Detail Berita
BERPIJAK DARI SUNGAI BERKIPRAH DENGAN INOVASI BERSAMA MENGGAPAI PRESTASI
18-08-2011

 

Pengelolaan sampah secara mandiri di RW 19 Kelurahan Brontokusuman Kecamatan Mergangsan Kota Yogyakarta telah menorehkan prestasi. Kegiatan unggulan berbasis masyarakat ini meraih prestasi terbaik pertama tingkat Kota Yogyakarta pada  tahun 2010.

Karanganyar merupakan metamorfosis dari kampung yang dulunya terkenal dengan “kampung hitam” sekarang berubah menjadi salah satu kampung yang patut dicontoh. Kerja keras penduduk Karanganyarlah yang menjadi kunci keberhasilan perbaikan citra dari kampung tersebut ke arah yang lebih baik.  Peran masyarakat dan kepedulian berbagai pihak akhirnya membuahkan perubahan yang baik, Perilaku dan pola pikir masyarakat yang dulu melakukan berbagai aktivitas  terutama MCK dan buang sampah di sungai. kini sudah berbalik. Sungai dianggap dan diperlakukan sebagai asset yang berharga yang perlu dirawat, dibersihkan dan dilestarikan.

Pertengahan tahun 2003 lahir Forum Komunikasi Masyarakat Code Selatan (FKCMS ) sebagai wadah pengelolaan sungai beserta masyarakatnya di bantaran sungai, khususnya lingkungan RW 19 Karanganyar.  Bersama itu pula dibentuk Lembaga Kemitraan Masyarakat “GERBANG INSAN MANDIRI” Kedua lembaga diresmikan pada tanggal 9  September 2004.

Lalu tumbuh UKM Bina Kreasi Mandiri  merupakan unit kegiatan ekonomi produktif sebagai wadah partisipasi masyarakat RW 19 untuk menata, memelihara, dan melestarikan Sungai Code bagian selatan beserta lingkungannya agar senantiasa dalam kondisi bersih dan indah.  Kehadiran Kelompok Bina Kreasi Mandiri bermula dari  aktivitas masyarakat RW 19 khususnya ibu-ibu dalam pengelolaan sampah mandiri berbasis Rumah Tangga.

Dari aktivitas tersebut muncul kreatifitas dalam pembuatan kerajinan dari  aneka limbah khususnya plastik dan kain. Kegiatan riil UKM ini pengelolaan  dan pemilahan sampah mandiri. Melalui bantuan dari GTZ Jerman UKM Bina Kreasi Mandiri dapat membangun shoowroom kerajinan daur ulang sampah dan balai pengolahan sampah sebagai media untuk promosi hasil kerajinan yang ada di RW 19.

Pemanfaatan limbah barang bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis dan dapat menjadi mata pencaharian penduduk setempat, selain juga dapat meminimalisir sampah dari sungai Code. Mulai dari pemilahan sampah hingga merangkai sampah non organik menjadi barang ekonimis. Sedangkan sampah organik seperti daun-daun kering, diolah menjadi pupuk di balai pengolahan  sampah. Meskipun secara ekonomis hasilnya belum dapat terukur, namun minimal mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi warga sendiri. Dan yang lebih penting adalah bagaimana memberdayakan dan membudayakan warga untuk memilah dan mengolah sampah.

“Dulu sampah adalah sesuatu yang harus dibuang di manapun mereka mau tanpa mempedulikan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kini sampah justru diperlakukan sebagai sesuatu yang bernilai ekonomis, dan bernilai investasi. Kini sampah tidak lagi bikin susah, tapi sampah justru menjadi berkah. Lingkungan sungai yang kini telah tampak hijau, bersih dan indah,”  tutur Ketua RW 19 Drs. Suwandi, SH. Selain unggul dalam pemanfaatan limbah sampah, kampung Karanganyar ini juga unggul dalam hal kerajinan. Dikampung ini terdapat pengrajin skala rumah tangga yang memproduksi blangkon, tas dompet dari kain perca dan lain sebagainya. Kegiatan ekonomi produktif ini berdampak positif dalam  peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

Aneka kerajinan yang telah dihasilkan terbukti diterima pasar dan laris terjual. “Namun ukuran keberhasilan bukan semata-mata dari sisi nilai uang. Akan tetapi sejauh mana kegiatan ini mampu memberi andil dalam mengatasi persoalan sampah yang senantiasa menjadi masalah yang tak pernah habis ujung pangkalnya. Dengan mendaur ulang sampah baik yang organik maupun anorganik berarti telah menyelamatkan dan mengurangi beban yang harus ditanggung pemerintah untuk mengirim ke TPA,” tegasnya.

Dengan diwadahi UKM Bina Kreasi Mandiri warga semakin aktif memproduksi berbagai jenis barang dari daur ulang sampah. Mereka berproduksi secara perorangan maupun kelompok. Bahkan ada permintaan eksport ke Korea, Jepang dan Jerman. Para pelaku UKM ini juga seringkali diundang untuk melakukan pelatihan pengelolaan sampah ke berbagai tempat.

Mewujudkan sebuah lingkungan kampung yang asri, indah, nyaman serta memiliki daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara bukan perkara mudah, mengingat ini adalah kawasan pinggiran sungai yang akrab dengan kekumuhan. Untuk mewujudkan impian, yaitu sebuah kampung dengan lingkungan yang asri memerlukan kerja keras, terus-menerus secara berkesinambungan dalam kurun waktu yang panjang  dan tak akan mungkin dipatok dalam hitungan hari, bulan, bahkan tahun sekalipun.

Dipaparkan Suwandi, Rencana pengembangan ke depan adalah bagaimana mewujudkan lingkungan yang indah, nyaman asri terbebas dari segala bentuk polusi sampah. Warga punya impian untuk mendesain kampung Karanganyar menjadi sebuah kawasan dimana aktivitas masyarakatnya didominasi oleh kegiatan aneka daur ulang. Tidak terbatas pada limbah plastik semata namun segala macam yang sudah menjadi barang bekas didesain ulang menjadi sesuatu yang punya nilai ekonomis, memiliki nilai jual yang tinggi.

Sehingga apa yang dilakukan masyarakat tidak semata berkarya dengan inovasi, namun lebih ke arah pemberdayaan lembaga yang sudah ada dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga. Disamping itu, secara langsung maupun tidak langsung telah membantu program pemerintah kota khususnya dalam mengurangi dan menanggulangi sekaligus meminimalkan jumlah sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer