Detail Berita
LOMBA CATUR NASIONAL WALIKOTA CUP TEMPATI PASTHY
18-08-2011

 

Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto buka Kejuaraan Catur Beregu tingkat Nasional Walikota Cup 2011 ke 30 yang berlangsung pada hari Minggu (29/5). Lomba ini unik bahkan baru pertama kali di Indonesia yaitu lomba catur yang dilangsungkan di area Pasar Hewan dan Tanaman Hias Yogyakarta(PASTHY) yang penuh dengan hiruk pikuk pengunjung dan suara hewan-hewan.

Ungkap ketua penyelenggara, Mohammad Setiawan dalam laporan penyelenggaraan, bahwa alasan pemilihan tempat pelaksanaan lomba di PASTHY karena memiliki tempat yang cukup representatif, seperti memiliki gazebo dan taman yang nyaman digunakan sebagai tempat bertanding, selain itu juga dalam rangka ikut lebih memasyarakatkan PASTHY.

Lomba ini diikuti 21 regu yang berasal dari segenap penjuru tanah air, seperti peserta dari Kalimantan dan Sulawesi dan juga diikuti oleh Grand Master Internasional. Lomba dilaksanakan 3 hari berlangsung di zona hewan dan 8 hari dilaksanakan malam hari di zona tanaman hias PASTHY. Kota Yogyakarta mentargetkan untuk menyabet juara umum dan untuk para peserta yang berprestasi diberikan hadiah berupa uang pembinaan. Demikian ungkap Mohammad Setiawan.

Dalam sambutannya, H. Herry Zudianto mengungkapkan bahwa pelaksanaan lomba ini memang memiliki konsep yang bagus. Meskipun main catur sambil mendengar hiruk pikuknya pasar tergolong unik, tetapi para peserta nantinya akan merasa santai dalam bertanding karena PASTHY memiliki tempat yang nyaman untuk duduk bermain catur sekaligus mendengarkan suara-suara burung berkicau yang bisa menginspirasi. Diharapkan kesuksesan pelaksanaan kejuaraan ini nantinya menjadi jadi barometer catur di Jogja sekaligus sebagai latihan para atlet Kota untuk persiapan Porprov. Demikian ungkap Herry Zudianto saat membuka pertandingan ini dan juga berkesempatan meninjau area PASTY bersama para hadirin.

Penutupan lomba dan penyerahan hadiah berlangsung pada hari Minggu (12/6). Tampil sebagai juara I adalah Combi Fidelis, Juara II Altar Ria dan Juara III StieNus Megaswara, trophy diserahkan secara langsung oleh Walikota didampingi ketua penyelenggara. “Menang kalah tidaklah penting yang penting adalah mendapat pengalaman dan ilmu baru setelah berkompetisi di PASTHY. Lomba ini juga diharapkan lebih memasyarakatkan olah raga catur di kota Yogyakarta”, ungkap Herry Zudianto sekaligus secara resmi menutup lomba ini. (byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer