Detail Berita
KELURAHAN PARIWISATA SOSROMENDURAN
15-12-2010

kelwisatasosrom
 
Warga Kelurahan Sosromenduran mengadakan ruwahan dan kenduri massal dalam rangka Pencanangan Kelurahan Pariwisata Sosromenduran. Pencanangan dilakukan oleh Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto bertempat di sepanjang jalan Sosrowijayan, Minggu (8/8). Kelurahan Pariwisata menampilkan lomba apem dan kesenian jathilan anak serta kesenian barongsai oleh warga dengan memakai busana surjan. Penyambutan Walikota dilakukan dengan peragaan egrang dan sepatu batok kelapa.
Ketua Panitia Apeman dan Pencanangan Kelurahan Pariwisata Sosromenduran, Subaryo Broto menjelaskan, bahwa wisatawan selalu menyempatkan jalan-jalan di Malioboro dan membeli kaos Dagadu sebagai cendramata. Justru hanya pelaku ekonomi pendatang yang bisa memanfaatkan para wisatawan, Sosromenduran hanya sebagai transit bukan tujuan utama. Karenanya warga bersama Muspika Gedongtengen ingin mewujudkan kampung wisata Sosromenduran yang warganya lebih kompak dan sinergis dalam rangka meningkatkan perekonomian dan mengurangi angka kemiskinan. Sehingga dibentuk Badan Pengelola Pariwisata Sosromenduran sebagai fasilitator.
Camat Gedongtengan Zenni Lingga menambahkan, kegiatan ini selain bertujuan melestarikan budaya juga merupakan simbol eratnya tali silaturahmi. Pencanangan Sosromenduran sebagai Kelurahan Pariwisata dilatarbelakangi potensi kelurahan yaitu terdapat 138 hotel, 29 kelompok kesenian, dilengkapi restoran dan sarana pendukung pariwisata. Juga terdapat 220 unit UMKM berbasis pariwisata. ”Agar kawasan ini berkembang maka potensi yang ada harus dikelola dengan baik. Untuk menjaga komunikasi dan sinergi warga Sosromenduran maka dibentuk Badan Pengelola Pariwisata Sosromenduran,” terang Zenni.
Herry Zudianto mengungkapkan, kerja keras pasti berhubungan dengan pendapatan, pendapatan berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi. DIY punya keunggulan kompetitif dibidang industri pariwisata, maka semua harus yakin bagaimana merekayasa sektor industri pariwisata yang akan menarik sektor-sektor lainnya. Jika dimanfaatkan dengan baik, pariwisata bisa menjadi andalan menaikan roda perekonomian.
Dikatakan, kunci pariwisata adalah menyadari keunggulan dan keunikan yang dimiliki. Empat hal yang menjadikan tempat pariwisata yaitu apa yang dimakan, apa yang dibeli, apa yang dilihat dan apa yang bisa dilakukan. Diharapkan warga Sosromenduran mampu menggali hal ini.(byu)

abi is agusbudi | Tanya Komputer