Detail Berita
GERAKAN SAYANG IBU (GSI) DI WIROGUNAN TERBAIK SE-DIY
18-08-2011

Keunggulan GSI di Kelurahan Wirogunan adalah terintegrasinya seluruh kegiatan yaitu Yandu Lansia, Yandu Balita, PAUD, PKK, Kelurahan Siaga (Kesi), BKB, BKR, BKL, PIKR dan kegiatan lainnya. Ditambah pula kesadaran suami untuk selalu siaga (suami siaga) dan kesadaran masyarakat untuk menanam tanaman obat (toga) serta keberadaan pondok GSI di setiap RW. Pondok GSI ini keberadaannya sangat berarti bagi masyarakat sebagai tempat untuk berkonsultasi, sharing dan berbagi wawasan diantara masyarakat dengan dipandu kader dan puskesmas.

Hal itu membawa GSI di Kelurahan Wirogunan meraih juara pertama dalam Lomba GSI tingkat Propinsi DIY pada 2010 lalu. Keberhasilan ini menambah deretan prestasi bagi Kelurahan Wirogunan. Sebelumnya Kelurahan Wirogunan juga meraih prestasi juara 1 dalam lomba Hari Kesatuan Gerak PKK, KB dan Kesehatan tingkat Provinsi, Juara 2 HKG PKK KB Kes tingkat Nasional dan beberapa prestasi lain, baik tingkat Kota maupun provinsi.

Gerakan sayang Ibu merupakan gerakan yang dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat dan pemerintah untuk mengembangkan kualitas wanita, utamanya untuk mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dalam rangka pembangunan sumber daya manusia. GSI bertujuan untuk memberikan stimulan, memperhatikan gizi keluarga terutama pada ibu hamil, dan ibu menyusui. Ibu hamil perlu memperhatikan pentingnya perawatan kesehatan khususnya saat kehamilan dan prioritas dalam pemenuhan gizinya. Kondisi ibu yang terlalu muda saat hamil, terlalu tua saat hamil, terlalu banyak anak, terlalu dekat usia kelahiran, menjadi penyebab tidak langsung dari tingginya AKI.

GSI yang dilaksanakan di Kelurahan Wirogunan ini, melibatkan semua pihak, khususnya lembaga-lembaga sosial tingkat kelurahan, tokoh masyarakat dan RT/RW dengan koordinator satuan tugas gerakan sayang ibu. Sinergi semua kekuatan tersebut untuk mencegah “3 terlambat”, yaitu terlambat mengenali bahaya dan memutuskan untuk mencari bantuan rujukan, terlambat membawa ibu ke fasilitas rujukan (transportasi) dan terlambat memperoleh tindakan pertolongan di fasilitas rujukan.

Seluruh kegiatan GSI yang dilaksanakan tersebut telah berjalan rutin setiap bulan, yang dapat dibuktikan dari administrasi kegiatan. Disamping itu seluruh kegiatan telah terintegrasi dengan kegiatan lain, misalnya Pondok GSI dengan kegiatan Yandu Lansia, Yandu Balita dan suami siaga dan juara 1 GSI tingkat Kota Yogyakarta.

Kegiatan rutin GSI yang dijalankan diantaranya yandu lansia, yandu balita, senam ibu hamil, pojok asi, suami siaga, kegiatan BKB (bina keluarga balita), BKR (bina keluarga remaja), BKL (bina keluarga lansia) dan PIKR (pusat informasi dan konseling kesehatan reproduksi remaja), serta UPPKS (usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera). Semua kegiatan tersebut terdokumentasi dengan baik dalam suatu administrasi yang tersistem.

Lurah Wirogunan MM. Suprihastuti, S.Sos mengatakan, GSI unggulan ini merupakan hasil kerjasama yang kompak antara pamong Kelurahan Wirogunan dan partisipasi warga masyarakat dengan ketua Satgas GSI Ny Dwiyati Sarjiyo dan Ketua Pelaksana Kegiatan Bp Abdul Razaq, SIP. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer