Detail Berita
JOGJA JAVA CARNIVAL “HARMONIGHT”
10-01-2011

  JJC 2010

 Puncak acara HUT ke 254 Kota Yogyakarta digelar perhelatan Jogja Java Carnival (JJC) 2010 “Harmonight” diharapkan mampu sebagai event internasional. Selain menjadi brand ulang tahun Kota Yogyakarta, JJC ini juga menjadi agenda pariwisata dengan berbagai kreatif budaya warga masyarakat. 
Wali Kota Yogyakarta, Herry Zudianto dalam sambutan mengawali rangkaian JJC yang digelar sepanjang Malioboro hingga Alun-alun Utara, Sabtu (16/10) mengatakan, Yogyakarta telah menjadi kota yang nyaman dan humanis dalam berbagi aspek dan masyarakatnya yang multikultural hingga Yogyakarta dinobatkan sebagai kota nyaman dihuni. "Dengan tiga tema besar yang diusung Jogja Java Carnival yaitu selaras dengan sesama, selaras dengan alam dan selaras dengan pencipta yang dirangkum dalam Harmonigth merupakan suatu perayaan budaya sebagai wujud kesatuan," ujarnya.
Herry berharap event ini mampu menjadi pesta budaya universal yang dapat menginternasional karena dalam Jogja Java Carnival terdapat dua unsur utama yaitu pesta yang diselenggarakan malam hari dan pesta budaya internasional yang dapat direalisasikan menjadi ajang event internasional.
Ditambahkan, event ini menjadi ikon pariwisata yang dapat memberi dampak positif sehingga mampu menarik wisatawan baik domestik maupun internasional dan dapat mendukung perekonomian masyarakat. 
Gubernur DIY Sultan HB X hadir pada malam pembukaan JJC bertempat di Alun-alun utara itu mengatakan, "Yogyakarta tetap kaya akan kharisma yang khas maka adanya Jogja Java Carnival akan dapat memperkaya pesona Yogyakarta sebagai kota budaya yang kreatif yang didukung dengan banyaknya seniman kreatif yang ada di bumi Mataram". Raja Keraton Ngayogyakarta ini menambahkan, Jogja Java Carnival mampu mempertemukan berbagai aliran seni baik kotemporer maupun tradisional yang dikreasikan oleh seniman domestik maupun internasional. "Event ini dapat menjaga perabadan kota Yogyakarta yang multikultural dan humanis," imbuhnya.
Kedepan diharapkan JJC ini selain menjadi ikon kota Yogyakarta, ikon pariwisata juga dapat menjadi event internasional yang dapat memberi hiburan dan pencerahan bagi masyarakat. Lebih lanjut dikatakannya roh peradaban sebuah kota adalah mobilitas sosial, tetapi seniman menjadi bagian dari kota berfungsi sebagai penjaga nurani kota agar tidak tenggelam pada arus dunia yang fana. "Kota Yogyakarta diharapkan dapat menjaga kharismanya sebagai kota budaya dan toleransi, sehingga karakter yang khas inilah dapat menjaring semakin banyak wisatawan untuk berkunjung," kata Sultan.
Selanjutnya event ini menjadi ikon pariwisata yang dapat memberi dampak positif sehingga mampu menarik wisatawan baik domestik maupun internasional dan dapat mendukung perekonomian masyarakat.(genks)

abi is agusbudi | Tanya Komputer