Detail Berita
GAPOKTAN WIDOROKANDANG SILANGKAN RATUSAN ANGGREK
21-12-2010

    Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Widoro Kandang yang bergerak budidaya penyilangan anggrek maju ketingkat nasional. Gapoktan wanita yang digawangi ibu Sumiyati mulai menekuni anggrek sejak tahun 1976 berawal dari hobbi, kini aktif memajukan kelompok tani ini dengan usaha anggrek.
    Ketika penilaian lomba tingkat nasional di Gapoktan Widoro Kandang, Jum’at (17/10), Sumiyati mengatakan, pertamakali menggeluti bidang ini banyak kegagalan, namun karena hobi tidak menyurutkan niatnya untuk mengembangkan bunga mahal ini. “Dulu sempat pesimis bertani tanaman yang memerlukan banyak perawatan ini, namun karena ketekunan, sekarang tidak hanya bertani anggrek, namun juga melakukan persilangan dan hasilnya dapat dirasakan,” tuturnya.
    Tanaman anggrek dikebun Gapoktan Widorokandang ada sekitar empat puluhan jenis, sementara anggrek yang disilangkan mencapai angka ratusan. Budidaya anggrek yang terletak di jalan Miliran no. 10 Kelurahan Mujamuju ini, selain koleksi tanaman anggrek langka juga mensilangkan dengan jenis anggrek-anggrek langka lainnya.
    Menurut Aminudin Azis dari Direktorat Jendral Holtikultura Pusat yang sekaligus ketua Tim Penilai mengatakan, penilaian tahun ini di DIY ada dua yakni Asosiasi Tanaman Hias di daerah Sleman dan Gapoktan Tani Makmur di Kec. Umbulharjo, yang diwakili Petani Anggrek Widorokandang. Lebih lanjut dijelaskan, diseluruh Indonesia yang mengajukan penilaian dibidang tanaman hias ada 8 propinsi termasuk DIY. “Dari 8 propinsi tersebut, kategori penilaiannya meliputi : Champion, Gapoktan, Asosiasi, serta pengusaha” katanya. Penilaian berdasar prestasi pengembangan usaha, yaitu bagaimana mereka berusaha terkait pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga penekannya bagaimana dan sejauhmana kerjasamanya dengan gapoktan yang lain. “Kami juga menilai petani ini sebagai pionir diwilayahnya, dapat memotivasi masyarakat lain. Kami terjun langsung guna melihat dari dekat apakah betul yang diajukan oleh Dinas Pertanian Propinsi,” katanya.
    Sementara Aryo Wisnutomo pengelola sekaligus penyilang anggrek mengatakan, untuk memasarkan hasil persilangan anggrek pihaknya melakukan pameran di tingkat lokal maupun antar daerah. Dalam melayani dan meyakinkan konsumen, Wisnu mengaku menjual dalam bentuk botolan anggrek yang telah disilangkan, juga membawa contoh foto indukan. Mulai tahun 2003 Wisnu telah menyilangkan lebih kurang 440 jenis anggrek.(and)

abi is agusbudi | Tanya Komputer