Detail Berita
RUANG TERBUKA HIJAU RW 03 KELURAHAN BENER
18-08-2011

Berawal dari Program Kali Bersih (Prokasih) yang dicanangkan pemerintah beberapa tahun lalu, dan semangat untuk mensukseskan program tersebut  warga RW 03 Kelurahan Bener yang terletak di bantaran sungai winongo mengadakan kerja Bhakti membuka lahan untuk dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan bantuan fasilitas seperti ayunan, jungkat-jungkit, prosotan serta beberapa Gazebo dari Pemerintah, warga membangun RTH seluas 700 meter persegi di Bantaran sungai Winongo yang berada di perbatasan Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Sleman ini. RTH berbasis masyarakat tersebut berhasil meraih prestasi terbaik tingkat Kota Yogyakarta tahun 2010.

Ketua RW 03 Kelurahan Bener, Wandani beberapa hari lalu, mengatakan RTH diwilayahnya selain untuk rekreasi, setiap sore juga dipergunakan untuk kegiatan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang berjumlah kurang lebih 30 siswa dari warga sekitar, di lokasi tersebut nantinya juga akan dibangun  ruang perpustakaan untuk menunjang kegiatan PAUD.  Selain untuk RTH, warga mempunyai keinginan menjadikan sungai winongo ini sebagai obyek wisata arung jeram, Arung jeram disini bukan Arung jeram yang sesungguhnya, akan tetapi Sungai winongo ini dibendung agar air sedikit terangkat ke atas dengan kedalaman rata-rata, kemudian diatas air diberikan perahu karet atau perahu dayung agar dapat dinikmati minimal warga sekitar”, tuturnya.

Dibantaran sungai Winongo yang dikelolanya telah diberikan akses jembatan yang menghubungkan dua kampung yakni kampung Kricak dan kampung Bener, sehingga semakin banyak warga untuk menikmati ruang terbuka hijau tersebut, bahkan warga berbondong-bondong untuk membuat RTH agar Yogyakarta tetap sejuk.

Lurah Bener, Sugeng Triadi, S.Sos mengatakan, pihaknya sangat mendukung keinginan warganya untuk mempunyai RTH. Sugeng tidak menampik bahwa kemauan warganya didasari dengan kesadaran yang tinggi tentang kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Warga yang berada dibataran sungai Winongo telah sadar betapa pentingnya Sungai. Sungai yang selama ini dianggap sebagai pembuangan akhir utamanya sampah, jika dikelola dengan baik dapat mempunyai nilai ekonomis.

 “Semenjak warga telah sadar tentang sampah, kini banyak warga yang memanfaatkan sampah untuk di daur ulang, dijadikan barang kerajinan yang bernilai jual. Di sekitar RTH yang masih terdapat space akan dijadikan bangunan sebagai Bank sampah, nantinya bangunan itu untuk menampung sampah yang siap di daur ulang, juga sebagai pusat latihan dalam memproses sampah menjadi barang yang bernilai jual”, katanya.

Ditambahkan sugeng, pihaknya senantiasa mendukung apa yang dilakukan warganya untuk menjadikan Kota Yogyakarta lebih hijau dan nyaman. Hal yang dilakukan warga tersebut telah mencerminkan semangat Segoro Amarto yang sedang digalakkan pemerintah Kota Yogyakarta. (And)

abi is agusbudi | Tanya Komputer