Detail Berita
KARYAWAN KECAMATAN NGAMPILAN KINI MILIKI ”OSASA”
15-12-2010

Komunitas pesepeda mendukung program sego segawe kini bertambah lagi, yaitu  dengan dikukuhkannya OSASA (Obahing Sikil Agawe Sehating Awak) oleh Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto, Jumat (6/8) bertempat di area parkir Ngabean. OSASA adalah komunitas pesepeda beranggotakan sekitar 40 karyawan di lingkungan kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta.
Ketua OSASA Kecamatan Ngampilan, Hery Suprianto menjelaskan, berdirinya komunitas ini diawali dari kegemaran karyawan untuk bersepeda ke kantor dan kegiatan kunjungan ke warga. Para staf karyawan kecamatan dalam melaksanakan kunjungan ke warga selalu bersepeda sebagai alat transportasi. Komitmen karyawan untuk bersepeda dan mewujudkan Jogja bebas polusi udara serta mendukung program sego segawe, maka karyawan dan pns dilingkungan kecamatan Ngampilan membentuk komunitas sepeda diberi nama OSASA.
Hery Suprianto berharap komunitas yang sudah dikukuhkan tetap semangat mengkampanyekan sepeda sebagai salah satu moda transportasi ramah lingkungan minimal kepada warganya sendiri. Komunitas ini juga akan mendukung program sego segawe yang telah diluncurkan pemkot.
Walikota Herry Zudianto kembali menegaskan bahwa gerakan bersepada ke sekolah dan tempat kerja yang digulirkan, bukan mau mengembalikan kenangan masa lalu tentang Yogyakarta sebagai kota sepeda. Namun lebih dari itu, Walikota menegaskan bahwa manfaat yang didapat dari kegiatan bersepeda adalah segi kesehatan. Dijelaskan, olahraga yang nilai aerobic-nya paling tinggi adalah bersepeda. “Dengan bersepeda  kita melakukan aerobic yang dampaknya sangat baik untuk kesehatan tubuh kita,” tutur Walikota.
Ditambahkan, melakukan kegiatan bersepeda berarti ikut membantu mengerem laju polusi udara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor. “Sementara sekarang ini kita (Indonesia) belum memiliki energi alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, sepeda merupakan alat transportasi alternatif untuk menjadikan udara  menjadi bersih dan sehat, bebas dari polusi,” terang Herry. Walikota berharap bersepeda bukan saja sebagai alat bersilaturahmi dan berguyub-rukun, tetapi sebagai alternatif moda transportasi jarak dekat. Lebih dari itu, Walikota juga berharap suatu saat sepeda menjadi satu-satunya penguasa di jalan raya yang harus dihormati.(@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer