyarakat lain juga tergabung dalam ’Komunitas Siaga Bencana’ (Tasgana). Komunitas ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi resiko bencana. Untuk memberikan perhatian berupa pendidikan yang layak kepada anak-anak difabel juga telah dibentuk PAUD inklusi.

 

Subarjilan berujar bahwa prestasi yang diraih bukanlah satu-satunya tujuan yang ingin dicapai, namun tujuan yang lebih luas adalah tercapainya kebaikan bagi seluruh warga di wilayahnya. Pihaknya masih berharap segala kegiatan di wilayahnya semakin meningkat secara kualitas. ”Untuk itu perlu perlu sinergitas kelembagaan dalam masyarakat, berbagai kegiatan yang ada harus mampu saling mengisi dan melengkapi, bersama kita membangun dan berkarya,” tegasnya.

abi is agusbudi | Tanya Komputer