Detail Berita
KAMPUNG SEHAT RW 01 GEDONGKUNING
03-10-2011

 

Warga di RW 01 Kampung Gedongkuning berkomitmen untuk menciptakan wilayah kampungnya menjadi kampung yang sehat dan layak huni. Kampung sehat dan layak huni yang didambakan warga disini adalah sehat lingkungan tinggalnya, sehat secara jasmani dan rohani serta sehat secara ekonomi.

Berkat semangat, kerja keras dan kekompakan seluruh warganya, RW 01 Gedongkuning tidak hanya mampu menjadi kampung yang sehat, layak huni dan mandiri dengan warga yang berperilaku hidup bersih dan sehat. Pengakuan terhadap keberhasilan kampung yang terdiri 4 RT dan dihuni 168 KK ini dibuktikan dengan terpilihnya RW 01 sebagai juara 2 green and clean tingkat propinsi DIY 2010 dan sebagai juara 2 lomba kampung sehat tingkat Kota Yogyakarta 2010. Demikian dikatakan Lurah Rejowinangun, Retnaningtyas, SSTP di kantornya beberapa waktu lalu.

Komitmen menciptakan lingkungan yang sehat ditindaklanjuti dengan kegiatan bergotong royong membersihkan lingkungan secara rutin. Setiap hari Minggu terakhir sebulan sekali warga bergotong royong membersihkan rerumputan dan tanaman liar. Tanaman di pelosok kampung dirapikan agar terlihat asri dan sehat. Pembuatan lubang biopori dilakukan di jalan kampung, di setiap gang dan juga halaman rumah warga. Warga menyadari bahwa biopori sangat penting untuk meresapkan air ke dalam tanah sehingga volume air sumur dapat terjaga.

Pembiasaan hidup bersih dan sehat pada warga sudah menjadi kesadaran bersama untuk dilakukan. Secara rutin, warga disini melakukan olahraga bersama berupa jalan sehat keliling kampung dilanjutkan dengan senam massal. Jalan sehat keliling kampung selain membuat badan bugar juga bermakna untuk mendekatkan warga terhadap lingkungannya. Sumur-sumur warga juga diperiksa kelayakan airnya untuk dikonsumsi. Agar air menjadi layak dan sehat untuk dikonsumsi dilakukan juga filterisasi terhadap sumur warga. Penerapan PHBS telah dilakukan hingga pada tataran rumah tangga, membiasakan hidup sehat sejak dini dilakukan dengan kegiatan program gosok gigi dan cuci tangan massal.

Sehat secara ekonomi diusahakan dengan membentuk kelompok masyarakat produktif. Salah satunya dengan mengelola sampah menjadi salah satu sumber pendapatan. Semua sampah warga sudah dipilah dan diolah. Sampah organik dijadikan pupuk kompos dengan mesin pengolah yang didapatkan dari BLH Kota Yogyakarta dan mesin pencacah sampah yang didapatkan dari JRF.  Para ketua RT memiliki peran penting dalam mengajak masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. Ada aturan tak tertulis yang cukup unik, jika warga menolak bekerjasama dalam pengelolaan sampah maka ketua RT tidak akan memberikan tandatangan dalam pengurusan surat-surat, dengan sedikit ancaman itu warga mau tak mau bekerjasama dalam mengelola sampah. Disamping itu warga juga membuat aturan dengan melarang pemulung masuk ke wilayahnya karena sampah memang sudah diolah secara mandiri.

Ketua RW 01 Agus Sudirman memaparkan, Warga RW 01 masih mempunyai cita-cita untuk mengembangkan kampung ini menjadi kampung wisata. Orang yang berkunjung ke kampung ini dapat belajar tentang pengelolaan lingkungan dan kesehatannya. Perintisan menjadi kampung wisata juga dilakukan dengan latihan pementasan wayang singkat dengan durasi 1 jam. Pentas wayang ini dilakukan dengan bahasa Inggris dan diiringi musik secara live dari warga.

“Persiapan sebagai kampung wisata juga dilakukan dengan penyediaan lingkungan yang bersih, keramahtamahan warga dalam menerima tamu, suguhan yang menarik. RW 01 hampir mencakup aspek-aspek tersebut, lingkungan segar, bersih dan nyaman, warganya ramah dan antusias, dan cinderamata/oleh-oleh yang beragam hasil produksi kerajinan penduduk setempat diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata yang menarik,” jelasnya.

abi is agusbudi | Tanya Komputer