Detail Berita
SUNGAI WINONGO MILIKI TAMAN WISATA AIR
20-06-2011



Kawasan sungai Winongo sekarang tidak kumuh lagi. Sebaliknya kawasan ini telah disulap menjadi kawasan yang asri dan sebuah alternatif objek wisata di kota Yogyakarta. Hadirnya Taman Wisata Air  Wiranata Saestu  di kawasan yang terletak di bawah jembatan Serangan Yogyakarta  menambah daya pesona wisata di kota wisata ini. Wiranata Saestu akan  menjadi salah satu pilihan wahana bermain dan berekrasi  bagi keluarga di kota Yogyakarta.
Wiranata Saestu menyediakan fasilitas  hiburan berupa panggung kesenian yang dibangun permanen di sisi barat  sungai dan  dan deretan  warung  lesehan yang menawarkan  beragam kuliner  berjejer rapi di sisi timur bibir sungai. Fying fox  yang membelah sungai dan beberapa wahana wisata air lain bisa memanjakan pengunjungnya. Pemandangan dari atas jembatan Kampung Serangan di sisi selatan kawasan pinggir Sungai Winongo yang terletak di perbatasan Wirobrajan dan Notoprajan (wiranata) cukup nyaman untuk dinikmati sehingga tidak berlebihan dikatakan bahwa  Wisata Air Wiranata Saestu merupakan salah satu pilihan wisata di kota Yogyakarta.  Wisata Air Wiranata Saestu, konon merupakan wahana wisata air yang pertama di kota Yogyakarta.
Taman Wisata Air Wiranata Saestu  yang  diresmikan Walikota Yogyakarta, H. Herry Zudianto akhir Maret (27/3) lalu merupakan   bagian  program  pembangunan kota Yogyakarta   Pemerintah Kota Yogyakarta merevitalisasi sungai  berbasis kemasyarakatan.
Ketua Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA) Oleg Johan menjelaskan  Pemkot Yogyakarta mendorong dengan  memfasilitasi masyarakat sekitar sungai untuk mengembangkan wilayahnya sehingga bisa mendatangkan ekonomi. Dikatakan,  sejak 2010 sampai saat ini sudah ada enam daerah di sepanjang Winongo yang melakukan revitalisasi berbasis kemandirian masyarakat. “ Lokawisata Taman Wiranata ini merupakan lokasi keenam dalam pengembangan Winongo,” ujar Oleg.
Oleg berharap keberadaan  Lokawisata Taman Wiranata  Seastu memberi  inspirasi bagi seluruh masyarakat bantaran sungai bahwa  sungai memang sebagai sumber dari kehidupan dan bukan lagi sebagai tong sampah berjalan yang menampung sampah dari masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Herry Zudianto  dalam sambutannya mengatakan dirinya  sangat  menghargai kerja keras warga bantaran sungai Winongo yang dengan semangat kebersamaannya mewujudkan  cita-cita  menjadikan sungai yang lebih berdaya guna. Menurutnya  usaha warga ini merupakan kado istimewa dari warga Ngampilan dan Wirobrajan  di akhir masa jabatannya sebagai kepala pelayan masyarakat kota Yogyakarta.  
“Semangat kebersamaan merupakan modal penting untuk maju. Saya sangat bangga karena melalui titik ungkit ini, cita-cita bersama untuk pemberdayaan masyarakat melalui semangat kebersamaan dapat diwujudkan,” ungkap Walikota. Walikota  berpesan  agar masyarakat  terus menjaga semangat kebersamaan dalam melaksanakan pemberdayaan ekonomi di kawasan Sungai Winongo karena  hal ini akan menjadi  modal penting untuk maju dan mewujudkan  kesejahteraan.
Camat Ngampilan, Darajat, menambahkan kehadiran  wisata air di sepanjang sungai Winongo ini merupakan  inisiatif warga Kecamatan Ngampilan dan Wirobrajan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Winongo Asri. Darajat berharap pengembangan wisata air ini dapat  mengubah imej dan mind set masyarakat tentang kawasan sungai yang kumuh. “Dengan adanya wisata air di sekitar jembatan Serangan mudah-mudahan  dapat mengembangkan potensi perekonomian masyarakat  di sekitarnya,” ujar Darajat. Darajat menjelaskan  setiap minggu rencananya akan  digelar berbagai acara kesenian dan hiburan lainnya.
Untuk diketahui, Lokawisata Taman Wiranata  Saestu sungai Winongo, berada di dua kecamatan yakni Ngampilan dan Wirobrajan kota Yogyakarta. Di sepanjang  100 meter sisi kanan dan kiri sungai sudah didirikan  bangunan yang dapat menampung sekitar 50 pedagang dan digunakan untuk wisata kuliner. Selain itu,  arena bermain anak seperti komedi putar, jungkat jungkit, telusuran, dan lain lain juga disediakan di sisi timur. Sedangkan di sisi barat  sungai terdapat panggung hiburan permanen  yang bertuliskan Sasana Budaya Wiranata Saestu seluas 8x4,5 meter. Panggung ini rencananya akan digunakan sebagai panggung untuk menampilkan potensi seni masyarakat. Permainan flying Fox yang melintasi Sungai Winongo sepanjang 55 meter menambah daya tarik pengunjung.
Seorang warga yang ditemui di lokasi berharap kehadiran wahana wisata air ini dapat memberi manfaat bagi warga sekitar dari sisi ekonomi dan bisa menyejahterakan warga di bantaran sungai Winongo. (@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer