Detail Berita
Perizinan di Kota Mudah Cepat, Pasti dan Terjangkau
28-02-2008

PERIZINAN DI KOTA MUDAH CEPAT PASTI DAN TERJANGKAU
WALIKOTA TERIMA PENGHARGAAN NASIONAL PELAYANAN TERPADU

        Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan, ke depan pemkot mentargetkan proses pengurusan perizinan akan dilakukan secara lebih pasti, mudah, cepat dan terjangkau. Dijelaskan, lebih pasti terkait transparansi aturan dan biaya, lebih mudah karena syarat-syarat perizinan disederhanakan, cepat untuk jangka waktu proses perizinan diperpendek, dan terjangkau sesuai kemampuan masyarakat dan aspek-aspek perizinan bersifat adil tidak diskriminatif.

        Hal itu disampaikan ketika Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih peringkat pertama tingkat kota se-Indonesia sebagai Kota Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Terbaik dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penghargaan diserahkan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono kepada Walikota Yogyakarta Herry Zudianto pada acara penganugerahan Investment Award 2007 di Istana Negara Jakarta, Selasa (18/12).

        Pada kesempatan lain Kepala Dinas Perizinan (Dinzin) Kota Yogyakarta, Dra MK Pontjosiwi mengatakan, penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu di Kota Yogyakarta dilakukan sejak Januari 2006. Hingga kini dinasnya mampu melayani 35 jenis perizinan yang didukung 77 personil. Dibentuknya Dizin merupakan wujud kesungguhan pemkot menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. ”Bukan Janji Tapi Pasti” slogan ini mendorong kami untuk memberi pelayanan yang jelas dan transparan, kepastian biaya, waktu dan persyaratan, tambahnya. Selama Januari hingga November 2007 Dinas Perizinan telah menerbitkan 7.694 perizinan, menolak 51 pengajuan izin dan menangguhkan 106 izin.

        Kriteria penghargaan terdiri atas aspek kelembagaan: bentuk instansi pelayanan perizinan, dasar hukum pembentukan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kewenangan, jenis layanan perizinan dan non perizinan, mekanisme pengaduan/keberatan/komplain; prosedur: waktu resmi perizinan, biaya resmi perizinan, persyaratan perizinan, pengajuan izin secara paralel / paket dan inovasi; faktor pendukung: perencanaan SDM, beban kerja SDM, persyaratan perizinan, efisiensi pemrosesan perizinan dan penggunaan teknologi informasi; pelayanan: kualitas pelayanan (waktu dan biaya), pelayanan SDM (pengetahuan dan perilaku petugas); sarana prasarana: aksesibilitas dan kualitas informasi.

        Sementara itu pada awal Desember 2007, pemkot juga meraih penghargaan dari Departemen Pekerjaan Umum RI. Yaitu peringkat I untuk kategori Kota Besar dalam Bidang Cipta Karya Sub Bidang Penyelenggaraan Sanitasi (Persampahan) dan peringkat II untuk Penyelenggaraan Sanitasi (Air Limbah).(isma)

abi is agusbudi | Tanya Komputer