Detail Berita
Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Alam DPR RI Kunjungi Kota Yogyakarta
19-10-2007

Pemerintah Pusat akan menghentikan seluruh dana bantuan rekonstruksi fisik di Jogja. Program bantuan akan beralih ke pembangunan sektoral. Sedangkan besaran anggaran akan dibahas pada anggaran perubahan tahun ini. Hal tersebut dikatakan anggota Tim Pengawas Penanggulangan Bencana Alam (TP PBA) DPR RI Totok Daryanto dalam kunjungan kerjanya di Kelurahan Pandeyan dan Tahunan Kota Yogyakarta, belum lama ini. TP PBA terdiri atas Wakil Ketua Soekartono Hadiwarsito, Totok Daryanto, SE, Dra. Edi Mihati, Msi, Djoko Soewindi, SH dan GBPH Joyo Kusumo. Mendampingi kunjungan tersebut Walikota Yogyakarta H. Herry Zudianto, Wakil Walikota Yogyakarta Drs. Haryadi Suyuti, Ketua DPRD Kota Yogyakarta Arif Noor Hartanto, SIP serta Kepala instansi terkait.

Secara umum menurut Totok proses rekonstruksi di Jogja berjalan sukses. Yang lebih membanggakan, meski bantuan yang dikucurkan hanya Rp.15 juta namun pembangunan rumah warga tersebut bisa dua atau tiga kali lipat. "Kami ingin mengecek apakah masih ada permasalahan yang belum terselesaikan dalam penanganan pasca gempa 27 Mei 2006", terangnya disela-sela mengunjungi rumah joglo yang berusia 200 tahun lebih yang rusak akibat gempa. Rumah milik Mulyono Budi Harjono Pandeyan RT 13/RW 03 UH V/872 Umbulharjo ini sekarang digunakan sebagai pusat kegiatan masyarakat setempat.

Menyinggung kaitannya dengan bantuan bagi rumah cagar budaya sampai saat ini masih terbengkalai, menurut Totok, Pemerintah Pusat sudah mengalokasikan bantuan tersebut. Bantuan yang menggunakan anggaran APBN tersebut dikucurkan melalui APBD Propinsi. "Nilainya saya kurang begitu tahu pasti, tetapi sekitar 14 milyar diperuntukkan bagi pembangunan rumah-rumah cagar budaya milik masyarakat, entah joglo atau lainnya", tandasnya.

Beberapa hal penting yang menjadi perhatian Tim, antara lain, berkaitan pencairan dana rekonstruksi kepada pemilik rumah rusak berat, sedang dan ringan. Selain itu, Tim yang sebagian anggotanya berasal  dari daerah pemilihan DIY ini juga melihat penanganan Pemerintah Kota berkait pemberdayaan ekonomi. Terutama kelangsungan usaha kecil menengah (UKM). Hal lain yang akan menjadi perhatian Tim adalah penanganan terhadap masyarakat penyandang difabel yang menjadi korban gempa tektonik. Secara pribadi Totok memuji Pemerintah Kota dalam menangani masyarakat yang menjadi korban bencana alam. Termasuk terkait pendistribusian dana rekonstruksi sebesar Rp. 15 juta bagi pemilik rumah rusak berat.

abi is agusbudi | Tanya Komputer