Detail Berita
BERSIH KALI CODE PECAHKAN MURI
15-12-2010

Kerja bakti massal membersihkan Kali Code sepanjang 20 kilometer berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Kegiatan yang mengerahkan ribuan warga dari berbagai elemen seperti Kodim 0734, Brimob, Karang Taruna, FKPPI, Paksi Katon, Pramuka, Warga Bantaran Sungai, Gereja dan Masjid, Perguruan Tinggi dan masyarakat pencinta sungai dari Kota Jogja dan Kabupaten Sleman ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai kerja bakti terpanjang membersihkan sungai. Pemecahan rekor MURI membersihkan sungai ini sebelumnya diciptakan kabupaten Demak, tanggal 5 Juli 2010 berupa membersihkan sungai sepanjang 16 kilometer.
Penyerahan piagam rekor MURI dilakukan manajer MURI Sri Widayanti kepada Wakil Walikota mewakili Pemkot Yogyakarta serta Paguyuban Pamerti Code dan PT Pesona Cipta sebagai pemrakarsa di Kantor PT Pesona Cita jalan Nyi Tjondrolukito, Mlati Sleman Yogyakarta.
Kerja bakti massal yang bertemakan Sejuta Cinta Sejuta Pesona Kali Code ini dimulai pukul 07.00 hingga 10.00. Kegiatan membersihkan sungai Boyong - Code dimulai dari jembatan Redjodani Kabupaten Sleman sampai jembatan Tritunggal di Sorosutan Kota Yogyakarta. Kegiatan ini diprakarsai oleh paguyuban Pamerti Kali Code dan PT Pesona Cipta, sebuah lembaga outsourching serta didukung oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Badan Lingkungan Hidup Propinsi DIY, Dinas Pengairan Propinsi, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan PPLH Regional Jawa.
Untuk mendukung kerja bakti massal ini Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta menyiagakan 5 truk dan 10 motor roda tiga pengangkut sampah yang disiapkan di lima Posko di wilayah Kota Yogyakarta. Wakil Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang ditemui di lokasi jembatan Tungkak Yogyakarta mengatakan, untuk menciptakan dan mewujudkan kali yang bersih dibutuhkan kesadaran bersama dari semua elemen masyarakat. Dirinya menambahkan komitmen yang dibangun dan kebersamaan menjadi tujuan akhir dari kegiatan ini. Kita harus memiliki komitmen dan kebersamaan dalam menumbuhkan rasa cinta pada sungai dan berusaha menciptakan sungai Code yang bersih. Inilah tujuan akhir dari kegiatan ini, tambah Haryadi.
Haryadi menandaskan indikator sederhana bahwa masyarakat sudah betul-betul mencintai sungai dapat dilihat dari rumah-rumah di bantaran sungai apakah pintu utamanya sudah mengarah ke sungai atau belum. Kalau semua pintu rumah sudah mengarah ke sungai berarti masyarakat sudah sadar dan sudah betu-betul mencintai sungai. Apalagi ditambah tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, ucap Haryadi. (@mix)

abi is agusbudi | Tanya Komputer