Detail Berita
SRI SULTAN HB. X LUNCURKAN SEGORO AMARTO
20-06-2011

 hbxlaunchingsegoroamarto

Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto atau disebut SEGORO AMARTO telah diluncurkan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, beberapa waktu lalu (24/12/2010) di Kampung Bangunrejo Kelurahan Kricak Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Peluncuran ini mendapat perhatian dari semua elemen masyarakat Yogyakarta.
Sri Sultan dalam sambutannya mengatakan   konsep Segoro Amarto sudah lengkap baik filosofi dan dasar pemikirannya, tinggal bagaimana mengaplikasikan nya di masyarakat. Menurut Sultan Segoro Amarto merupakan suatu gerakan bersama seluruh masyarakat Yogyakarta untuk menanggulangi kemiskinan dengan lebih menekankan pada perubahan nilai yang tercermin pada sikap, perilaku, gaya hidup, dan wujud kebersamaan dalam kehidupan yang  mencakupsemua aspek fisk dan non fisik.
Segoro Amarto memiliki makna  Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto. Segoro memiliki sifat dapat menampung semua permasalahan sebagaimana menerima limpahan air yang sangat kotor dari  daratan. Segoro  sebagai tempat hidup dan menghidupi dan sebagai sumber daya alam dengan segala kekayaannya. Segoro juga sebagai sarana interaksi dan transformasi antar bangsa dan budaya, juga menggambarkan semangat  yang menggelora, terus menerus dan tidak kenal menyerah, serta di dalamnya ada ketenangan.
“Sedangkan Amarto dalam kisah pewayangan adalah negara yang menggambarkan kebaikan  dimana sifat masyarakat dan pimpinannya dapat dipercaya dan diteladani,” ujar Sultan.
Secara keseluruhan filosofi Segoro Amarto dapat dimaknai semangat bersama untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di lingkungannya, kampung, kelurahan, kota dan negara. Ditambahkan jiwa atau prinsip yang dibangun dalam Segoro Amarto adalah Kemandirian, Kepedulian Sosial, Gotong Royong, dan Kedisiplinan.
Segoro Amarto bertujuan  memajukan keadilan sosial masyarakat, dan menjadikan kehidupan yang lebih nyaman, sejahtera dan mandiri. Mendorong pembangunan masyarakat dengan mengedepankan jiwa kepedulian sosial, gotong royong, kemandirian serta nilai nilai luhur yang  berkembang. Selain itu, menjadi sebuah gerakan yang dapat menjadi roh seluruh lapisan masyarakat untuk bersama menanggulangi kemiskinan.
Prinsip Pelaksanaan Segoro Amarto  adalah meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan atas dasar kesadaran bersama untuk mewujudkan masyarakat yang kuat dan sejahtera. Membangun motivasi untuk senantiasa bersemangat atas dasar nilai-nilai budaya rajin, sikap mandiri, kerjasama, dan peduli kepada sesama.
Walikota Yogyakarta Herry Zudianto mengatakan tujuan utama gerakan tersebut adalah mencapai kemajuan dan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan penekanan utama perubahan nilai pada masyarakat.
Menurut Walikota, selama ini upaya untuk menurunkan angka kemiskinan penduduk cenderung dilakukan secara parsial dan terkesan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. "Ini adalah kegiatan dari bawah ke atas, sehingga masyarakatlah yang akan menyusun kebutuhan-kebutuhannya untuk peningkatan kesejahteraan." Imbuh Walikota
Walikota menambahkan sebagai pilot project, gerakan ini akan diujicobakan di tiga kelurahan yakni Sorosutan, Tegalpanggung dan Kricak. Menurutnya, masyarakat di sekitarnya harus turut andil untuk memberikan peranan dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan pengetahuan.
 "Diharapkan mereka bersatu-padu, warga satu bisa memberi apa bagi warga lain. Tidak harus berupa modal namun lapangan pekerjaan, pengetahuan dan sebagainya. Semangat itu yang harus ditumbuhkembangkan,” tutur Walikota.
Dalam launching, dilakukan penyerahan dokumen kesepakatan program pekerjaan yang akan dikerjakan, ikrar komitmen sembilan Ketua RW untuk melaksanakan Segoro Amarto. Para ketua RW menyatakan bahwa semua permasalahan akan ditangani bersama dengan semangat kegotongroyongan.
Sultan dan Muspida Kota Yogyakarta kemudian didaulat untuk memperagakan empat gerakan yang menjadi pilar "Segoro Amarto" dengan cara menyapu ke depan, belakang, samping kiri dan kanan.
Peluncuran Segoro Amarto ini juga dimeriahkan dengan gelar potensi kesenian,  ekonomi dan pendidikan yang diperagakan sepanjang  jalan perkampungan serta  diselingi dengan display berbagai kegiatan yang sudah dilakukan seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Posyandu, kesenian dan sebagainya dari pintu masuk hingga lapangan yang digunakan untuk upacara. Warga masyarakat dari berbagai usia  sangat antusias menyaksikan acara tersebut dari awal hingga akhir.
Kota Yogyakarta merupakan  kota pertama di Provinsi DIY yang berkesempatan untuk mengaplikasikan gerakan masyarakat Segoro Amarto tersebut. Tahapan Segoro Amarto. Sosialisasi konsep,  Penanaman nilai-nilai luhur kehidupan, meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader – kader lokal, merencanakan program yang realitas berbasis partisipatif. Kampanye gerakan bersama, pelaksanaan kegiatan bersama, monitoring, dan evaluasi. (Tim/@mix/andr)

abi is agusbudi | Tanya Komputer