Detail Berita
Pemkot Jogja Peduli Lansia
19-10-2007

Kota Yogyakarta merupakan kota yang mempunyai angka harapan hidup waktu lahir tertinggi pertama di Indonesia. Pada Tahun 2005 angka harapan hidup waktu lahir penduduk Kota Yogyakarta adalah 68,32 tahun, sehingga banyak jumlah penduduk usia lanjut. Tahun 2005 penduduk berusia lebih dari 60 tahun ada 31.701 jiwa atau 6,13% dari total jumlah penduduk.

Proses penuaan yang terjadi secara alami pada kehidupan manusia tidak hanya menyebabkan penurunan fungsi tubuh, tetapi juga berdampak pada aspek mental dan sosialnya. Pada usia lanjut akan timbul masalah seperti meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif dan kardiovaskuler, gangguan mental serta masalah yang menyangkut sosial. Berdasarkan pola penyakit rawat jalan di Puskesmas tahun 2006, penyakit pada system otot dan jaringan pengikat (penyakit tulang, radang sendi termasuk reumatik) dan penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang banyak diderita pada kelompok usia lebih dari 60 tahun.

Dalam Undang-Undang No.23 Tahun 1992 tentang Kesehatan pada pasal 19, bahwa kesehatan manusia usia lanjut diarahkan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kemampuannya agar tetap produktif, serta pemerintah membantu penyelenggaraan upaya kesehatan usia lanjut untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara optimal. Oleh karena ini berbagai upaya dilaksanakan untuk mewujudkan masa tua yang sehat, bahagia, berdaya guna dan produktif untuk usia lanjut. Diantaranya dengan meningkatkan cakupan, keterjangkauan dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya untuk penduduk usia lanjut.

Salah satu bentuk kegiatan yang perlu digalakan adalah mendorong pembentukan dan pemberdayaan usia lanjut seperti Kelompok Usia Lanjut, Keberadaan Posyandu Lansia yang mulai berkembang di kalurahan se-kot Jogja. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat khususnya para usia lanjut terhadap pelayanan kesehatan yang terjangkau, berkelanjutan dan bermutu. Pelaksanaan kegiatan di Kelompok Usila saat ini, masih beragam dan bervariasi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing wilayah. Adapun tujuan kegiatan para lansia untuk meningkatkan kesejahteraan usia lanjut melalui Kelompok Usila yang mandiri. Lebih dari itu untuk  meningkatkan kemudahan Usia Lanjut dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan, meningkan cakupan  dan kualitas pelayanan kesehatan usia lanjut, khususnya aspek peningkatan dan pencegahan tanpa mengabaikan aspek pengobatan dan pemulihan  serta    meningkatnya kualitas pelaksanaan pelayanan bagi lanjut usia. Sasaran langsung dari kegiatan ini adalah  bagi para   Pra USILA (usia 45 - 59 tahun), USlLA (usia 60-69 tahun),  USlLA  resiko tinggi  yakni usia lebih dari 70 tahun atau lanjut usia berumur 60 tahun atau lebih.

KEGIATAN POSYANDU LANSIA

PELAYANAN KESEHATAN. Pelayanan Kesehatan di Posyandu lanjut usia meliputi pemeriksaan Kesehatan fisik dan mental emosional yang dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi. Jenis Pelayanan Kesehatan yang diberikan kepada usia lanjut di Posyandu Lansia adalah:  1). Pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar dalam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya. 2).  Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental emosional dengan menggunakan pedoman metode 2 (dua ) menit. 3).   Pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan dicatat pada grafik indeks masa tubuh (IMT).  4).   Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dan stetoskop serta penghitungan denyut nadi selama satu menit. 5).  Pemeriksaan hemoglobin menggunakan talquist, sahli atau cuprisulfat 6). Pemeriksaan adanya gula dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit gula (diabetes mellitus) 7).  Pemeriksaan adanya zat putih telur (protein) dalam air seni sebagai deteksi awal adanya penyakit ginjal. 8).  Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas bilamana ada keluhan dan atau ditemukan kelainan pada pemeriksaan butir 1 hingga 7. 9).  Penyuluhan Kesehatan.

Kegiatan lain yang dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi setempat seperti    Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan memperhatikan aspek kesehatan dan gizi lanjut usia dan kegiatan olah raga seperti senam lanjut usia, gerak jalan santai untuk meningkatkan kebugaran.

Untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan di Posyandu Lansia, dibutuhkan, sarana dan prasarana penunjang, antara lain: tempat kegiatan (gedung, ruangan atau tempat terbuka), meja dan kursi, alat tulis, buku pencatatan kegiatan, timbangan dewasa, meteran pengukuran tinggi badan, stetoskop, tensi meter, peralatan laboratorium sederhana, thermometer, Kartu Menuju Sehat (KMS) USILA

MEKNISME PELAKSANAAN. Untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima terhadap usia lanjut di Posyandu Lansia, mekanisme pelaksanaan kegiatan yang sebaiknya digunakan terdiri atas 5 tahap: Tahap pertama, pendaftaran anggota sebelum pelaksanaan pelayanan.  Tahap kedua, pencatatan kegiatan sehari-hari dilakukan usila serta penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Tahap ketiga, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan status mental. Tahap keempat, pemeriksaan air seni dan kadar darah. Tahap kelima, pemberian penyuluhan dan konseling bantuan untuk kelompok usila kebugaran.

BANTUAN PEMERINTAH UNTUK KEGIATAN  KELOMPOK USIA LANJUT (USILA )

Jumlah Kelompok Usia Lanjut di Kota Yogyakarta sebanyak  334 kelompok. Bantuan untuk kelompok usila  masing-masing sebesar Rp. 500.000,-  ( lima ratus ribu rupiah ). Prosedur pengklaiman / pencairan dana melalui proses sebagai berikut:

Dinas Kesehatan membuatkan Proposal & SK Walikota, sedangkan masing-masing  Kelompok Usila mengirimkan Berita Acara, Surat Pernyataan, Daftar Penerimaan dan Rencana Penggunaan Dana Rp. 500.000,-   ( lima ratus ribu rupiah )   ke Dinas  Kesehatan. (Misal digunakan untuk membeli perlengkapan administrasi Kelompok Usila, meja kursi, tensi meter dan lain sebagainya). Proposal, SK Walikota beserta kelengkapannya kemudian diserahkan ke BPKD Kota Yogyakarta. Apabila sudah dinyatakan cair atau dapat diambil maka akan diinformasikan ke seluruh Kelompok Usila melalui Puskesmas untuk mengambil bantuan dana Kelompok USILA ke  BPKD.

abi is agusbudi | Tanya Komputer