Detail Berita
Kolom Walikota
18-08-2011

MEMBANGKITKAN KAWASAN SUNGAI WINONGO MELALUI TITIK UNGKIT

 

Kawasan Sungai Winongo yang membelah wilayah Kota Yogyakarta kita kembangkan lebih serius.  Beberapa penggal kawasan ini oleh Pemkot Yogyakarta dilakukan penataan khusus untuk membangkitkan dan mendorong pengembangan secara fisik, sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Penataan Sungai Winongo ini merupakan wujud dari semangat gotong royong agawe majune ngayogyokarto “segoro amarto”. Sebuah gerakan yang tumbuh dan berkembang dari masyarakat sendiri, sedangkan peran Pemkot Yogyakarta sebagai pendorong dan memfasilitasi kehendak warga masyarakat.

Bantaran Sungai Winongo sepanjang 11 km yang melintasi wilayah 6 kecamatan, 11 kelurahan dan 54 RW serta dihuni sekitar 10.800. Jiwa atau 2.160 KK, akan dikembangkan dengan memetakan beberapa penggal yang terbagi dalam beberapa titik ungkit. Titik ungkit merupakan titik yang diharapkan mampu membangkitkan efek lingkungan sekitar agar lebih berkembang.

Saya berharap titik ungkit ini mampu mengembangkan ekonomi kewilayahan  (PEW) berdasarkan potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Bagi Pemkot Yogyakarta pengembangan ekonomi kewilayahan dilakukan tidak hanya menggulirkan modal kerja semata, namun lebih dengan bagaimana menggerakkan seluruh potensi yang ada di masyarakat yang didukung oleh partisipasi warga.

Secara bertahap dibangun sebanyak 8 titik ungkit yang akan menjadi satelit bagi wilayah sekitarnya. Titik satu di Kelurahan Bener dan Kricak, titik ungkit dua di Kelurahan Pringgokusuman dan tiga di Kelurahan Tegalrejo, dan lainnya. Program ini telah difokuskan di sepanjang bantaran sungai winongo sejak 2010, dan akan selesai pada 2011. Peran serta masyarakat menjadi titik tumpu utama untuk pengembangan ekonomi berbasis penataan bantaran sungai. Pada tahap awal Pemkot Yogyakarta telah mengucurkan dana Rp. 925 juta untuk pengembangan kawasan bantaran sungai winongo. Sedang masing masing titik ungkit akan  dikucurkan dana sebesar 300 juta rupiah. Sejalan dengan itu juga telah dikumpulkan 54 pengurus RW dan warga sepanjang bantaran sungai ini untuk membahas penataan dan pengembangan kawasan agar mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Hingga April 2011 saya telah meresmikan 3 titik ungkit yaitu di titik satu Kelurahan Bener berupa jembatan penghubung antara kelurahan Bener dan Kricak. Jembatan ini melintang diatas sungai winongo dan dibangun oleh masyarakat sekitar yang tergabung dalam paguyuban “Becak (Bener-Kricak) Maju”. Di titik ini ada potensi berupa kolam ikan lele, ruang terbuka untuk olahraga dan bermain yang oleh warga masih akan dikembangkan lagi untuk wisata kuliner dan ajang  pentas lokal.

Titik berikutnya saya resmikan pada akhir Maret 2011 adalah titik enam di Kelurahan Notoprajan berupa tempat rekreasi yang oleh masyarakat sekitar diberi nama Sasana Budaya Wiranata Saestu Sungai Winongo.  Saya sudah menjajal sebuah permainan baru (flying fox) ini dengan meluncur sepanjang 7 meter menggunakan tali diatas sungai Winongo dari sisi selatan timur ke arah sisi utara barat. Saya rasa cocok bagi masyarakat yang mempunyai hobi petualang tarifnya juga murah. Tingkat kemananan juga sudah sesuai standart jadi jangan khawatir akan jatuh ke sungai. Operasional permainan ini juga akan didampingi oleh pemandu yang berpengalaman. Di Lokasi ini juga terlihat sudah mulai berkembang perekonomiannya. Warga sekitar mulai menjajakan berbagai produknya yang semakin meramaikan tempat rekreasi alternatif di Kota Yogyakarta.

Kemudian awal April 2011 saya meresmikan lagi titik ungkit empat di kelurahan Pringgokusuman. Disini dibangun tempat bermain anak lengkap dengan gedung serbaguna. Lingkungan ini dulunya gelap dan selalu dihindari warga, namun sekarang sudah terang penuh cahaya lampu sehingga terkesan meriah bagi warga sekitar bahkan menjadi favorit warga.

Lima titik ungkit lainnya akan segera diselesaikan oleh warga. Saya berharap masyarakat di sekitar titik ungkit ini akan mampu memberdayakan ekonominya sendiri sehingga menjadi masyarakat yang mandiri baik secara fisik, sosial maupun ekonomi. (ism)

abi is agusbudi | Tanya Komputer