Detail Berita
MBAH LEDJAR AJARKAN CINTA LINGKUNGAN DENGAN WAYANG KANCIL
18-08-2011

 

Wayang kancil adalah pertunjukan seni wayang yang seluruh tokohnya binatang. Mengangkat tokoh utama si kancil binatang yang dikenal cerdik  dalam cerita dongeng. Di tangan mbah Ledjar (73 thn) wayang kancil mendunia hingga ke mancanegara. Telah berpuluh tahun sejak 1980-an mbah Ledjar setia bergelut dengan wayang kancil. Dalam setiap pentas wayangnya mbah Ledjar selalu menyisipkan pesan luhur kepada anak-anak untuk mencintai lingkungan.

Seperti tema “Kancil Gugat Lingkungan” yang dipentaskan beberapa waktu lalu. Dengan prolog sederhana mbah Ledjar menceritakan ketika Kancil dan binatang di hutan lainnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena air sungai menjadi kotor tidak lagi bisa diminum. Atas permintaan teman-temannya di hutan Kancil pergi mencari tahu apa yang terjadi dengan air sungai yang kotor. Melalui perjalanan jauh hingga sumber mata air di gunung akhirnya Kancil menemukan penyebabnya. Ternyata ditemuinya sekawanan anak berang-berang sedang bermain di mata air hingga air menjadi keruh dan kotor. Serta merta Kancil menggertak anak berang-berang agar tidak mengotori sumber air. Namun anak berang-berang mengadu pada orangtuanya telah merasa tersakiti dengan sikap Kancil yang kasar. Dan orangtua berang-berang pun tidak terima dengan perlakuan Kancil. Kancil menghadapi permasalahan baru. Hingga akhirnya ditunjuk Burung Hantu untuk mengadili mereka. Dengan berbagai pertimbangan hakim memutuskan bahwa  orangtua berang-berang bersalah karena tidak mampu menjaga anaknya hingga berbuat kesalahan yang merugikan. Namun hakim juga menyatakan bahwa Kancil  juga bersalah atas kekerasan yang dilakukan terhadap anak berang-berang.

Dengan tema cerita itu mbah Ledjar menyisipkan pesan bahwa setiap orangtua harus selalu bertanggungjawab terhadap anak dengan menjaga dan mengawasinya, juga bahwa semua permasalahan bisa diselesaikan dengan damai dengan jalan musyawarah tanpa kekerasan. Selain itu yang pasti bahwa kita semua harus selalu menjaga lingkungan agar tercipta kehidupan yang  seimbang.

Tema lingkungan lebih mendominasi cerita wayang Kancil mbah Ledjar dalam setiap pementasannya. Hingga pada Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2011 bulan Juni lalu Ki Ledjar Subroto terpilih sebagai penerima penghargaan lingkungan “Citra Lestari Kehati”. Penghargaan diberikan oleh Sultan HB X. Berbagai penghargaan lain pernah diterima mbah Ledjar baik  dari dalam maupun luar negeri.

Di kampungnya Sosrokusuman  kelurahan Suryatmajan Mbah Ledjar adalah sosok seniman juga aktif dalam kegiatan bermasyarakat. Rumahnya selalu terbuka bagi siapa saja untuk belajar dan bertanya tentang wayang kancil. Mbah  Ledjar tak hanya menjadi dalang, namun beliau juga membuat berbagai ragam  wayang dan topeng. Wayang buatan mbah Ledjar juga menjadi koleksi berbagai museum di belahan dunia. Bahkan nama mbah Ledjar menjadi legendaris wayang di negeri Belanda. Koleksi wayangnya disimpan di University of  London,

Ubersee Museum di Bremen Jerman, Tamara Fielding di New York AS, Museum Anthropology di Canada, Museum Westfreis di Hoorn Belanda, Museum Tropen di Amsterdam Belanda dan Museum Kantjiel di Leiden Belanda. Sebagian besar kolektor wayang kancil juga dapat mementaskannya karena diajarkan langsung  oleh mbah Ledjar. Di benua Eropa tersebut mbah Ledjar kerap kali diundang  untuk mementaskan wayang kancilnya.

Kampung Sosrokusuman menjadi lebih hidup dengan kepeloporan mbah Ledjar  pada wayang kancil. Kreativitasnya tak terbatas hingga banyak wisatawan  menyempatkan diri singgah ke rumahnya yang tak jauh dari kawasan  Malioboro. Inovasinya dalam menghidupkan dan mempopulerkan kesenian wayang  kancil diharapkan akan membawa masyarakat lebih mengenal seni wayang dan  tertarik mempelajari serta melestarikan. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer